Bobotoh Persib Taat Pajak

Persib Bandung gemilang dalam dua musim kebelakang, hasilnya klub sepakbola kebanggaan Jawa Barat ini berhasil mengawinkan gelar juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. Alhasil para Bobotoh sangat antusias dalam menyambut kedatangan para punggawa Persib yang membawa pulang Piala Presiden 2015.

Walikota Bandung yang juga Bobotoh sejati Persib, Ridwan Kamil ikut memfasilitasi para fans yang ingin melihat pemain kebanggan Persib sembari memamerkan Piala Presiden 2015. Namun Ridwan menghimbau agar para Bobotoh untuk tertib dalam menyambut kedatangan Persib Bandung.

Penyambutan kemenangan Persib Bandung diselenggarakan pada hari Minggu 25 Oktober 2015, mulai pukul 13.00 WIB. Titik awal penyambutan dilakukan di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung dan akan berakhir di Lapangan Tegallega, Kota Bandung.

Demi memeriahkan keberhasilan Persib dan mempromosikan program layanan masyarakat, Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Komunitas Jeep Ex Militer berkeliling memperkenalkan program layanan pajak.

Konvoi-Dispenda-Jabar-Persib-2

“Selain berpartisipasi dalam menyambut keberhasilan Persib Bandung yang berhasil meraih Piala Presiden 2015, kegiatan ini juga sebagai sarana sosial, agar masyarakat sadar dan taat dalam membayar pajak,” ucap Kepala Seksi Pendapatan dan Penetapan Bidang Pendapatan I, Rahmat Supriatna, S.E. M.Si.

Selain dalam acara ini, Rahmat juga mengungkapkan akan terus bekerja sama dengan komunitas lainnya untuk mensosialisasikan program Samsat.

“Kedepannya akan ada Samdong (Samsat Gendong) Saba Desa, kami bekerjasama dengan Komunitas Jeep Ex Militer untuk memperkenalkan layanan Samsat ini. Jadi selain menyalurkan hobi, juga bisa memperkenalkan layanan pajak. Kami tidak menutup kemungkinan dan berharap komunitas lainnya juga dapat bergabung dalam program ini,” pungkasnya.

Febi Febriadi, Pengurus Komunitas Jeep Ex Militer juga mendukung program Dispenda Prov Jabar dalam memperkenalkan layanan pajak. Menurutnya meskipun kegiatan ini bersifat terkesan mendadak, namun berhasil menyita perhatian masyarakat khususnya Bobotoh Persib.

Komunitas Jeep Ex Militer kini telah memiliki 350 anggota, dengan jumlah anggota yang aktif mencapai 200 orang. Selain mendukung program pemerintah, komunitas yang memiliki basecamp di Jl PH. Mustopa No 46, Kota Bandung ini juga selalu mengikuti program sosial lainnya seperi pendistribusian bantuan sosial, penanaman pohon, dan penyelamatan korban bencana Alam.

“Kami berharap kerjasama ini akan berlanjut terus, terutama untuk mensosialisakan layanan Samsat ke pedesaan. Kami siap bantu,” ungkap Febi.

Operasi Terpadu, 37 Kendaraan Roda Dua Tak Bayar Pajak

Lewat Operasi Terpadu, Dinas Pendapatan (Dispenda) Jawa Barat Wilayah Kota Cirebon berhasil menjaring 37 kendaraan roda dua yang belum membayar pajak kendaraan bermotor. Kasi Penerimaan dan Penagihan Dispenda Jabar Wilayah Kota Cirebon, Wahyu Wibisana menyampaikan, penjaringan ini hasil dari operasi terpadu dalam rangka intensitas pajak kendaraan bermotor.

“Baru 37 kendaraan roda dua yang berhasil kami jaring untuk melakukan pembayaran pajak di tempat operasi,” tutur Wahyu, Selasa (27/10/2015).

Kegiatan operasi terpadu ini digelar selama tiga hari berturut-turut. Pada hari pertama, operasi terpadi digelar di Kawasan Jl. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Hari kedua, pihaknya akan menggelar pajak kendaraabermotor di lokasi lain.

Dari kegiatan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran masyarakat di Kota Cirebon untuk membayar kendaraan bermotor masih minim.

“37 kendaraan bermotor itu hasil data di lapangan. Belum termasuk temuan insidentil saat tilang polisi,” ucapnya.

Operasi terpadu ini didasari oleh SK Gubernur Jabar terkait dengan intensifikasi penerimaan kendaraan bermotor di Jawa Barat. Secara keseluruhan, pendapatan pajak di Jawa Barat baru mencapai 68 persen dari target yang sudah ditetapkan.

“Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Jika Terbukti Mengemplang Pajak, THM Kota Bogor Akan Ditutup

Sedikitnya sumbangsih tempat hiburan malam (THM) terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor, membuat geram Walikota Bogor, Bima Arya. Apalagi jika ditambah persoalan perizinan penjualan minuman keras dan menjamurnya jasa plus-plus perempuan pemandu lagu (PL).

Maka dari itu, Bima Arya bersama unsur Muspida melakukan razia ke sembilan THM pada Minggu (25/10/2015) dini hari. Dalam razia tersebut mereka berhasil menemukan miras dan perempuan PL.

“Sudah banyak mudaratnya, tapi hanya sedikit meyumbangkan PAD. Jadi jelas tidak ada manfaatnya THM ini. Lebih baik kita tutup saja,” ucap Bima Arya.

Lia Kania Dewi, Kepala Bidang Penetapan Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Bogor. Ia mengungkapkan bahwa target PAD tahun ini adalah Rp. 617 miliar, sementara kontribusi THM pada PAD sangat renda yakni 0,66 persen.

“Tempat hiburan malam ini salah satu komponen dari pajak hiburan yang didalamnya ada pajak diskotek dan pajak karaoke. Bahas THM ini adalah pengelompokan atas aktivitas yang dilakukan sampai malam. Kontribusinya untuk PAD memang rendah, sekitar 0,66 persen. Namun jika ditinjau dari segi pajak hiburan, THM menyetor sekitar 22,18 persen,” tutur Lia saat diawancarai, Selasa (27/10/2015).

Seharusnya untuk komponen dikotek harus menyetorkan 70 persen dari omzetnya ke kas daerah. Sedangkan untuk karaoke 30 persen dan cafe 10 persen.

“Pajak self assessment seperti pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 tahun 2010 dan PP Nomor 71 tahun 2010 menerangkan wajib pajak diberikan kewenangan untuk menghitung, menetapkan, dan menyetorkan secara mandiri. Tapi di zaman  ini mana ada yang mau percaya dengan apa yang dibayarkan secara mandiri. Makannya, harus ada upaya-upaya yang dilakukan pemerintah,” jelas lia.

Soal miras, Lia menyatakan bahwa penjualannya dilarang, bahkan ia menyebutkan bahwa tidak ada satupun THM di Kota Bogor mendapatkan izin menjual miras. Jadi THM yang kedapatan menjual miras biasanya membuat bill tambahan melewati alat tapping box.

Walikota Bogor meminta Dispenda untuk segera melakukan monitoring dan pemasangan tapping box lebih dioptimalkan. Selain itu juga harus melakukan langkah pemanggilan dan pemeriksaan wajib pajak kepada pemilik THM. Untuk pemanggilan, direncanakan pekan ini, sedangkan monitoring sedang dilakukan.

Menurut Lia, jika Walikota Bogor benar-benar menutup semua THM yang ada di Kota Bogor maka akan berdampak pada segala hal, salah satunya setoran pajak ke kas daerah berkurang. Ia menambahkan jika dilihat dari sisi tunggakan, para pengusaha THM tertib membayar. Namun apakah benar pajak yang dibayarkan sesuai dengan omzet mereka atau tidak, ia tidak tahu pasti.

 

 

Kenaikan Pangkat di Lingkungan Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat

Ada yang spesial di apel Senin (26/10/2015) , kali ini Dinas Pendapatan (Dispenda) Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan Naskah Kenaikan Pangkat. Naskah tersebut langsung dibagikan oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, H. Dadang Suharto, SH, MM kepada 28 Pegawai Negeri Sipil lingkungan Dispenda Prov Jabar di halaman Kantor Dispenda Prov Jabar, JL. Soekarno Hatta No. 528, Buah Batu – Kota Bandung.

Kenaikan-Pangkat-Dispendaa-2

Adapun nama-nama Pegawai Negeri Sipil yang menerima kenaikan pangkat sebagai berikut :

  1. H. Tulus Arifan, S.IP, M.Si dari Penata Tk. I III/d menjadi Pembina IV/a
  2. H. Benny Suranata, SE, M.Si dari Penata Tk. I III/d menjadi Pembina IV/a
  3. Eang Umar, S.Sos, MM dari Penata Tk. I III/d menjadi Pembina IV/a
  4. Memet Slamet, SE dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  5. Maman, S.Pd dari Penata III/c mejadi Penata Tk. I III/d
  6. Alis Mulyawati dari Penata III/c mejadi Penata Tk. I III/d
  7. Anwar Thohir Mulyana, SE dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  8. Nandar Suhendar, SE dari Penata III/c mejadi Penata Tk. I III/d
  9. Asep Saputra, SE dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  10. H. Wawan Wirawan, S.IP dari Penata III/c mejadi Penata Tk. I III/d
  11. Suparman, SP dari Penata III/c mejadi Penata Tk. I III/d
  12. Nyanyas Romlah, S.Sos, M.Si dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  13. Deden Ayub Sugianto, SH dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  14. Reni Astati, S.STP dari Penata III/c menjadi Penata Tk. I III/d
  15. Rohman Supriyadi, S.Sos, MM dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  16. Genti Ernawati, SE, MM dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  17. Saodah, S.Sos, MM dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  18. Kuswanto, SE dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  19. TB. Mukhamad Pandu Kartawiguna, SIP, M.Si dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  20. Ari Arief Wibawa, S.Sos, M.Si dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  21. Apon, SH dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  22. Dra. Eneng Kurniasih dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  23. Sofi Rahayuningsih, SH, M.Si dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  24. Dudi Sopyan, SE, MM dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  25. Dian Martiana, SE, MM dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  26. Jamal Darma Setiawan dari Penata Muda Tk.I III/b menjadi Penata III/c
  27. Agus Hermana, SE dari dari Penata Muda III/a menjadi Penata Muda Tk.I III/b
  28. Didin Wahyudin dari Pengatur Muda TK. I II/b menjadi Pengatur II/c

Selamat kepada para pegawai yang telah mendapatkan kenaikan pangkat. Semoga dapat dijadikan motivasi agar dapat melayani masyarakat dengan lebih giat.

Dispenda Prov Jabar Ikut Meriahkan De Syukron

De Syukron Ke-5  atau acara puncak peringatan HUT Provinsi Jawa Barat yang Ke-70 kali ini diselenggarakan selama dua hari mulai dari tanggal 23 hingga 24 Oktober di Kawasan Gedung Sate Acara tahunan ini sukses menyita perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Bandung.

Acara De Syukron dibuka dengan sambutan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Helatan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan YME terhadap anugerah prestasi dan pembangunan yang sudah dan dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat.

Selain itu, menurut Aher, sapaan Gubernur Jawa Barat, De Syukron ke-5 ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekatkan kebersamaan atara pemerintah dan masyarakat, dan meningkatkan inovasi kreatif masyarakat Jawa Barat, serta mempromosikan PON XIX & Preparnas XV 2016.

Kali ini Pemprov Jabar mengusung tema “Jabar Kahiji, Jabar Kreatif & Bestari”. Sederet artis papan atas pun turut meriahkan De Syukron Ke-5 ini, seperti Melly Goeslaw, Armand Maulana, Dewi Gita, Cakra Khan, dan masih banyak lagi artis-artis dan seniman lain dari Jawa Barat. Dan acara puncaknya adalah Giant Video Mapping dan Pesta Kembang Api.

Selain untuk menghibur masyarakat Jawa Barat, acara ini juga menjadi ajang Pemrov Jabar untuk mempromosikan program terbaru dari pemerintah. Salah satunya adalah program yang diusung oleh Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Selain mempromosikan inovasi program-program, Dispenda Prov Jabar juga menghadirkan Samsat Gendong (Samdong). Sehingga masyarakat yang hadir dalam acara De Syukron dapat langsung membayar pajak kendaraan bermotor langsung di stan yang disediakan.

1

“Program Samdong ini bagus karena jemput bola, sehingga masyarakat dapat dengan mudah dan cepat dalam membayar pajak kendaraan. Ga perlu repot-repot ke Kantor Samsat. Mudah-mudahan kedepannya banyak Samdong yang beroperasi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau dan jauh dari Kantor Samsat,” ucap Unang Dadang Supardi, salah satu masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor di stan Dispenda Pemrov Jabar.

Sopir Damri Pun Kena Tilang

Salah seorang supir bus angkutan Dalam Negeri (Damri) harus rela SIM-nya ditahan oleh jajaran Polres Cimahi yang sedang melakukan Operasi Zebra Lodaya 2015, Kamis (22/10/2015). Pasalnya ia tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman).

IPTU Fiekri, Kanit Digyasa Satlantas Polres Cimahi mengatakan sesuai perintah Korlantas Polri bahwa pihaknya diperintahkan untuk melakukan tindakan penilangan bagi pelanggar lalu lintas.

“Kita hanya menjalankan perintah dari Korlantas saja, tadi saya melihat sopir bus Damri tidak menggunakan sabuk pengaman, berarti ia sudah melanggar peraturan lalu lintas, juga mengabaikan keselamatan dirinya dan penumpang lainnya,” tutur Fiekri saat diwawancara disela-sela Operasi Zebra Lodaya.

Hendra Hidayat, sopir bus Damri yang kena tilang mengaku bahwa dirinya tak seperti biasanya tidak menggunakan sabuk pengaman. Namun kejadian tersebut menjadi sebuah pelajaran bagi dirinya.

“Sebetulnya bukan sengaja melanggar, tapi pas kebetulan saya lagi nggak pakai. Tadi saya pas saya pakai sabuk pengaman lewat Cilember. Gak apa apa lah, saya anggap ini sebuah pelajaran bagi saya,” ucap Hendra.

 

Waduh! Polres Cimahi Jaring 7200 Pelanggar Dalam Enam Hari Operasi Zebra Lodaya

Baru enam hari Operasi Zebra Lodaya 2015 digelar, Polres Cimahi berhasil menjaring 7.200 pelanggar lalu lintas, pelanggar didominasi oleh pengendara motor roda dua, Rabu (22/10/2015). Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Idradi mengaku prihatin dengan masih banyaknya pengendara yang tidak tertib aturan berlalu lintas.

“Semakin tinggi angka pelanggar, justru menjadi suatu keprihatinan. Pelanggar ini mayoritas roda dua,” ucap Ade

Menurutnya, kebanyakan dari para pelanggar yang terjaring razia karena kedapatan tidak melengkapi surat-surat kendaraannya. Untuk kedepanya, Ade berharap para pengendara yang melanggar untuk segera melengkapi surat kendaraannya dan lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Kami harap pengemudi ini melengkapi surat-surat kendaraannya dan mau tertib berlalu lintas karena jika tidak tertib dapat mencelakai pengendara lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menindak tegas kepada para pelanggar berlalu lintas. Namun tidak lupa untuk tetap menjungjung tinggi nilai-nilai humanisme.

“Dalam menindak, anggota semestinya tidak perlu kasar dan memaki-maki. Jika ada anggotan kami yang kurang sopan kami siap mendapatkan kritik dari masyarakat,” pungkasnya

 

Satlantas Polres Cimahi Berikan Tilang dan Teguran Simpatik

Jajaran Satlantas Polresta Cimahi berhasil menilang ratusan pelanggar kendaraan bermotor dalam Operasi Zebra Lodaya. Kasat lantas Polresta Cimahi, AKP Silfia Sukma Rosa mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan di Jalan Raya Cilember Kota Cimahi ini yang ditargetkan adalah pelanggaran lalu lintas.

Sesuai dengan yang ditargetkan, sasaran utama operasi ini adalah pengendara yang tidak menggunakan helm dan safety belt (sabuk pengaman). Namun, dilapangan terdapat pelanggaran lain yang dilakukan pengendara baik roda dua maupun roda empat, seperti menggunakan knalpot bising, kelengkapan kendaraan, hingga surat-surat yang tidak lengkap.

“Oleh karena itu, semua pelanggaran dapat ditemukan dalam Operasi Zebra Lodaya ini. Kita tidak hanya melakukan tindakan dengan tilang saja, pengendara yang melanggar juga diberikan teguran simpatik, agar tidak mengulang kembali kesalahannya,” tutur Silfia saat diwawancari disela-sela kegiatan Operasi Zebra Lodaya, Kamis (22/10/2015).

Dalam Satu Jam, Polres Ciamis Tilang 93 Kendaraan

Satuan lalu Lintas (Satlantas) Polres Ciamis berhasil menilang para pengguna kendaraan bermotor yang melanggar dan atau tidak membawa surat-surat kendaraan secara lengkap, Kamis (22/10/2015).

Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Yudi Sadikin menerangkan bahwa kebanyakan anggotanya menilang pengendara bermotor karena mereka tidak bisa menunjukan SIM dan STNK. Yudi menambahkan, selain tidak bisa menunjukan surat-surat, kebanyakan yang mendapatkan tilang adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm.

“Saat ini kesadaran masyarakat yang dibonceng untuk menggunakan helm masih kurang,” ucapnya.

Yudi menambahkan, jika operasi Zebra Lodaya kali ini menitik beratkan pada penindakan pelanggaran aturan lalu lintas.

“Oprasi Zebra Lodaya merupakan oprasi penindakan karena oprasi ini melanjutkan Operasi Simpatik. Dalam Operasi Simpatik beberapa waktu lalu penindakannya hanya 30 persen, sedangkan kali ini dalam Operasi Zebra kebalikan dari Operasi Simpatik.

Polresta Cimahi Lakukan Operasi Zebra Lodaya 2015

Polresta Cimahi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2015, yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Cimahi. Tempat rawan kemaceta, kecelakaan, dan pelanggaran lalu lintas menjadi lokasi tempat digelarnya Operasi Zebra Lodaya 2015. Tempat tersebut diatarannya Alun-alun Cimahi, Cimindi, Padalarang, Cimareme, Cipatat dan Cikalong Wetan

Kompol Catur Sungkowo yang menjabat sebagai Wakil Kapolres Cimahi mengatakan bahwa untuk Operasi Zebra Lodaya 2015 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari hari ini Kamis (22/10/2015 sampai 4/11/2015). Sasaran utamanya adalah pengendara yang tidak mematuhi aturan berkendara seperti, tidak memakai helm, safety belt (sabuk pengangan), dan melawan arus serta melanggar rambu-rambu lalu lintas.

“Sesuai dengan slogan kita, yaitu menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas dan keselamatan menjadi nomor satu, maka jadikanlah keselamatan sebagai kebutuhan,” tutur Catur saat diwawancarai usai apel pasukan di Mapolres Cimahi Jl Amir Mahmud, Kamis (22/10/2015).

Catur menambahkan bahwa ia berharap bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, minimal dapat menyelamatkan dirinya sendiri, dan menyelamatkan masyarakat lain. Dalam Operasi Zebra Lodaya 2015, Polres Cimahi akan menurunkan sebanyak 99 personil, tetapi jika diperlukan pihaknya akan menambah personil.

“Kita akan pantau dulu kondisi di lapangan, bila mana perlu tambahan personil, maka kita akan tambah,” pungkasnya.