Samsat Kuningan Kirim 10 Ribu Liter Air Bersih, Ribuan Warga Kawungsari Ucapkan Terima Kasih

Masih ingat Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan yang pernah dijuluki desa miliarder?

Pasalnya, warga satu desa yang direlokasi tersebut memperoleh ganti untung dari pemerintah pusat lantaran terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

Ketika tahun 2021 bendungan Kuningan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, warga Kawungsari sudah menempati rumah relokasi di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum.

Semua fasilitas publik mulai balai desa, gedung SD, masjid, gedung pertemuan warga dan sarana air bersih disediakan pemerintah.

Namun tiga tahun berlalu, warga Kawungsari yang sempat mengecap kemakmuran materi, mulai didera kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi di desa yang sempat dijuluki desa miliarder tersebut tak lepas dari perhatian pusat pengelolaan pendapatan daerah wilayah (P3DW) atau Samsat Kuningan.

Dan Rabu siang 18 Oktober 2023, Samsat Kuningan menggelar bakti sosial berupa bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Salah satunya Desa Kawungsari. Menggunakan sejumlah armada truk tangki, mereka mengirim 10 ribu liter air baku bagi warga setempat.

Kedatangan armada tangki di halaman kantor desa disambut antusias warga. Mereka menyiapkan perlengkapan penampung air, seperti galon mineral, jerigen dan ember.

Warga membawa air secara manual ke setiap rumah. Ada juga yang menggunakan troli hingga diangkutnya menggunakan sepeda motor.

Kepala P3DW Kuningan, Asep Saepul Bahri menjelaskan, tim Samsat yang berpartisipasi. Terdiri dari Bappenda Jawa Barat, Polres Kuningan dan hadir pula perwakilan dari Jasa Raharja.

“Selain baksos, kami juga membuka layanan Samsat keliling, memfasilitasi warga yang berminat melakukan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor. Dalam beberapa jam, layanan ini diminati belasan wajib pajak,” kata Asep Saepul Bahri, Rabu 18 Oktober 2023.

Dia menambahkan, tim Samsat juga melakukan sosialisasi dan membagikan brosur, program bebas dan diskon denda pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor.

Program ini berlaku untuk periode pembayaran 16 oktober sampai 16 desember 2023.

Sementara Kepala Desa Kawungsari, Wahyudin mengatakan, kekurangan air bersih telah terjadi dalam 3 bulan terakhir ini.

Pihaknya berterimakasih kepada pemerintah, instansi, dan lembaga yang selama ini peduli mendistribusikan air kepada desa dengan penduduk 1.500 jiwa tersebut. (Bubud)

 

sumber https://radarkuningan.disway.id/read/652840/samsat-kuningan-kirim-10-ribu-liter-air-bersih-ribuan-warga-kawungsari-ucapkan-terima-kasih/15

BAPENDA JABAR Melalui P3D Samsat Soekarno Hatta Mengirimkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga

BAPENDA JABAR melalui P3D Samsat Soekarno Hatta ikut mengantisipasi kekeringan imbas musim kemarau di Wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.
 
Langkah yang dilakukan Samsat Bandung III Soekarno Hatta yakni melakukan penyaluran bantuan air bersih di Wilayah Kelurahan Margasari dan Kelurahan Sekejati, Kota Bandung
 
Kepala P3D Wilayah Kota Bandung III Soekarno Hatta, Ida Hamidah mengatakan, pihaknya memutuskan menyalurkan bantuan air bersih ke dua wilayah Kelurahan di Kecamatan Buahbatu itu karena mengalami kekeringan.
 
“Kita atas nama Bapenda Jabar, dalam hal ini P3D Wilayah Kota Bandung III Soekarno Hatta, memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan,” ujarnya Saat ON AIR di Radio PRFM, Selasa 17 Oktober 2023.
 
“Kedepan kita akan melakukan survei lagi terhadap kecamatan lain,” tambah Ida.
 
Ida menjelaskan, Samsat Bandung III memberikan bantuan air bersih sebanyak 12 ribu liter menggunakan dua unit truk tangki untuk warga di Kelurahan Margasari dan Sekejati.
 
“Satu tangki berisi 6.000 liter air bersih. Kita suplai ke warga yang kekurangan air di musim kemarau ini,” jelasnya.
 
Ida menyatakan, distribusi bantuan air bersih ke Kelurahan Margasari dan Sekejati  dilakukan pada Rabu 18 Oktober 2023.
 
“Kita akan tuntaskan penyaluran bantuan air bersih dalam satu hari,” pungkasnya.***

Tim Pembina Samsat Soreang Bagikan Air Bersih kepada Warga

Musim kemarau yang melanda berbagai daerah Jawa Barat (Jabar) termasuk di Kabupaten Bandung, selain mengakibatkan kekeringan terhadap sawah juga membuat kekurangan air bersih yang menjadi kebutuhan sehari-hari bagi warga masyarakat.

Terkait hal tersebut, Tim Pembina Samsat Soreang membagikan air bersih kepada warga di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

“Pembagian air bersih dari Tim Pembina Samsat Soreang kepada warga di Desa Cingcin Kabupaten Bandung sebayak 5 tangki secara gratis,” ujar Kapokja Samsat Soreang, Bripka Yanyan anggota dari Satlantas Polresta Bandung, Rabu (18/10/2023).

Dilansir dari laman resmi bapenda.jabarprov.go.id pada Rabu (18/10/2023), kegiatan pembagian air bersih ini sesuai arahan dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar Dedi Taufik, yang mana ia menginstruksikan agar semua jajarannya di 34 samsat se-Jabar berperan aktif dan berkolaborasi membantu warga meringankan dampak kekeringan dengan menyediakan air bersih.

“Masalah kebutuhan air saat kemarau ini menjadi penting, karena ini salah satu kebutuhan primer. Kami dari Bapenda siap berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Dedi di Bandung, Selasa (10/10/2023).

“Maka, kami dari Bapenda sudah menginstruksikan kepada kepala Samsat untuk berkoordinasi dengan aparat pemerintah atau stakeholder setempat jika ada warga yang membutuhkan air,” jelasnya.

Contohnya tim pembina Samsat Ciamis dan tim pembina Samsat Majalengka dan bjb yang sudah mendatangi beberapa wilayah yang kekurangan air.

Salah satu daerah yang didatangi tim pembina Samsat Majalengka adalah Desa Cisambeng, Kecamatan palasah serta ke Desa Bongas Kulon dan Bongas Wetan.

Tim pembina Samsat Majalengka mengirimkan 17 mobil tangki air PDAM dengan kapasitas 6.000 liter. Semua itu terlaksana hasil Kerjasama dengan Satlantas Majalengka, Perwakilan Jasa Raharja Wil.Cirebon dan Bank BJB Cabang Majalengka.

Untuk tim pembina Samsat Ciamis, menyalurkan bantuan distribusi air bersih ke Desa Sukamantri, Kecamatan Panjalu. Semua ini akan berjalan di semua daerah. Tentu ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan ini,” ungkap Dedi.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin pun turut menyoroti masalah kekeringan di beberapa daerah. Salah satunya di Bekasi. Untuk urusan ini, pihaknya sudah mendistribusikan 5 juta liter air bersih. Jumlah itu akan terus bertambah.

Di sisi lain, agar krisis air bersih ini tidak kembali terulang pada musim kemarau mendatang, ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur penunjangnya sudah disiapkan. Mulai dari perencanaan pembangunan bendungan hingga embung-embung dan juga sumur resapan.

Namun ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama musim kemarau ini, utamanya kebersihan drainase, sehingga ketika musim penghujan datang, drainase tidak tersendat dan mengakibatkan banjir.

“Untuk infrastruktur itu pasti ada, kalau bendungan perlu waktu. (Ada pula) Sumur resapan, embung-embung, ini sudah termasuk yang diprioritaskan untuk dibangun di Bekasi ini,” kata Bey.

“Dan kita juga harus ingat, pada saat kekeringan seperti ini kita juga jangan terlena. Kita harus membersihkan lingkungan, jangan sampai nanti pada saat kekeringan, kering, pada saat hujan malah banjir,” lanjut Bey.

 

sumber https://detakindonesia.co.id/read/detail/10177/tim-pembina-samsat-soreang-bagikan-air-bersih-kepada-warga/2

16.000 Liter Air Bersih Di Distribusikan Samsat Kabupaten Bekasi Untuk Warga Kecamatan Cibarusah

Samsat Kabupaten Bekasi berperan serta dalam mengantisipasi musim panas ekstrem yang mulai dirasakan di Wilayah Kabupaten Bekasi. Langkah yang dilakukan Samsat yaitu berpartisipasi dengan mendistribusikan air bersih di Wilayah Kecamatan Cibarusah mengalami kekeringan.

Kepala Kantor Pusat Pelayanan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Samsat Kabupaten Bekasi, Mochamad Fajar Ginanjar mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengerahkan bantuan distribusi air bersih kepada masyarakat di Wilayah Cibarusah Kabupaten Bekasi. Beberapa titik di wilayah itu sudah mulai mengalami kekeringan.

“Dari Samsat Kabupaten Bekasi merespon kepada warga yang terdampak kekeringan, dan pada hari ini kami terjun langsung memberikan bantuan air bersih,” katanya pada Selasa (17/10/2023).

Fajar menyampaikan, Samsat memberikan bantuan air bersih sebanyak 16.000 liter dan dua truk tangki di Desa Ridho Galih Kecamatan Cibarusah.

“Alhamdulillah bantuan tersebut disambut oleh masyarakat dengan antusias, mengingat dampak dari musim panas ini mengakibatkan sulitnya mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat sehari-hari, dapat bermanfaat dan mendukung seluruh aktifitas Masyarakat seperti biasanya tanpa perlu khawatir tentang kondisi krisis air bersih.

sumber https://liputan9.id/atasi-kekeringan-samsat-kabupaten-bekasi-distribusikan-16-000-liter-air-bersih-di-kecamatan-cibarusah/

Samsat Subang Berbagi Air Bersih Untuk 500 Warga Desa Palasari

Samsat Kabupaten Subang menyalurkan air bersih kepada sekitar 500 warga Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang yang mengalami kesulitan air bersih, memperoleh bantuan penyaluran air bersih dari Samsat Subang, Senin (16/10/2023).

Masalah kekurangan air bersih di desa Palasari sudah berjalan sejak tiga bulan lalu karena kemarau panjang sebagai akibat fenomena El Nino. 

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Subang (P3DW Kab. Subang) Lovita Adriana Rosa, mengatakan, bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian Bapenda Jabar melalui Samsat Subang terhadap warga masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

Bantuan ini berasal dari keluarga besar Samsat Subang yang terdiri dari P3DW Subang, mitra kepolisian, bank bjb dan Jasa Raharja untuk membantu warga masyarakat Palasari. 

“Kami mengirimkan 5 tangki air bersih untuk 500 kepala keluarga, sebagai bentuk kepedulian kami dengan harapan  kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat Desa Palasari yang kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga bantuan air bersih tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Sekretaris Desa Palasari, Maman, mengapresiasi bantuan yang diberikan ini. Menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat, diakibatkan kekeringan yang menyebabkan sumber mata air maupun air sumur tidak bisa digunakan untuk konsumsi dan hanya digunakan sebatas keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). 

“Saat ini warga hanya mengandalkan sumur yang berada di luar rumah untuk digunakan para warga namun airnya semakin surut. Oleh karenanya dengan bantuan ini kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar Samsat Subang yang sudah memberikan bantuan air bersih sebanyak lima tangki untuk memenuhi kebutuhan warga 3 kampung di Desa Palasari,” katanya. (rdp*)

 

sumber : https://jabarprov.go.id/berita/samsat-kabupaten-subang-peduli-air-bersih-10974

Hanya Dua Bulan, Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Barat 2023

Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat (Bapenda Jabar) kembali memjalankan program diskon dan pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga bulan Desember mendatang.

Untuk mendapatkan keringanan dalam program pemutihan dan diskon pajak ada beberapa persyaratan yang harus menjadi perhatikan wajib pajak. Program tersebut berjalan mulai 16 oktober sampai 16 Desember tahun 2023. Demikian disampaikan Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik, Senin (16/10/2023).

“Program ini merupakan langkah untuk mengoptimasi pajak daerah. Kemudian juga demi memberi kemudahan terhadap masyarakat,” katanya.

“Ayo manfaatkan relaksasi pajak ini sebaik mungkin. Dari hasil evaluasi, program ini dapat menyentuh kesadaran para masyarakat untuk membayarkan kewajibannya,” jelasnya.

Dedi Taufik menuturkan, dalam pelaksanaan program ini, ada dua kemudahan dalam membayar pajak. Yakni diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ke-2 (BBNKB II).

Kemudian keringanan pemutihan pajak kendaraan bermotor mencakup bebas denda pajak kendaraan bermotor dan bebas tunggakan PKB Tahun ke-5.

Program tersebut hanya berlaku terhadap kendaraan yang memenuhi ketentuan dan syarat. Tentunya sesuai juga dengan aturan Bapenda Jabar pada periode berjalan saat ini.

Kemudian program diskon pajak ini terbagi menjadi beberapa kategori dengan syarat-syarat yang berlaku.

Pertama: pada saat tanggal jatuh tempo sampai dengan 30 hari, sebesar 2%.

Kedua: pada saat tanggal jatuh tempo lebih dari 30 hari sampai dengan 60 hari, sebesar 4%.

Kemudian pada saat jatuh tempo lebih dari 60 hari. Sampai dengan 90 hari, sebesar 6%.

Persyarat berikutnya. Pada saat jatuh tempo lebih dari 90 hari sampai dengan 120 hari, sebesar 8% dan/atau terakhir, pada saat tanggal jatuh tempo lebih dari 120 hari sampai dengan 180 hari, sebesar 10%.

“Sedangkan diskon BBNKB ke-1 (BBNKB I), pengurangan sebagian Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas penyerahan Pertama, sebesar 2,5%. Demikian program Bapenda Jabar mengenai diskon dan pemutihan pajak,” pungkasnya.

Smart Tax Jadi Strategi Pendekatan Bapenda Jabar Untuk Go Digital

Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik menjadi narasumber dalam kegiatan Studi Banding Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sulawesi Barat ke Wilayah Jawa Barat pada Senin (16/10) di Hotel Savoy Homan, Bandung.

“Strategi Pendekatan kita untuk Go Digital itu dengan Smart Tax, yang pertama melalui Tax Awarness yaitu edukasi kepada Wajib Pajak untuk ikut partisipasi secara aktif, kemudian Tax Center yaitu dengan memberikan pelayanan, jadi kita yang mendatangi masyarakat, dan Tax Appreciation,” ungkap Dedi.

Selain itu, Dedi juga memaparkan jika untuk menunjang layanan digital, ada beberapa inovasi yang telah dilakukan diantaranya adalah Samsat Digital, Sambara dan Samsat Information Center.

Penggunaan Teknologi Digital Berbasis Mobile dan Stasioner Jadi Topik Rapat ANEV Korlantas POLRI

Modernisasi menjadi arah kebijakan layanan registrasi dan identifikasi Korlantas POLRI ke depan. Layanan STNK, BPKB dan SIM akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital berbasis Mobile dan Stasioner, menjadi topik Rapat ANEV Korlantas POLRI di Makasar, Kamis (12/10).

Dedi Taufik sebagai Kepala Bapenda Jabar sekaligus Ketua APPDI memberikan materi Transformasi Layanan Samsat di Jawa Barat yang didukung oleh Dirlantas Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Taufik memberikan apresiasi terhadap korlantas POLRI atas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan Samsat di Jawa Barat.

Camat dan Samsat Cianjur Salurkan Air Bersih Bagi Warga Cibeber Terdampak Kekeringan

Kekeringan di wilayah Kecamatan Cibeber semakin parah, akibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Parahnya lagi, kekeringan terjadi secara merata di 18 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.

Camat Cibeber Indra Sunggara bersama Kepala Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Samsat Kabupaten Cianjur, Irvan Niko, terjun langsung melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih untuk warga masyarakat di 2 Desa dari 18 Desa yang alami kekeringan, Rabu (11/10/2023).

Dua unit mobil tangki berisi air bersih masing masing berkapasitas 5000 liter didistribusikan di Desa Cimanggu dan Desa Karangnunggal.

“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan bantuan air bersih dari bappenda jabar, melalui P3DW samsat kabupaten cianjur sebanyak 1000 liter untuk dua desa di wilayah kecamatan cibeber yang alami kekeringan,” ujar Indra.

Indra berharap, bantuan air bersih akan terus datang ke wilayah Kecamatan Cibeber, hingga musim hujan tiba dan air sumur warga kembali tersedia.

“Walau hujan kemarin turun, namun hanya dengan intensitas rendah, dan masih banyak Kekeringan terjadi secara merata di wilayah kecamatan cibeber, ada lima desa yang terparah yaitu, cimanggu, karangnunggal, girimulya, cibaregbeg dan salamnunggal,” kata Dia.

Sementara itu, Kepala Kantor P3DW Samsat Kabupaten Cianjur, Irvan Niko mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan merupakan bentuk empati dan kepedulian Bappenda Jawa Barat melalui P3DW Samsat Kabupaten Cianjur.

“Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah kabupaten cianjur dengan P3DW samsat cianjur, dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga, yang diminta oleh pemerintah kecamatan cibeber, karena di sejumlah desa mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih,” kata Irvan.

 

Sumber https://cianjur.inews.id/read/356095/camat-dan-samsat-cianjur-salurkan-air-bersih-bagi-warga-cibeber-terdampak-kekeringan

Kepala Bapenda Jabar Instruksikan 34 P3D Salurkan Air Bersih Bagi Masyarakat Yang Membutuhkan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat Dedi Taufik menginstruksikan agar semua jajarannya di 34 samsat se-Jabar berperan aktif dan berkolaborasi membantu warga meringankan dampak kekeringan, dengan menyediakan air bersih.

“Masalah kebutuhan air saat kemarau ini menjadi penting, karena ini salah satu kebutuhan primer. Kami dari Bapenda siap berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Dedi di Bandung, Selasa (10/10/2023).

“Maka, kami dari Bapenda sudah menginstruksikan kepada kepala Samsat untuk berkoordinasi dengan aparat pemerintah atau stakeholder setempat jika ada warga yang membutuhkan air,” jelasnya.

Contohnya tim pembina Samsat Ciamis dan tim pembina Samsat Majalengka dan bjb yang sudah mendatangi beberapa wilayah yang kekurangan air.

Salah satu daerah yang didatangi tim pembina Samsat Majalengka adalah Desa Cisambeng, Kecamatan palasah serta ke Desa Bongas Kulon dan Bongas Wetan.

Tim pembina Samsat Majalengka mengirimkan 17 mobil tangki air PDAM dengan kapasitas 6.000 liter. Semua itu terlaksana hasil Kerjasama dengan Satlantas Majalengka, Perwakilan Jasa Raharja Wil.Cirebon dan Bank BJB Cabang Majalengka.

Untuk tim pembina Samsat Ciamis, menyalurkan bantuan distribusi air bersih ke Desa Sukamantri, Kecamatan Panjalu. Semua ini akan berjalan di semua daerah. Tentu ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan ini,” ungkap Dedi.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin pun menyoroti masalah kekeringan di beberapa daerah. Salah satunya di Bekasi. Untuk urusan ini, pihaknya sudah mendistribusikan 5 juta liter air bersih. Jumlah itu akan terus bertambah.

Di sisi lain, agar krisis air bersih ini tidak kembali terulang pada musim kemarau mendatang, ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur penunjangnya sudah disiapkan. Mulai dari perencanaan pembangunan bendungan hingga embung-embung dan juga sumur resapan.

Namun ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama musim kemarau ini, utamanya kebersihan drainase, sehingga ketika musim penghujan datang, drainase tidak tersendat dan mengakibatkan banjir.

“Untuk infrastruktur itu pasti ada, kalau bendungan perlu waktu. (Ada pula) Sumur resapan, embung-embung, ini sudah termasuk yang diprioritaskan untuk dibangun di Bekasi ini,” kata Bey.

“Dan kita juga harus ingat, pada saat kekeringan seperti ini kita juga jangan terlena. Kita harus membersihkan lingkungan, jangan sampai nanti pada saat kekeringan, kering, pada saat hujan malah banjir,” lanjut Bey.