Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2025

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik menghadiri Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Jawa Barat 2025 di Trans Luxury Hotel, Rabu (24/01).

Penjabat Sekretaris Daerah, M. Taufiq B. Santoso membuka langsung kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2025.

Taufiq menyampaikan perlu adanya unsur pentahelix untuk membangun Jawa Barat yang lebih baik lagi.

“Kita ke depan-kan, kita perlu membangun bagaimana unsur pentahelix ini bisa terus ciptakan iklim yang kondusif sehingga peran serta masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, akademisi dan juga dunia usaha untuk bersama-sama membangun Jawa Barat ini lebih baik lagi. Termasuk bagaimana kita mengoptimalkan sumber-sumber dana pembangunan dari APBN APBD,” tutur Taufiq.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan Penghargaan Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif Tahun Anggaran 2024 kepada Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Banyak Target Terpenuhi, Kinerja Bapenda Jabar Diapresiasi PJ Gubenur Jabar

Capaian manis didapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat sepanjang tahun 2023. Itu setelah mayoritas target pendapatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu terealisasi dengan baik. Kini Bapenda Jabar menatap tahun 2024 dengan mengejar berbagai inovasi baru.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, pada tahun 2022 berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp33,23 triliun. Di Tahun 2023, realisasinya mengalami peningkatan kurang lebih 4,63 persen atau setara Rp34,77 triliun.

Angka itu didapatkan dari berbagai sektor, yakni Pendapatan Asli Daerah realisasinya sebesar Rp24,37 triliun. Jumlah itu berasal dari Pajak Daerah Rp22,52 triliun, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp541,13 miliar, Retribusi Daerah Rp60,7 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp1,25 triliun.

Sementara realisasi dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp9,20 triliun atau melebihi target hingga 102,17 persen, kemudian pajak atas penggunaan bahan bakar Kendaraan bermotor dan alat berat (PBBKB) Rp3,54 triliun atau 104 persen dan pengambilan pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan (PAP) Rp 70,68 miliar atau realisasinya 100 persen.

Kemudian, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Rokok realisasinya mencapai lebih dari 90 persen meski dihadapkan pada faktor eksternal, seperti kondisi daya beli dan kekuatan produksi industri. Masing-masing dibukukan di angka Rp6,01 triliun dan Rp3,68 triliun.

Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik mengapresiasi kinerja dari semua pegawai sepanjang tahun 2022. Semua hal yang positif ia sebut akan ditingkatkan. Sebaliknya, catatan minor menjadi bahan evaluasi. “Tentu capaian ini perlu disyukuri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Saya tentu harus mengapresiasi kerja keras semua teman-teman yang terlibat, juga tim Pembina Samsat. Agenda, strategi untuk tahun ini sudah kami susun dan diharapkan semua bisa fokus kembali dan jangan cepat puas,” kata Dedi Taufik.

Di tahun 2024 ini, Dedi mengungkapkan Bapenda Jabar akan mengejar keberlanjutan atau penyempurnaan invoasi teknologi digital. Target ini akan memfokuskan untuk kemudahan pelayanan yang bermuara pada peningkatan kesadaran para wajib pajak.

“Inovasi layanan tetap menjadi salah satu prioritas. Transaksi wajib pajak yang menggunakan (aplikasi) Sambara tiap tahun trennya meningkat. Kemudian, kami ingin memperluas area yang menjadi percontohan dari sisi pelayanan,” ujarnya.

Kemudian, kami ingin memperluas area yang menjadi percontohan dari sisi pelayanan,” kata dia. Diakui Dedi, pencapaian Bapenda juga tidak terlepas dari implementasi pembangunan zona integritas di 34 Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW).

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin mengapresiasi kinerja yang sudah direalisasikan oleh Bapenda. Menurut dia, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akan tetapi, melihat perkembangan ke depan, ia melihat ada tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya, visi nol emisi yang bisa mengubah arah pendapatan.

Visi dari pemerintah pusat ini harus didukung. Dengan kata lain, Bey meminta semua dinas turut berkontribusi secara maksimal mencari potensi untuk pendapatan daerah. “PKB itu mengandalkan kepada bahan bakar fosil. Sementara kita menuju zero emission. Makanya saya minta semua dinas jangan terlena. Penting mencari sumber pendapatan lain seperti pariwisata,” ucap dia.

Menurut dia, potensi pariwisata di Jawa Barat mulai dari pantai hingga gunung sudah tersedia. Ia mengajak semua pihak untuk mengembangkannya. Contohnya, kawasan Ciayumajakuning yang ia sebut potensinya masih bisa ditingkatkan, ditambah keberadaan BIJB Kertajati. “Saya apresiasi kinerja Bapenda. Tapi, dinas-dinas lain, infrastruktur maupun pariwisata harus mulai bergerak. Makanya saya minta sekarang itu ke seluruh Kepala Dinas OPD itu saya minta, satu kerja baik, tapi kerja baik itu bukan kerja baik datang ke kantor, pulang jam pulang kantor,” kata dia.

“Melakukan inovasi terus perhatikan potensi. Kerja sama dengan banyak pihak. Jadi kalau kita mau maju ya siapa lagi kalau bukan dimulai dari Gedung Sate kebijakan itu. Saya beri kebebasan kepada mereka untuk bekerja dengan baik, saya tidak pernah menekan untuk ini itu,” pungkasnya.

Kepala Bapenda Jabar Hadiri Rapat Pimpinan

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin memimpin Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate Bandung, Selasa (16/01) 

Rapim diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, membahas Program Tahun 2024 dan optimalisasi layanan Sapawarga.

Sapawarga merupakan aplikasi yang dapat mempermudah warga dalam menyampaikan aspirasi, mendapatkan informasi, serta mendapatkan layanan publik.

Simplifikasi Pelayanan Melalui Samsat Digital Untuk Mewujudkan Indonesia Modern

Kepala Bapenda Jabar sekaligus Ketua Asosiasi Pengelola Pendapatan Daerah Indonesia (APPDI), Dedi Taufik menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pembina Samsat Tingkat Nasional Tahun 2024 dengan tema “Simplifikasi Pelayanan melalui Samsat Digital untuk Mewujudkan Indonesia Modern” di The Trans Luxury Hotel, Kamis (11/01/24)
 
Dedi menyampaikan transformasi layanan digital yang telah dilakukan oleh Bapenda Jabar, diantaranya : Samsat digital, Sambara dan Samsat Information Center. Pelayanan berbasis digital penting untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan Samsat.
 
Rakor Pembina Samsat Tingkat Nasional Tahun 2024 merupakan upaya kolaboratif antara berbagai pihak terkait untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan di bidang kesamsatan.
 
Dengan terselenggaranya Rakor ini, diharapkan dapat terwujud pembaruan dan perbaikan dalam sistem kesamsatan di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan reformasi birokrasi, salah satunya dengan melakukan upaya tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Kepala Bapenda Jabar Ajak Bentuk Kolaborasi Kerja Yang Efektif

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik mengajak untuk membentuk kolaborasi kerja yang efektif pada Apel Pagi, Senin (08/01).

• Refleksikan semangat kolaborasi sebagai Pondasi Keberhasilan
• Kolaborasi membuka ide baru
• Kolaborasi menciptakan sinergi yang kuat dan pencapaian bersama
• Kolaborasi menjadi kunci menuju kemajuan bersama

Apel pagi dirangkaikan dengan Penyerahan Penganugerahan Tanda Kehormatan SATYALANCANA KARYA SATYA.

Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Samsat Outlet Tambun Kabupaten Bekasi Tempati Lokasi Baru

Samsat outlet Bekasi yang sebelumnya menempati ruko Tambun City di jalan Sultan Hasanudin No. 40-60 Tambun Selatan mulai tanggal 29 Desember 2023 menempati lokasi baru di area belakang SPBU Vivo Kecamatan Tambun Selatan dengan alamat Ruko Vivo Tambun Business Park, jalan raya Teuku Umar No. 256 Tambun, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Pemindahan samsat outlet ini merupakan upaya mempermudah masyarakat khususnya warga Kabupaten Bekasi untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Kepala Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Samsat Kabupaten Bekasi Mochamad Fajar Ginanjar mengatakan pembukaan gerai baru ini merupakan cara untuk memperluas dan mempermudah akses masyarakat yang ingin membayarkan pajak kendaraan bermotor.

“Terutama bagi pemilik kendaraan yang bertempat tinggal di seputar wilayah Kecamatan Tambun Selatan sehingga outlet baru ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengurusan pajak kendaraan bermotor, tidak perlu jauh-jauh ke kantor Samsat induk,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengatakan gerai baru ini hanya melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Sementara itu untuk pajak lima tahunan atau perpanjangan STNK dan penggantian pelat nomor kendaraan tetap harus di Kantor Samsat Induk.karena harus dilakukan mekanisme cek fisik kendaraan oleh petugas,” ungkapnya.

Apresiasi Wajib Pajak Teladan, Bapenda Jabar Gelar Anugerah Philothra

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar anugerah Philothra, ajang apresiasi bagi wajib pajak teladan. Kegiatan tersebut sekaligus untuk meningkatkan kesadaran kepada semua pihak untuk taat pajak.

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota, wajib pajak perorangan, wajib pajak badan usaha, perangkat daerah layanan retribusi dan pengelola dana alokasi khusus, badan usaha milik daerah, pihak ketiga pemanfaatan aset, atas kepatuhan membayar pajak dan pengelola pendapatan daerah lain tahunan.

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik mengatakan ajang Philothra merupakan gambaran kinerja pengelolaan pendapatan daerah. Pendapatan daerah yang berasal dari retribusi layanan, deviden BUMD, pemanfaatan aset dan pengelolaan dana alokasi khusus.

“Ini salah satu cara mengapresiasi para wajib pajak. Sebelum ini, ada banyak program yang kami lakukan dari mulai insentif, dan diskon pajak,” ucap dia melalui keterangan yang diterima, Kamis (28/12/2023).

“Anugerah Pilothra diharapkan mampu meningkatkan motivasi kinerja pajak daerah dan tata kelola pendapatan daerah pemerintah kabupaten kota, para wajib pajak maupun pihak lain dan yang paling utama adalah pemerintah provinsi jawa barat,” Dedi melanjutkan.

Ditanya mengenai realisasi pendapatan tahun 2023, Dedi mengatakan masih dalam proses pendataan. Hasilnya akan disampaikan secara terbuka kepada publik. “Semua masih pendataan, masih berproses. Tapi insya allah realisasinya baik,” imbuh Dedi.

Sementara itu, acara Anugerah Philothra diberikan langsung Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (27/12/2023) malam.

Bey mengucapkan terima kasih dan apresiasi setingi-tingginya kepada para wajib pajak atas capaian yang baik pada tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Terlihat dari angka pembayaran pajak kendaraan bermotor yang tinggi dan selalu tepat waktu. Sehingga pajak yang dibayarkan menjadi kontribusi dalam pembangunan di Jabar. Kami berterima kasih kepada bapak ibu yang telah melakukan pembayaran pajak tepat waktu,” kata Bey.

Menurut Bey, pajak yang terkumpul akan menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta berbagai program sosial yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.

Bey mengatakan Pemdaprov Jabar terus berupaya mengelola pajak kendaraan bermotor ini secara transparan, akuntabel, dan efisien. Menurutnya, penggunaan dana pajak disalurkan untuk kepentingan bersama di masa kini dan nanti.

“Penting bagi kita untuk memahami bahwa setiap rupiah yang kita sumbangkan melalui pajak memiliki nilai yang besar bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor Bareng Komunitas di Ngaso

Ratusan pencinta otomotif berkumpul di halaman Kantor Bapenda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung pada Minggu (24/12). Kegiatan yang dihadiri komunitas otomotif ini juga sebagai ajang sosialisasi pentingnya taat membayar pajak kepada para wajib pajak. Kendaraan-kendaraan keluaran lama itu dipajak layaknya sebuah pameran. Kategori kendaraan klasik bergabung tanpa sekat dengan unit keluaran baru.

Semua jenis mobil dari sedang, SUV, double cabin, wagon hingga sport hampir lengkap memanjakan para pecintanya. Beberapa mobil yang masuk kategori langka pun bisa ditemui dalam acara bertajuk Ngaso (Ngariung Sobat Otomotif) itu.

Ketua Panitia Acara Ngaso, Anton Mulyana mengatakan, acara ini merupakan inisiatif dari Wahana Otomotif Nasional (Wahon) dan sejumlah komunitas lain untuk bersilaturahmi. “Sekarang kan momen libur, setelah bekerja atau beraktivitas, kami para pencinta otomotif ingin silaturahim. Alhamdulillah Bapenda dan Disparbud Jabar berkenan untuk berkolaborasi,” kata Anton di lokasi.

Merupakan acara pertama kali, pihaknya berharap acara ini jadi agenda rutin dan merangkul lebih banyak lagi komunitas. “Kami juga siap mendukung program pemerintah, seperti Bapenda mengenai taat pajak. Makanya syarat yang bisa berpartisipasi itu surat kendaraan dan pajaknya aman,” ia melanjutkan. Di tempat yang sama, Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik mengatakan komunitas menjadi salah satu sasaran kolaborasi untuk menyosialisasikan program pemerintah, khusunya soal perpajakan.

“Kami tentu mengingatkan komunitas untuk menjadi bagian dari pembangunan Jabar. Ini juga salah satu bentuk pendekatan dengan wajib pajak,” ucap Dedi Taufik. “Inovasi digital terus kami lakukan, kemudahan pembayaran kami upayakan, relaksasi pajak juga selama tiga bulan kami berlakukan untuk masyarakat luas. Nah acara seperti ini kami fasilitasi sebagai salah satu upaya lain dari Bapenda untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran wajib pajak,” jelas dia.

Selain itu, Dedi yang juga Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya menjelaskan upaya pemerintah dalam menekan timbulan sampah. Ia berharap kolaborasi dengan masyarakat termasuk komunitas bisa berjalan dengan baik, khusunya dalam hal pengelolaan mulai dari sumber. “Kami dari satgas terus bekerja untuk menekan timbulan sampah. Kami sudah cek ke lapangan, kami rapat dan susun strategi,” tuturnya.

“Di acara ini pun kami sosialisasikan mengenai pengolahan sampah dari diri sendiri, sehingga mindsetnya tak lagi buang, kumpul, angkut. Tapi dari sumbernya harus dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik menyerahkan medali Employee of The Month (EoTM) periode 2022 dan 2023 kepada pegawai Bapenda Jabar

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik menyerahkan medali Employee of The Month (EoTM) periode 2022 dan 2023 kepada pegawai Bapenda Jabar (18/12).

Dedi berharap dengan diberikannya penghargaan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai.

Sebagai informasi, pegawai berkinerja terbaik atau “Employee of The Month” (EoTM) tingkat Provinsi Jawa Barat merupakan ajang yang di gelar

oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Jawa Barat, setiap tahunnya.

Para ASN yang ambil bagian dalam ajang tersebut, harus mendapat penilaian kinerja baik dari atasan, bawahan serta kolega di instansinya.

Keren, Samsat Digital Mandiri Jabar Jadi Percontohan Nasional

Inovasi layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor berupa Samsat Digital Mandiri di Jawa Barat menjadi percontohan nasional. Dengan memanfaatkan digitalisasi, layanan itu dianggap mampu menghilangkan potensi pungutan liar (pungli).

Samsat Digital Mandiri merupakan perangkat pembayaran pajak tahunan yang dapat dilakukan secara mandiri tanpa keberadaan petugas dengan cara tapping KTP dan pemindaian sidik jari kemudian dapat langsung mengetahui status pajak kendaraan yang bersangkutan.

Metoda pembayaran dilakukan secara nontunai (cashless), bukti pembayaran pajak dan SWDKLLJ hingga pengesahan STNK-nya dikirim melalui Whatsapp dan email dalam bentuk file digital (paperless).

Hal itu pula yang membuat Pemprov Jabar bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menampilkan layanan publik dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Alhamdulillah kami dipercaya. Tentu banyak pihak yang terlibat dalam inovasi ini, di antaranya Tim Pembina Samsat Jawa Barat. Selain itu, kami mengapresiasi ini dijadikan percontohan atau rujukan nasional dalam layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” kata Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik dalam keterangannya, Kamis (14/12/2023).

“Ini jadi motivasi kami untuk terus melakukan inovasi lain yang muaranya tidak hanya pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi kemudahan layanan bagi wajib pajak dan transparan,” imbuhnya.

Menurut dia, tahun 2024, Kios Samsat Digital Mandiri akan disebar secara bertahap di berbagai pusat keramaian seperti mal, terminal, stasiun, wilayah perkantoran hingga SPBU 24 jam.

Dengan inovasi itu, Pemprov Jabar menerima penghargaan Koordinasi dan Supervisi Pemberantasan Korupsi 2023 dengan Kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Bidang Pencegahan dengan capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) 95,94 dan Sertifikat Barang Milik Daerah (BMD) sebanyak 48 bidang.