Pos

Akhir 2016, Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lampaui Nasional

Sebagai warga Jawa Barat kita tentunya harus bangga karena berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar year on year pada triwulan III tahun 2016 mencapai 5,76 persen. Jumlah tersebut naik sebesar 0,73 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 5,03 persen. Jumlah LPE Jabar pada triwulan III tahun 2016 ini pun telah melampaui jumlah LPE nasional year on year triwulan III 2016 yang berjumlah 5,02 persen atau selisih 0,74 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) adalah suatu proses kenaikan produksi perkapita dalam jangka waktu tertentu. Laju pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian. Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa salah satu indokator LPE adalah dengan adanya pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian. Kenaikan LPE Provinsi Jabar year on year triwulan III 2016 disinyalir oleh Badan Pusat Statistik Provinsi (BPS) Jabar dipicu oleh aktivitas Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diadakan selama dua pekan pada bulan September 2016 lalu. Sebagaimana dilansir dari laman situs jabarprov, Gubernur Jawa Barat mengatakan bahwa kenaikan LPE ini paling tinggi di Pulau Jawa. Dibandingkan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Provinsi DKI. Selain itu, untuk nilai inflasi year to date di Jabar telah berhasil ditekan angkanya dengan nilai pada 2015 sebesar 2,73 persen, menjadi 2,39 persen pada November 2016. Nilai ini sangat jauh di bawah rata-rata nasional. ’’Jadi ini kan plus minus ya. Kalau paling tinggi (inflasi) itu di atas 5 tapi kalau paling rendah di bawah 3.

Secara makro perekonomian Jabar mengalami perbaikan. Hal tersebut merupakan hasil dari upaya bersama menggenjot perekonomian melalui program-program unggulan yang berkesinambungan seperti program pembentukan wirausaha baru yang telah mencapai jumlah 51,904 orang dari total target sebanyak 100 ribu wirausaha baru pada tahun 2018. Jumlah tersebut belum termasuk angka dari lembaga-lembaga swasta seperti Pesantren Daarut Tauhid yang menyelenggarakan program kewirausahaan dan lulusan perguruan tinggi yang menjadi wirausahawan. Selanjutnya, pada program restocking perairan umum telah memberikan bibit ikan kepada masyarakat. Dengan penyebaran benih di danau, situ dan waduk mencapai 18,3 juta benih ikan. Jumlah ini akan ditingkatkan pada tahun 2017, sehingga mencapai 50 juta benih ikan‎.

Program lainnya adalah, pemberian 2 juta pohon kopi kepada petani kopi dan kelompok masyarakat. Hal ini dilakukan agar kopi asal Jawa Barat menjadi salah satu produsen kopi di Indonesia. Terlebih sekarang, Jabar sudah menjadi penghasil kopi kedua terbesar di Indonesia setelah Aceh. Dirinya berjanji, untuk program ini akan ditingkatkan pemberian bibit tanaman kopi menjadi 7 juta pada tahun 2017. Sebab, komoditas kopi Jabar ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kopi asal Jabar juga telah banyak memenangkan festival kopi tingkat dunia dalam kontes Speciality Coffe di Atlanta, AS pada bulan Meret lalu.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah Jabar terus mendorong pengembangan kelompok masyarakat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Langkah ini telah mencapai keberhasilan dengan pemberian kredit dana bergulir, bernama Kredit Cinta Rakyat (KCR) melalui ‎Bank bjb. Diberikan kepada 15 ribu pelaku usaha kecil dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 34 ribu orang. Pemberian dana bergulir ini telah berhasil 100 persen tanpa ada kekurangan.

Selain itu, beberpa program inovasi, telah dilakukan untuk memacu pertumbuhan perkonomian daerah, khususnya di bidang pangan. Dengan beberapa program unggulan untuk para peternak dan petani. Seperti, menciptakan bibit unggul pada berbagai jenis tanaman pangan dan ternak berupa pembibitan Sapi Pasundan dan Ayam Sentul. Sedangkan program penunjang perekonomian juga terus dilakukan adalah pengembangan infrastruktur. Dibuktikan dengan kualitas kemantapan status jalan Provinsi Jabar mencapai 98 persen.

Kembali Beraktivitas, Pelayanan SAMSAT Se-Jabar Melonjak

Terhitung mulai tanggal 4 Agustus 2014 lalu, pelayanan SAMSAT se-Jawa Barat telah kembali melakukan pelayanan secara normal. Setelah sebelumnya, libur perayaan Idul Fitri 2014, sejak Sabtu 26 Juli hingga Minggu 3 Agustus 2014. Baca selengkapnya

Pendapatan Pemprov Jabar Sesuai Ekspektasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi APBD 2013 mencapai ekspektasi, antara lain dikarenakan tingkat realisasinya mencapai 93%.

Asisten Daerah Administrasi Setda Jabar, sekaligus Plt Kepala Dispenda Jabar Iwa Karniwa, mengatakan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2013 yang disahkan DPRD Jabar pekan lalu menggambarkan tingkat optimalisasi penyerapan yang dilakukan jajaran Pemprov Jabar. Baca selengkapnya

Pajak, Gotong Royong Membangun Jabar

INFRASTRUKTUR memiliki arti vital bagi masyarakat, khususnya sector perekonomian. Kerusakan infrastruktur berarti pembengkakan waktu dan biaya, bukan hanya bagi pelaku ekonomi, tapi juga bagi masyarakat secara umum. Dalam kondisi tertentu, rusaknya infrastruktur bisa berarti sunset (semenjana), bahkan kematian bagi sektor ekonomi suatu daerah.

Sebuah contoh sederhana adalah kesulitan pasokan elpiji 3 kg yang dirasakan sejumlah warga Jabar awal tahun ini. Kondisi itu tidak terlepas dari persoalan infrastruktur, yaitu terganggunya distribusi barang akibat banjir yang merendam sejumlah ruas jalan raya. Baca selengkapnya