Pos

Berkat Kontribusi PKB dan BBNKB, Jawa Barat Menjadi Daerah Mandiri Keuangan

“Berkat kontribusi PKB dan BBNKB inilah, sampai saat ini Provinsi Jawa Barat termasuk daerah yang memiliki kemandirian keuangan cukup tinggi. Terima kasih atas kerja keras seluruh sahabat-sahabat di Bapenda Jawa Barat,” ucap Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Dalam  sambutan peresmian gedung kantor pelayanan Samsat Kota Bekasi dan Depok I, di Samsat Kota Bekasi, Selasa (16/5/2017), Deddy meminta kepada seluruh induk cabang pelayanan pendapatan daerah serta titik titik layanan pembayaran PKB dan BBNKB lainnya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga pada akhir tahun dapat melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan.

“Selain itu perkuat juga program-program unggulan untuk semakin memudahkan wajib pajak dalam membayar PKB seperti meingkatkan pelayanan samsat di sekitar rumah ibadah, sekolah, kampus, pabrik, serta kawasan keramaian sehingga potensi pajak dapat tergali secara optimal,” ungkapnya.

Sisi lain, Deddy juga mengapresiasi program eSamsat yang terus menunjukan tren positif dari tahun ke tahun. Salah satu bukti nyatanya adalah inovasi unggulan Provinsi Jawa Barat ini mendapatkan kehormatan untuk direplikasi oleh 17 provinsi di Indonesia. Ia berharap, direplikasinya inovasi program Provinsi Jawa Barat dapat menjadi acuan untuk berbuat lebih baik dalam menghadirkan lagi inovasi pelayanan prima yang dapat menjadi inspirasi positif bagi daerah lainnya.

Pada akhir sambutannya, Deddy mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada wajib pajak yang telah sadar dan patuh dalam menunaikan kewajibannya sebagai wujud kontribusi dalam membangun Jawa Barat.

Peresmian Kantor Samsat Kota Bekasi dan Kota Depok I

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyambut baik atas selesainya pembangunan kantor pelayanan Samsat Kota Bekasi dan Depok I. Menurutnya pembangunan kantor samsat baru ini adalah bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik dan optimalisasi kinerja pendapatan daerah.

Seiring dengan paradigma baru administrasi publik, pemerintah harus menempatkan diri sebagai pelayan warga masyarakat. Peningkatan pelayanan daerah memiliki makna yang sangat penting di tengah upaya dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah sebagai basis kemandirian keuangan daerah.

“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat serta seluruh mitra Tim Pembina Samsat Jawa Barat dan Polda Metro Jaya yang telah bahu membahu membangun system pelayanan kesamsatan sehingga dalam 6 tahun terakhir realisasi PKB dan BBNKB selalu mencapai diatas 100 persen,” tutur Deddy saat memberikan sambutan Peresmian Gedung Samsat Kota Bekasi dan Kota Depok I di Jl Ir. Juanda, Bulak kapalBekasi Timur, Selasa (16/5/2017).

Seperti kita ketahui, pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor memberikan kontribusi yang cukup besar kepada keuangan daerah. Tahun 2016, PKB memberikan kontribusi sebesar 39,33 persen dan BBNKb sebesar 31,69 persen pada total keseluruhan pajak daerah Jawa Barat. Sedangkan pada Pendapatan Daerah tahun 2016, PKB dan BBNKB masing-masing menyumbang 22,33 persen dan 18 persen.

 

Bapenda Prov Jabar Gelar Forum Perangkat Daerah “Mempertahankan Daya Saing Kinerja (Pendapatan & Pelayanan) yang Berkelanjutan

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat menggelar forum yang dihadiri oleh 125 peserta dari seluruh perangkat daerah penghasil Provinsi Jawa Barat dan Bapenda Kabupaten Kota Se-Jawa Barat, (3/15/2017). Acara tahunan yang diberi nama Forum Perangkat Daerah Bapenda Provinsi Jabar ini mengambil tema “Mempertahankan Daya Saing Kinerja (Pendapatan & Pelayanan) yang Berkelanjutan”.

Forum Perangkat Daerah Bapenda Prov Jabar ini menjadi wadah antar pelaku pembangunan tingkat provinsi beserta stakeholder sejenis di kabupaten dan kota, maupun stakeholder lainnya. Tujuan dari diadakannya forum ini adalah untuk merumuskan dan menyepakati berbagai agenda program prioritas dan kegiatan tahun 2018 mendatang, termasuk apa saja yang harus dilakukan oleh Bapenda Prov Jabar maupun mitra lainnya.

Sejumlah sasaran yang ingin dicapai dalam forum ini yaitu:

  1. Disepakatinya usulan kegiatan prioritas program kegiatan tahun 2018.
  2. Disepakatinya sinergi usulan kegiatan prioritas SKPD penghasil yang akan disampaikan kepada TAPD.
  3. Tumbuhnya terobosan-terobosan baru dalam perencaaan kinerja pendapatan guna menemukan inovasi-inovasi baru yang makin memperkuat kapasitas pendapatan daerah sesuai dengan potensi kekinian yang ada.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapresiasi atas diselenggarakannya acara ini. Menurutnya forum ini sangat penting bagi Bapenda Prov Jabar dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.

“Saya mengapresiasi atas diselenggarakannya acara ini. Saya kira tema yang diangkat sangat penting, tepat dan relevan dengan seiring dinamisnya tantangan yang harus dihadapi oleh Bapenda, dalam rangka meningkatan mutu pelayanan publik dan optimalisasi kinerja pendapatan daerah,” tutur Deddy saat memberikan pidato pembuka acara.

Guna memperkuat rumusan agenda program, forum ini juga menghadirkan beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber ahli. Berikut judul materi yang diberikan kepada perserta forum:

  1. Proyeksi Ekonomi Makro tahun 2018 yang dapat dimanfaatkan untuk pendapatan daerah Jawa Barat, oleh Dr. H. Abdul Maqin, SE, MP (UNPAS),
  2. Arah Kebijakan Pembangunan Jawa Barat, oleh Kasubbid Pemerintahan Bappeda Iman Tohidin, S.Sos., MAP,
  3. Evaluasi Terhadap Realisasi Penjualan KBM Roda 4 Tahun 2016 dan Estimasi Penjualan KBM Roda 4 Tahun 2018 serta Market Share ke Wilayah Jawa Barat, oleh Sekretaris I Gaikindo Eddy Sumedi.
  4. Trik Jitu Mengawal Kualitas Pelayanan Perpajakan Daerah oleh Deputi Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suhanda.
  5. Kewirausahaan untuk Mengelola Pendapatan, oleh Kepala Kantor Regional V PT. POS Indonesia, Hendrasari, SE., MM.

Forum ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok A yaitu bidang pendapatan daerah, sedangkan kelompok B adalah peningkatan kualitas pelayanan public. Arahan kebijakan pimpinan Bapenda 2018 serta paparan dari narasumber menjadi bahan pembahasan kelompok. Pada akhir acara, kesepakatan diskusi kelompok A dan B dituangkan pada berita acara serta menjadi bahan penyempurnaan usulan RKPD.

Wagub: Setelah E-Samsat, Diharapkan Ada Lagi

Wagub Jabar H Deddy Mizwar mengapresiasi inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh tim pembina Samsat di Jawa Barat dengan sistem e-Samsat yang memudahkan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Diharapkan ke depan tidak hanya e-Samsat, tapi juga bisa untuk proses bea balik nama kendaraan dan lainnya,” ujarnya di Bandung, belum lama ini. Baca selengkapnya

E-samsat Dukung Terwujudnya Jabar Cyber Province

Diluncurkannya layanan elektronik samsat atau e-samsat mendukung terwujudnya Jabar Cyber Province. Hal itu dikatakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar saat memberi sambutan pada acara launching e-samsat di mall Ciwalk, Bandung, Sabtu (22/11).

Program yang digagas oleh Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Jawa Barat, Bank Bjb, Polda Jawa Barat dan Jasa Rahajra ini, menurutnya, menambah daftar layanan elektronik yang diterapkan di wilayah Jawa Barat. Sebab, sebelumnya pemerintah Jawa Barat telah menerapkan 142 layanan berbasis IT.

“Hadirnya e-samsat menambah daftar pelayanan elektronik untuk mendukung terwujudnya Jabar Cyber Province,” ucapnya.

Menurut pria yang malang melintang di jagat seni hiburan Tanah Air ini, adannya Jabar Cyber Province tidak lain adalah untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, dengan teknologi dapat lebih memudahkan dan mempercepat proses yang selama ini dinilai memakan waktu.

“Ini akan terus kita tingkatkan, kita berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. ***