Pos

Wacana Inovasi Baru Dispenda, Samsat di Tempat Wisata

Sukses menciptakan berbagai ide inovatif dan visioner saat melakukan diklat, Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto SH MM mengaku bangga kepada abdi Negara di lingkungan kerjanya.
“Hasil inovasi dari tim kami ini mendapat apresiasi positif dari banyak orang, saya bangga,” kata Dadang dalam sambutannya saat rapat evaluasi tahunan di Aula Dispenda, belum lama ini.
Dadang mengaku inovasi yang disampaikan beberapa pegawai Dispenda melalui plat perubahan itu juga memukau penguji dan Kepala Badiklat.
Inovasi yang dipaparkan tersebut dinilai sebagai ide segar dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Dispenda Jawa Barat. Salah satu contoh ide yang dipaparkan adalah membayar pajak justru di hari libur, terutama di tempat wisata/rekreasi.
“Saya menilai ini banyak kreasi segar seperti Samsat tempat wisata atau kerjasama dengan perusahaan leasing untuk mendongkrak kemudahan membayar pajak. Walapun ide ini dulu sempat ada, kelebihan yang dipaparkan teman-teman ada pada tataran implementasinya,” pungkasnya. (**)

Kadispenda: Tugas Saya Gali Potensi Pendapatan Lebih Besar

Kepala Dispenda Jawa Barat Dadang Suharto bertekad menggenjot penerimaan asli daerah (PAD).

Menurutnya, target prestasi tersebut harus dicapai karena dirinya selalul memiliki tekad berusaha memberikan terbaik, dimanapun tempat usahanya.

Sebagai catatan, Dadang saat menjabat Kepala Biro Pengadaan Barang Daerah Setda Jabar dianggap sukses menangani persoalan ribuan aset Pemprov Jabar yang tercecer, sehingga berujung raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, suami Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Yeni Siti Saodah ini juga dinilai sukses mendorong konsep built operate transfer (BOT) sejumlah aset Pemprov sehingga memiliki nilai setelah dibangun pihak swasta.

“Karena itu, tugas saya sekarang menggali potensi pajak daerah yang masih besar,” ujar Dadang di Bandung, seperti dikutip sejumlah laman online.

Pada 2015 ini, RAPBD ditargetkan sebesar Rp 22,132 triliun lebih atau naik 11,17% dibanding pendapatan pada APBD 2014.

Pendapatan riil berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang banyak ditopang pajak daerah yang dihimpun Dispenda Prov. Jabar. Ini diproyeksikan mencapai Rp 15,38 triliun atau meningkat 18,01% dari tahun sebelumnya.

Kemudian Dana Perimbangan diproyeksikan mencapai Rp 2,7 Triliun lebih atau turun sebesar Rp 118,28 Milyar lebih. Sementara Pendapatan Daerah lainnya yang sah menurun sebesar Rp 4,8 Milyar lebih atau turun 0,12%.

Sekalipun dipatok tinggi, Dadang mengakui pekerjaannya menjadi lebih ringan karena Pejabat Sementara (Pjs) sebelumnya yakni Iwa Karniwa telah meletakan bangunan sistem yang kuat.

“Pak Iwa sudah membangun sistem dan soliditas, saya tinggal melanjutkan,” ujarnya. ***

Ini Dia Kepala Dispenda Baru

Kepala Biro Pengadaan Barang Daerah (PBD) Setda Jawa Barat Dadang Suharto dilantik Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada Jumat (24/10) kemarin. Pelantikan Dadang menggantikan posisi yang sebelumnya diisi sementara Iwa Karniwa menjadi kejutan dalam pelantikan. Baca selengkapnya