Pos

Bapenda Jabar Gelar Acara Pelepasan Purna Bhakti

Purna Bhakti adalah akhir dari masa bakti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki usia tertentu yang ditentukan Undang-Undang. Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat yang menjunjung selalu tinggi soliditas di kalangan pegawai, menggelar acara Pelepasan Purna Bhakti di Aula Gedung Bapenda Provinsi Jabar, Jalan Soekarno Hatta No. 528, Kota Bandung, Kamis (11/1/2017).

Berikut rekan-rekan yang telah memasuki masa purnabakti di Bapenda Provinsi Jabar:

  1. Hj. CUCUN SUMIARSIH, M.Si.
  2. AGUS RAKHMAT, S.H., M.Si
  3. H.DADANG WARSONO,M.Si.
  4. DJADJA SUTEDJA, S.IP., M.M.
  5. SUDRAJAT WIJAYA KUSUMA
  6. IIS AISYAH, S.AP.
  7. SALIM, S.E.
  8. SAYID ENDANG SAPUTRA, S.H.
  9. ABDURRACHMAN, S.Sos., M.Si
  10. IMAS RATNAWANGSIH, S.E.,M.Si
  11. IRA DALILAH, M.AP.
  12. ROSMAN TRESNAYADI
  13. ARIE NUGRAHA
  14. YANI ROSTIANA
  15. MARLIANA
  16. NANA SUKARNA
  17. ADE ROHMAN, S.E.
  18. YETTY ROSYETI
  19. AGUS PRASENO
  20. I Y A N
  21. HARRY TRIANA
  22. EDI SUTARYAN
  23. RACHMAN WAHYUDIN, S.E.
  24. UTIH HERINARADI, S.E.
  25. TATANG WAHYU
  26. ABDULLOH
  27. RUDI MAULUDIN
  28. KOSASIH
  29. LILIS HASANAH
  30. NURHAYATI
  31. ADE MANSUR
  32. KUSNO SURYANTO,SH,MM
  33. HANNY DAHLIANI,MM
  34. ADE SUPARMAN
  35. YATI SURYATI

 

Dalam sambutan mewakili rekan-rekan yang memasuki masa purna bhakti, Drs. H. Dadang Warsono, M.Si. mengucapkan syukur atas perkembangan pelayanan publik yang semakin terdepan dalam melayani masyarakat. Ia pun sedikit menceritakan pengalaman masa baktinya dahulu.

Drs. H. Dadang Warsono, M.Si.

“Semoga teman-teman junior bisa mengikuti kami selesai bertugas dengan sehat. Zaman dulu, motor dinas saja hanya sedikit, jadi saling rebutan jika ada kegiatan dinas. Tapi Alhamdulillah, dulu dengan sarana prasarana yang minim namun target kami selalu tercapai” ungkapnya.

Mantan Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Karawang ini mengungkapkan, bahwa maksud dari mengulang kembali cerita pengalaman dulu untuk memotivasi rekan-rekan yang masih aktif di Bapenda Jabar, agar terus bekerja keras guna mencapai target dalam pekerjaan.

“Pada kesempatan ini, saya juga mewakili teman-teman yang memasuki masa purnabakti memohon maaf jika ada tingkah laku atau ucapan yang kurang berkenan pada rekan-rekan semua. Saya sendiri sering bercanda, namun itu semata-mata hanya untuk refreshing saja,” pungkasnya.

Lain pihak, Kepala Bapenda Jabar, H. Dadang Suharto, SH. MM. mengaku sedih dalam acara Pelepasan Purna Bhakti ini.

“Terus terang saja, secara pribadi saya sedih, karena pada hari ini saya harus melepas kawan-kawan, sahabat-sahabat, senior-senior saya yang telah mengabdi secara luar biasa ikut membesarkan dan mambangun bapenda yang sekarang berdiri kokoh,” ungkapnya.

H. Dadang Suharto, SH. MM.

Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari jasa, kontribusi dan pengorbanan, dan kerja keras dari bapak ibu semua. Oleh karena itu Dadang mengajak kepada ASN yang masih aktif agar selalu menjaga dan memperkuat apa yang telah rekan-rekan purna bhakti berikan agar Bapenda Jabar selalu jaya dan berkibar.

“Saya haturkan terima kasih atas semua jasa-jasa yang telah diberikan oleh senior-senior kita yang hari ini mamasuki masa purna bhakti. Semoga Allah SWT melimpahkan amal kepada bapak dan ibu berikan atas jasanya selama ini,”tuturnya.

Dadang Suharto menambahkan bahwa prestasi PNS atau ASN bukanlah pangkat atau jabatan yang tinggi, namun PNS dan ASN yang dapat menyelesaikan tugas dengan aman dan selamat. Oleh karena itu dirinya selaku wakil dari ASN Bapenda Jabar yang masik aktif bekerja memohon doa dari bapak-ibu dapat rekan-rekan menyelesaikan tugas dengan baik.

Penyerahan Kadedeuh dari Bapenda Provinsi Jabar kepada para Purna Bhakti

“Pelepasan ini bukanlah perpisahan, bapak-ibu tetap bagian keluarga dari Bapenda Jabar, hanya tugas yang berbeda. Pintu kami sangat terbuka, ini adalah rumah kita,” ucapnya saat mengakhiri sambutan Acara Pelepasan Purna Bhakti.

 

 

Rapat Kerja Awal Tahun Anggaran 2018

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Rapat Kerja Awal Tahun 2018, Senin (08/01/18). Rapat kerja ini adalah sebagai ajang konsolidasi dan penyusunan strategi kerja untuk menghadapi tantangan di tahun 2018.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah berbagai perubahan peraturan perundang-undangan yang dapat mempengaruhi kinerja Bapenda Prov Jabar.

 

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Prov Jabar, Dadang Suharto (kiri) didampingi Sekretaris, Wahyu Mijaya (kanan), serta dihadiri oleh seluruh Kepala CPPD se-Jabar.

 

Apel dan Doa Bersama di Awal Tahun 2018

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, mengawali kegiatan di tahun 2018 dengan melaksanakan Apel dan Doa bersama. (Pembaca Misi Visi Pemprov Jabar dan Bapenda Jabar : Heri dan Alam)

 

Apel Pagi dan Doa Bersama Awal Tahun 2018 dipimpin oleh Priyo Adinugroho.

 

Kepala Bapenda Jabar, Dadang Suharto mengatakan bahwa target di tahun 2018 adalah penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). “Tingkatkan kinerja dan soliditas, target kita tahun ini adalah penertiban KTMDU,” tuturnya.

Tasyakur Bi Ni’mah HUT Bapenda Ke 46

Hari ini, Senin (25/9/2017) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat ke 46. Sebelum memasuki acara Tasyakur Bi Ni’mah, seluruh karyawan Bapenda pusat hadir pada apel pagi yang dipimpin oleh Kasubag Kepegawaian Priyo Adinugroho dan Kepala Bapenda Jabar Dadang Suharto sebagai Pembina Apel.

 

Dadang Suharto menundukan kepala saat pembacaan doa HUT Bapenda Jabar.

 

Sebelum memasuki acara Tasyakur Bi Ni’Mah, seluruh karyawan Bapenda Jabar saling bersalaman.

 

(kiri-kanan) Sekretaris Bapenda Jabar, Wahyu Mijaya; Kepala Bidang Pendapatan II, Eem Sujaemah; Kepala Bapenda Jabar, Dadang Suharto; Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian, Emma Siti Fatima; Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Idam Rahmat; dan Kepala Bidang Pendapatan I , Agus Rakhmat bersiap untuk meniup lilin kue ulang tahun bapenda.

 

Wacana Inovasi Baru Dispenda, Samsat di Tempat Wisata

Sukses menciptakan berbagai ide inovatif dan visioner saat melakukan diklat, Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto SH MM mengaku bangga kepada abdi Negara di lingkungan kerjanya.
“Hasil inovasi dari tim kami ini mendapat apresiasi positif dari banyak orang, saya bangga,” kata Dadang dalam sambutannya saat rapat evaluasi tahunan di Aula Dispenda, belum lama ini.
Dadang mengaku inovasi yang disampaikan beberapa pegawai Dispenda melalui plat perubahan itu juga memukau penguji dan Kepala Badiklat.
Inovasi yang dipaparkan tersebut dinilai sebagai ide segar dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Dispenda Jawa Barat. Salah satu contoh ide yang dipaparkan adalah membayar pajak justru di hari libur, terutama di tempat wisata/rekreasi.
“Saya menilai ini banyak kreasi segar seperti Samsat tempat wisata atau kerjasama dengan perusahaan leasing untuk mendongkrak kemudahan membayar pajak. Walapun ide ini dulu sempat ada, kelebihan yang dipaparkan teman-teman ada pada tataran implementasinya,” pungkasnya. (**)

Kadispenda: Tugas Saya Gali Potensi Pendapatan Lebih Besar

Kepala Dispenda Jawa Barat Dadang Suharto bertekad menggenjot penerimaan asli daerah (PAD).

Menurutnya, target prestasi tersebut harus dicapai karena dirinya selalul memiliki tekad berusaha memberikan terbaik, dimanapun tempat usahanya.

Sebagai catatan, Dadang saat menjabat Kepala Biro Pengadaan Barang Daerah Setda Jabar dianggap sukses menangani persoalan ribuan aset Pemprov Jabar yang tercecer, sehingga berujung raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, suami Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Yeni Siti Saodah ini juga dinilai sukses mendorong konsep built operate transfer (BOT) sejumlah aset Pemprov sehingga memiliki nilai setelah dibangun pihak swasta.

“Karena itu, tugas saya sekarang menggali potensi pajak daerah yang masih besar,” ujar Dadang di Bandung, seperti dikutip sejumlah laman online.

Pada 2015 ini, RAPBD ditargetkan sebesar Rp 22,132 triliun lebih atau naik 11,17% dibanding pendapatan pada APBD 2014.

Pendapatan riil berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang banyak ditopang pajak daerah yang dihimpun Dispenda Prov. Jabar. Ini diproyeksikan mencapai Rp 15,38 triliun atau meningkat 18,01% dari tahun sebelumnya.

Kemudian Dana Perimbangan diproyeksikan mencapai Rp 2,7 Triliun lebih atau turun sebesar Rp 118,28 Milyar lebih. Sementara Pendapatan Daerah lainnya yang sah menurun sebesar Rp 4,8 Milyar lebih atau turun 0,12%.

Sekalipun dipatok tinggi, Dadang mengakui pekerjaannya menjadi lebih ringan karena Pejabat Sementara (Pjs) sebelumnya yakni Iwa Karniwa telah meletakan bangunan sistem yang kuat.

“Pak Iwa sudah membangun sistem dan soliditas, saya tinggal melanjutkan,” ujarnya. ***

Ini Dia Kepala Dispenda Baru

Kepala Biro Pengadaan Barang Daerah (PBD) Setda Jawa Barat Dadang Suharto dilantik Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada Jumat (24/10) kemarin. Pelantikan Dadang menggantikan posisi yang sebelumnya diisi sementara Iwa Karniwa menjadi kejutan dalam pelantikan. Baca selengkapnya