Sekda Jabar Menjadi Pembina Apel Pagi di Lingkungan Bapenda Jabar

Sekretaris Daerah Jawa Barat  Iwa Karniwa hadir sebagai pembina Apel Pagi yang berlangsung di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Senin (22/12).

Selain pegawai Bapenda Jabar Pusat, Apel Pagi dihadiri oleh beberapa pejabat dari kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD).

 

Sekda Jabar Iwa Karniwa didampingi Kaban Dadang Suharto bersilaturahmi dengan para pegawai Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat selepas pelaksanaan Apel Pagi.

Apel Besar dan Kenaikan Pangkat

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat menggelar apel besar dalam rangka Penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada 62 pegawai Bapenda Jabar.

Apel besar ini diikuti juga oleh seluruh Kepala CPPD se-Jawa Barat.

 

Secara simbolis Surat Keputusan Kenaikan Pangkat diserahkan kepada: 
1. Eri Iriansyah III/c menjadi III/d
2. Totong Mulyana III/c menjadi III/d
3. Nining Suhaeni III/b menjadi III/c
4. Nova Revianti Kartika  III/a menjadi III/b
5. Rochman III/a menjadi III/b
6. Edi Sobana  II/d menjadi III/a
7. Yedi Mochamat Taryadi II/c menjadi III/a 
8. Hj. Lilis Cartika Resmi II/c menjadi III/a 
9. Darmawan II/a menjadi II/b
10. Yayat Suhaya II/a menjadi II/b

 

Kepala Bapenda Jabar, Dadang Suharto mengingatkan agar selalu menjaga soliditas, kerjasama dan sama-sama bekerja agar tercipta keharmonisan di Lingkungan Bapenda Jabar.

 

Bapenda Jabar Gelar Acara Pelapasan Purna Bhakti

Purna Bhakti adalah akhir dari masa bakti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki usia tertentu yang ditentukan Undang-Undang. Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat yang menjunjung selalu tinggi soliditas di kalangan pegawai, menggelar acara Pelepasan Purna Bhakti di Aula Gedung Bapenda Provinsi Jabar, Jalan Soekarno Hatta No. 528, Kota Bandung, Kamis (11/1/2017).

Berikut rekan-rekan yang telah memasuki masa purnabakti di Bapenda Provinsi Jabar:

  1. Hj. CUCUN SUMIARSIH, M.Si.
  2. AGUS RAKHMAT, S.H., M.Si
  3. H.DADANG WARSONO,M.Si.
  4. DJADJA SUTEDJA, S.IP., M.M.
  5. SUDRAJAT WIJAYA KUSUMA
  6. IIS AISYAH, S.AP.
  7. SALIM, S.E.
  8. SAYID ENDANG SAPUTRA, S.H.
  9. ABDURRACHMAN, S.Sos., M.Si
  10. IMAS RATNAWANGSIH, S.E.,M.Si
  11. IRA DALILAH, M.AP.
  12. ROSMAN TRESNAYADI
  13. ARIE NUGRAHA
  14. YANI ROSTIANA
  15. MARLIANA
  16. NANA SUKARNA
  17. ADE ROHMAN, S.E.
  18. YETTY ROSYETI
  19. AGUS PRASENO
  20. I Y A N
  21. HARRY TRIANA
  22. EDI SUTARYAN
  23. RACHMAN WAHYUDIN, S.E.
  24. UTIH HERINARADI, S.E.
  25. TATANG WAHYU
  26. ABDULLOH
  27. RUDI MAULUDIN
  28. KOSASIH
  29. LILIS HASANAH
  30. NURHAYATI
  31. ADE MANSUR
  32. KUSNO SURYANTO,SH,MM
  33. HANNY DAHLIANI,MM
  34. ADE SUPARMAN
  35. YATI SURYATI

 

Dalam sambutan mewakili rekan-rekan yang memasuki masa purna bhakti, Drs. H. Dadang Warsono, M.Si. mengucapkan syukur atas perkembangan pelayanan publik yang semakin terdepan dalam melayani masyarakat. Ia pun sedikit menceritakan pengalaman masa baktinya dahulu.

Drs. H. Dadang Warsono, M.Si.

“Semoga teman-teman junior bisa mengikuti kami selesai bertugas dengan sehat. Zaman dulu, motor dinas saja hanya sedikit, jadi saling rebutan jika ada kegiatan dinas. Tapi Alhamdulillah, dulu dengan sarana prasarana yang minim namun target kami selalu tercapai” ungkapnya.

Mantan Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Karawang ini mengungkapkan, bahwa maksud dari mengulang kembali cerita pengalaman dulu untuk memotivasi rekan-rekan yang masih aktif di Bapenda Jabar, agar terus bekerja keras guna mencapai target dalam pekerjaan.

“Pada kesempatan ini, saya juga mewakili teman-teman yang memasuki masa purnabakti memohon maaf jika ada tingkah laku atau ucapan yang kurang berkenan pada rekan-rekan semua. Saya sendiri sering bercanda, namun itu semata-mata hanya untuk refreshing saja,” pungkasnya.

Lain pihak, Kepala Bapenda Jabar, H. Dadang Suharto, SH. MM. mengaku sedih dalam acara Pelepasan Purna Bhakti ini.

“Terus terang saja, secara pribadi saya sedih, karena pada hari ini saya harus melepas kawan-kawan, sahabat-sahabat, senior-senior saya yang telah mengabdi secara luar biasa ikut membesarkan dan mambangun bapenda yang sekarang berdiri kokoh,” ungkapnya.

H. Dadang Suharto, SH. MM.

Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari jasa, kontribusi dan pengorbanan, dan kerja keras dari bapak ibu semua. Oleh karena itu Dadang mengajak kepada ASN yang masih aktif agar selalu menjaga dan memperkuat apa yang telah rekan-rekan purna bhakti berikan agar Bapenda Jabar selalu jaya dan berkibar.

“Saya haturkan terima kasih atas semua jasa-jasa yang telah diberikan oleh senior-senior kita yang hari ini mamasuki masa purna bhakti. Semoga Allah SWT melimpahkan amal kepada bapak dan ibu berikan atas jasanya selama ini,”tuturnya.

Dadang Suharto menambahkan bahwa prestasi PNS atau ASN bukanlah pangkat atau jabatan yang tinggi, namun PNS dan ASN yang dapat menyelesaikan tugas dengan aman dan selamat. Oleh karena itu dirinya selaku wakil dari ASN Bapenda Jabar yang masik aktif bekerja memohon doa dari bapak-ibu dapat rekan-rekan menyelesaikan tugas dengan baik.

Penyerahan Kadedeuh dari Bapenda Provinsi Jabar kepada para Purna Bhakti

“Pelepasan ini bukanlah perpisahan, bapak-ibu tetap bagian keluarga dari Bapenda Jabar, hanya tugas yang berbeda. Pintu kami sangat terbuka, ini adalah rumah kita,” ucapnya saat mengakhiri sambutan Acara Pelepasan Purna Bhakti.

 

 

Rapat Kerja Awal Tahun Anggaran 2018

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Rapat Kerja Awal Tahun 2018, Senin (08/01/18). Rapat kerja ini adalah sebagai ajang konsolidasi dan penyusunan strategi kerja untuk menghadapi tantangan di tahun 2018.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah berbagai perubahan peraturan perundang-undangan yang dapat mempengaruhi kinerja Bapenda Prov Jabar.

 

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Prov Jabar, Dadang Suharto (kiri) didampingi Sekretaris, Wahyu Mijaya (kanan), serta dihadiri oleh seluruh Kepala CPPD se-Jabar.

 

Apel dan Doa Bersama di Awal Tahun 2018

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, mengawali kegiatan di tahun 2018 dengan melaksanakan Apel dan Doa bersama. (Pembaca Misi Visi Pemprov Jabar dan Bapenda Jabar : Heri dan Alam)

 

Apel Pagi dan Doa Bersama Awal Tahun 2018 dipimpin oleh Priyo Adinugroho.

 

Kepala Bapenda Jabar, Dadang Suharto mengatakan bahwa target di tahun 2018 adalah penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). “Tingkatkan kinerja dan soliditas, target kita tahun ini adalah penertiban KTMDU,” tuturnya.

Tasyakur Bi Ni’mah HUT Bapenda Ke 46

Hari ini, Senin (25/9/2017) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat ke 46. Sebelum memasuki acara Tasyakur Bi Ni’mah, seluruh karyawan Bapenda pusat hadir pada apel pagi yang dipimpin oleh Kasubag Kepegawaian Priyo Adinugroho dan Kepala Bapenda Jabar Dadang Suharto sebagai Pembina Apel.

 

Dadang Suharto menundukan kepala saat pembacaan doa HUT Bapenda Jabar.

 

Sebelum memasuki acara Tasyakur Bi Ni’Mah, seluruh karyawan Bapenda Jabar saling bersalaman.

 

(kiri-kanan) Sekretaris Bapenda Jabar, Wahyu Mijaya; Kepala Bidang Pendapatan II, Eem Sujaemah; Kepala Bapenda Jabar, Dadang Suharto; Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian, Emma Siti Fatima; Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Idam Rahmat; dan Kepala Bidang Pendapatan I , Agus Rakhmat bersiap untuk meniup lilin kue ulang tahun bapenda.

 

Gali dan Tindaklajuti Potensi Pajak Alat Berat Industri Pertambangan

Bapenda Jabar akan menggali dan menindak lanjuti potensi pajak dari alat berat yang ada di industri dan pertambangan demikian disampaikan Kepala Bapenda  Dadang Suharto dalam Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Pajak Daerah dan Retrebusi Daerah Provinsi Jawa Barat, kamis (03/08).

Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat bertujuan untuk mendorong pelaksanaan pemungutan pajak daerah sesuai UU No. 28 Tahun 2009  dan sejalan dengan kebijakan fiskal Pemerintah Pusat.

“Pemerintah telah menetapkan UU No. 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). UU ini sangat strategis dan mendasar di bidang desentralisasi fiskal namun terdapat beberapa perubahan dengan kebijakan yang cukup mendasar dalam penataan harmonisasi keuangan antara pusat dan daerah” tutur Dadang Suharto.

Melalui Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah juga dapat diketahui permasalahan dan dampak permasalahan pemungutan daerah terhadap peningkatan pendapatan daerah dan perekonomian daerah, pajak daerah dan retribusi daerah.

Dadang pun berharap hasil Forum Group Discussion pajak daerah dan retribusi daerah dapat diimplementasikan di daerah masing-masing untuk meningkatkan pendapatan daerahnya masing-masing.

Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat dihadiri pula Kepala Bidang Pendapatan II Hj. Eem Sujaemah,  serta dua narasumber Pejabat Direktorat Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Ditjen Perimbangan Keuangan – Kementerian Keuangan RI, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala Bapenda. BPKAD/DPKAD dan Bagian Hukum Setda Kabupaten/Kota se Jawa Barat.

 

Pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Sebanyak kurang lebih 400 pejabat dari Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemeritah Provinsi Jawa Barat dilantik oleh Gubernur Ahmad Heryawan, L.C., di Aula Gedung Sate Jl Diponegoro, Bandung, Jumat (28/07).

”Rotasi  dilakukan berdasarkan penilain hasil kerja serta kebutuhan untuk menjalankan fungsi tugas dan tanggung jawab dalam satuan Kerja. Bukan Karena kedekatan secara personil atau memberikan imbalan kepada Atasan, yang jelas Rotasi ini sebagai bentuk pembenahan yang lebih baik berdasarkan masukan dari setiap OPD dan untuk penyegaran,” ucap Gubernur Ahmad Heryawan yang akrab disapa kang Aher.

“Selain itu, rotasi dan mutasi dilakukan karena diperlukan penyegaran supaya pemimpin itu bisa lebih berkreasi, serta mampu menciptakan terobosan dan inovasi baru sesuai Dinamika yang ada,” Ahmad Heryawan, Aula Gedung Sate, Jumat (28/07).

Ahmad Heryawan  juga mengatakan, ”  Jawa Barat merupakan Provinsi pertama yang memberikan TPP lebih awal dari provinsi lain sejak tahun 2010 , Dan akan menaikan TPP di tahun 2018 mendatang sebesar 110% . Bahkan mejadi Pemerintah dengan jumlah ASN terbesar di Indonesia mencapai 29.000 ASN .dan 23.000 Honorer Yang mayoritas semua pejuang Pendidikan di wilayah Disdik Provinsi Jawa Barat , Sehingga di tahun 2017 Harus menyediakan Dana 1,7 Trilliun untuk menutupinya,dan Alhamdulillah semua terselesaikan dengan baik. ” Ungkap Heryawan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ketua Tim pengerak PKK Jawa Barat, Undangan Kepala Dinas dilingkungan Provinsi dan Perwakilan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat .