Syarat Duplikat STNK Kendaraan yang Hilang

Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK merupakan dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor (Ranmor) yang berbentuk surat atau bentuk lain yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik, identitas Ranmor dan masa berlaku termasuk pengesahannya. (Peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2012).

STNK merupakan salah satu kelengkapan yang harus selalu dibawa apabila mengendarai kendaraan bermotor. Karena, sebagaimana pengertian diatas STNK merupakan dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor. Apabila tidak dapat menunjukkan STNK kepada petugas ketika ada pemeriksaaan maka dapat dilakukan penindakan sesuai dengan Peraturan yang berlaku.

Bagaimana jika STNK kendaraan yang kita miliki hilang? Baik itu hilang karena terjatuh maupun karena diambil orang. Apa syarat dan mekanisme untuk membuat duplikat STNK kendaraan kita? Berikut kami informasikan kepada Baraya Bapenda Jabar dan Baraya Samsat Syarat dan Mekanisme untuk menerbitkan STNK di wilayah hukum Polda Jabar maupun Polda Metro Jaya.

Untuk Wilayah Hukum Polda Jabar

  1. Surat Pernyataan dan Permohonan Penerbitan STNK Duplikat
  2. BPKB Asli / Surat Keterangan Leasing / Keterangan Bank dan Fotokopi BPKB
  3. Cek fisik kendaraan. Kendaraan wajib dihadirkan
  4. Laporan Polisi dan BAP Satreskrim yang menerangkan kronologis kejadian.
    • Untuk Wilayah Kota Bandung dari Polrestabes
    • Untuk Wilayah selain Kota Bandung dari Polres
  5. Surat Keterangan Hasil Pengecekan Data Hilang Temu dari Bidang Telematika.
    • Untuk Wilayah Kota Bandung dari Polda Jabar
    • Untuk Wilayah selain Kota Bandung dari Polres
  6. Iklan Koran di 3 media berbeda serta melampirkan kwitansi pemasangan iklan dan guntingan iklan.
  7. KTP Pemilik / Surat Keterangan dari Disdukcapil dan Kartu Keluarga
  8. Proses penerbitan STNK Duplikat selama 2 (dua) minggu sejak berkas lengkap didaftarkan

Untuk Wilayah Hukum Polda Metro Jaya

  1. Surat Pernyataan Hilang dari Pemilik, bermaterai cukup
  2. Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian / SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu) di setiap Polres
  3. Surat Keterangan Hilang dari Unit Pelaksana Regident SAMSAT
  4. KTP Pemilik / Yang Menguasai Kendaraan Bermotor
  5. BPKB Asli / Surat Keteranga leasing / Keterangan Bank dan Fotokopi BPKB
  6. Cek fisik Kendaraan Bermotor dan kendaraan wajib dihadirkan di kantor Samsat Induk
Tag:

Silahkan gunakan Halaman Saran, Pengaduan & Permintaan Informasi, agar semua pertanyaan, saran, kritik dan keluhan Anda dapat kami respon dengan cepat dan efektif.
Kami tidak bisa memonitornya apabila Anda menuliskannya di kolom komentar.

Untuk mengetahui Informasi mengenai besaran Pajak Kendaraan Anda,
silahkan kunjungi halaman Info PKB.

4 balasan
  1. Reka Dwi Patria
    Reka Dwi Patria says:

    Untuk wilayah polda jabar kenapa harus ke media cetak ya? ini sungguh membuat kesulitan dalam pengurusan STNK yang benar-benar kendaraan jelas kepemilikannya, kalaupun mau ditambahkan harusnya pihak yg berwenang menyediakan tim media2 cetak di SELURUH AREA SAMSAT POLDA JABAR

    • Tim Artikel
      Tim Artikel says:

      Akan kami bantu sampaikan ke Tim Pembina Samsat Atensi yang diberikannya Pak/Bu.

      tks~stv

      • Muhammad Arya
        Muhammad Arya says:

        iya betul, masa sekelas jawa barat ngurus kaya ginian masih dibikin ribet, kalah sama daerah lain yang udah simple dan memudahkan masyarakat

  2. yohan
    yohan says:

    saya kehilangan bpkb motor karena pencurian di akhir 2018. kemudian saya urus untuk bikin bpkb duplikat sendiri sampai semua lengkap dan saya serahkan ke bagian bpkb di polres sumber. dan saya dapat resi surat untuk pengambilan bpkb nanti jika sudah jadi. setelah 1 tahun saya tanyakan ke staff bpkb, krena estimasi selesai 1 tahun. mengenai status bpkb duplikat saya ke bagian bpkb polres. ternyata belum jadi dengan alasan saya harus ngasih ongkos dulu buat dia ngurus ke polda bandung. 1juta 750rb + nanti bayar ke bjb 250rb. total jadi 2 juta. alasannya karena harusnya pemohon sendiri yang mengajukan ke polda bandung. alhasil karena hal ini sampai sekarang bpkb duplikat saya belum jadi. dan mengingat nilai jual motor yg terus turun seiring taun kayaknya enggak sebanding jika biaya sebesar itu. padahal pengen taat buat penghasilan negara.

    Pertanyaannya apakah benar untuk bpkb duplikat harus ngurus sendiri sampai ke polda jabar ?

Comments are closed.