DENGAN PERALATAN SEADANYA | KDM KOMANDOI PEMADAMAN API
KUNINGAN – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), memicu respons cepat dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Tiba di lokasi, KDM langsung turun tangan memimpin strategi pemadaman secara komprehensif, mulai dari urusan logistik darat, permohonan bantuan helikopter udara, hingga ikut membuka sekat bakar di garis depan api bersama warga setempat.
Kendala Medan Terjal dan Strategi Logistik Darat
Tiba di kaki gunung, KDM langsung berkoordinasi dengan tim gabungan TNGC, Polisi Kehutanan, Babinsa, dan masyarakat peduli api. Tim melaporkan bahwa api mulai berkobar sejak pukul 19:30 malam sebelumnya dan kini mulai membakar pepohonan besar akibat angin kencang dan tebalnya semak belukar yang mengering.
Kendala utama pemadaman darat adalah medan yang terjal, ketiadaan sinyal komunikasi, dan jarak sumber air yang memakan waktu. “Untuk ke sininya mobil tidak bisa karena jalan terjal, titik api terdekat sekitar 700 meter,” lapor Sudrajat, petugas di lapangan.
Menyikapi hal ini, KDM segera menyusun strategi agar ketersediaan air tetap terjaga. Ia meminta penambahan unit mobil double cabin 4×4 untuk mengangkut toren air sedekat mungkin ke titik nyala, serta menyiapkan mesin penyedot dan selang tembak sepanjang ratusan meter. KDM juga mengerahkan stafnya dan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menyuplai perlengkapan tambahan yang dibutuhkan tim di lapangan.
Darurat Water Bombing Heli, KDM Langsung Hubungi Wamenhan
Tim analis kebencanaan di lokasi menyampaikan bahwa metode penyekatan manual memiliki batasnya, terutama jika api sampai menyeberang ke kawasan Gunung Dulang. “Kalau sudah nyeberang ke Gunung Dulang, apinya semakin gede dan angin semakin kencang, tidak akan tertahan lagi. Harus cepat (pakai heli),” ujar petugas memberikan peringatan kritis.
Mendengar kalkulasi tersebut, KDM bertindak sigap. Di tengah ketiadaan sinyal yang stabil, ia mengonfirmasi telah menghubungi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) untuk meminta bantuan segera berupa armada helikopter pemadam udara (water bombing).
“Tadi sudah telepon Pak Wamenhan. Kalau untuk titik pengangkutan air dekat, bisa ngambil dari Danau Cipari. Lima kali terbang (heli) sebenarnya sudah mati (apinya),” tegas KDM. Sambil berseloroh ia menambahkan agar Pemprov Jabar kelak menganggarkan pembelian armada helikopter sendiri pada tahun depan untuk percepatan penanggulangan bencana serupa.
Semangati Relawan Tua: Janjikan Honor Tambahan dan Modal Ternak
Sisi humanis KDM selalu hadir di setiap kunjungannya. Di tengah kepungan asap dan panas, KDM menyapa Abah Supriadi, seorang petani warga Cibuntu yang sejak 2015 selalu gigih menjadi relawan pemadam kebakaran hutan Ciremai. Mengetahui dedikasi sang Abah yang memiliki dua ekor domba di rumahnya, KDM secara spontan memberinya modal tambahan sebesar Rp5 juta untuk memperbesar peternakannya.
“Semangat Abah, nanti saya kasih bonus. Semangat, teu kudu mikir anak pamajikan, ku aing paraban (tidak usah memikirkan makan anak istri, saya yang biayai). Yang malam sampai pagi belum tidur, nanti saya hitung semua personel siapkan, saya naikin honornya,” teriak KDM membakar semangat para petugas dan relawan agar tidak menyerah memadamkan api.
Ikut Pegang Golok Buka Sekat Bakar Alami
KDM tidak sekadar memberi instruksi dari kejauhan. Dengan peralatan seadanya, ia ikut mendaki menyusuri lereng untuk memastikan sekat bakar (fireline) terbentuk sempurna demi memutus rembetan lidah api.
Sembari memegang ranting dan memberi instruksi teknis di garis depan, KDM meminta relawan menebang pepohonan dan semak kering yang berpotensi menjadi jembatan api. “Goloknya mana? Ini dipotong. Tidak boleh ada penyambung. Dibabat Pak, ditarik, yang kering-keringnya dipotong biar apinya tidak menyeberang,” seru KDM di tengah hembusan angin kencang sambil terus mengawal tim hingga kepulan asap mulai mereda.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=h1alT0P1Db0









