GAGASAN ORIGINAL KDM DIUJI PARA PROFESOR | INI ISI DIALOG AKADEMISNYA
Gagasan original yang diusung oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengenai transformasi ideologi politik tradisional Sunda yang merepresentasikan figur Si Kabayan dan Bujang Manik, mendapatkan pengujian serta bedah akademis yang mendalam dari para guru besar dan akademisi. Forum dialog ini mengupas tuntas pentingnya mengangkat kembali local knowledge (pengetahuan lokal) dalam percaturan politik di tengah dominasi hegemoni global.

Dalam sesi dialog terbuka tersebut, Prof. Oekan S. Abdoellah bersama para akademisi menyoroti relevansi pemikiran tradisional Sunda yang dipadukan dengan pendekatan modern, atau yang kerap diidentifikasikan sebagai neo-tradisionalisme. Diskusi menyoroti bahwa konsep pekarangan dan tradisi lokal bukan sekadar warisan budaya atau praktik ekologis semata, melainkan manifestasi nyata dari kemandirian, otonomi, serta bentuk perlawanan terhadap hegemoni pengetahuan barat (decolonization of knowledge).
“Selama ini kita kerap mempelajari ilmu-ilmu yang bersumber dari barat yang kerap menafikan local knowledge itu sendiri. Padahal, jika dibaca secara politis, ketahanan dan kemandirian masyarakat desa menunjukkan otonomi yang kuat,” ujar Prof. Oekan dalam ulasannya.
Menanggapi berbagai masukan, kritik konstruktif, serta catatan metodologis dari para profesor terkait penggunaan teori, kerangka berpikir, hingga desain etnografi politik, KDM menjelaskan bahwa penekanan terhadap budaya dan politik lokal bertujuan untuk meneguhkan kembali eksistensi jati diri masyarakat Sunda di tengah era digitalisasi dan urbanisasi.
Diskusi akademis ini juga menyoroti pentingnya keterbukaan berpikir (inclusivism) masyarakat Sunda yang harus diimbangi dengan penguatan identitas agar tidak kehilangan jati diri di masa depan. Melalui perpaduan antara filosofi tradisional dan modernitas (kiwari jeung jaga lembur), gagasan ini diharapkan mampu memperkaya diskursus ilmu pengetahuan, khususnya dalam merumuskan politik lokal yang adaptif terhadap dinamika global.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HMX6XTJjchw









