GUNUNG GEDE HAMPIR TERBAKAR | KDM BERIKAN BONUS UNTUK 482 ORANG WARGA PADAMKAN API
Kang Dedi Mulyadi (KDM), mendatangi kawasan kaki Gunung Gede Pangrango untuk menemui langsung ratusan warga dan relawan lokal yang telah berjuang memadamkan titik api kebakaran hutan. Kehadiran KDM merupakan bentuk apresiasi, rasa hormat, sekaligus kepedulian terhadap komitmen warga dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam kesempatan tersebut, KDM memberikan kompensasi serta honorarium pengganti uang lelah bagi 484 relawan lokal yang terlibat aktif dalam proses pemadaman. Para relawan yang telah mengorbankan waktu dan mata pencaharian mereka selama berhari-hari mendapatkan dana kompensasi hingga Rp600.000 per hari, sesuai dengan jumlah durasi keterlibatan masing-masing. Selain itu, bonus dan apresiasi pribadi secara khusus diserahkan kepada penemu titik api pertama dan tim pemadam awal yang bergerak cepat mencegah kebakaran meluas di area puncak.

KDM berdialog dengan Ripal, relawan yang pertama melihat api
Apresiasi untuk Perjuangan Relawan Lokal
KDM menekankan bahwa kehadiran pemerintah dan tokoh masyarakat sangat penting untuk menghormati pengorbanan warga. Meskipun berhadapan dengan medan yang sulit, keterbatasan alat, serta pasokan air yang jauh, dedikasi warga dinilai telah berhasil menyelamatkan ekosistem Gunung Gede.
Sistem Mitigasi Kebakaran Hutan di Puncak
Menyikapi kendala pemadaman di lapangan, KDM merumuskan beberapa solusi preventif ke depan, antara lain:
1. Penyiapan pos penyimpanan alat pemadam di titik rawan kawasan pendakian.
2. Pembuatan jalur serta akses pompa/sumber air di area strategis hutan.
3. penggunaan bungkus atau wadah plastik sekali pakai bagi para pendaki.
Pembersihan Komersialisasi & Penataan Kawasan Hutan
KDM menyoroti pentingnya tata ruang dan pembenahan fasilitas pendakian. Beliau meminta penataan ketat agar kawasan Gunung Gede tidak dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan maupun dikomersialisasi secara berlebihan. Gunung Gede dinilai memiliki peran vital sebagai penopang kehidupan dan sumber daya alam warga Jawa Barat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=KiZ2liHiGHg









