CAMAT COBLONG MAKIN GESIT | BAH ADUL JUALAN CENDOL TIAP TAHUN KURBAN SAPI
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah guna memangkas jarak, menekan biaya logistik, dan menggerakkan roda perekonomian warga.
Peresmian Jembatan Cisa: Pangkas Waktu Perjalanan Cianjur–Bandung
Dalam video dokumentasi terbaru, diresmikan Jembatan Cisaep yang terletak di ruas batas Kabupaten Bandung dan Cianjur (Kebon Muncang – Cikadu). Jembatan dengan bentang sepanjang 6,5 meter ini dibangun untuk menggantikan akses lama yang sebelumnya menyulitkan mobilitas warga.
Keberadaan jembatan ini menghubungkan langsung wilayah Cikadu di Cianjur Selatan dengan Ciwidey di Kabupaten Bandung. Jalur yang sebelumnya memerlukan waktu seharian kini terpangkas drastis menjadi sekitar 1 jam saja, sehingga memudahkan distribusi hasil bumi, aktivitas warga, serta mendongkrak sektor pariwisata di kawasan pegunungan Ciwidey.

Kunjungan Lapangan & Inspirasi “Abah Adul”, Tukang Cendol Teladan Kebersihan
Selain meninjau infrastruktur jembatan di perbatasan, kegiatan peninjauan lapangan juga berfokus pada kebersihan tata kota di kawasan Kecamatan Coblong, Kota Bandung, bersama aparat setempat (Camat Coblong). Dalam peninjauan ini, disoroti pentingnya penambahan petugas kebersihan serta evaluasi fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) dan penataan kabel utilitas bawah tanah.
Momen menarik terjadi ketika peninjauan berdialog dengan Abah Adul, seorang pedagang cendol keliling berusia senja yang mangkal di trotoar kawasan tersebut. Dari hasil berjualan cendol sehari-hari dan setelah mencukupi kebutuhan hidup serta menyekolahkan anak, ia rutin menyisihkan tabungan (arisan kurban) setiap tahun untuk bisa berkurban sapi secara konsisten.
Abah Adul menyampaikan komitmennya untuk tidak hanya mencari rezeki di tempat umum, tetapi juga ikut menjaga kebersihan trotoar tempatnya berjualan dengan rutin menyapu dan membersihkannya, sebagai bentuk syukur atas nikmat tempat usahanya.
Apresiasi dan Pesan Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah mengapresiasi semangat gotong royong dan kesadaran ekologis dari masyarakat kecil seperti Abah Adul, yang membuktikan bahwa kebersihan lingkungan dan kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Pembangunan infrastruktur fisik yang baik harus diimbangi dengan mentalitas warga yang merawat ruang publik dengan penuh tanggung jawab demi kenyamanan bersama dan kemajuan pariwisata daerah.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=j2yXUN7NAbM








