Kampung Kranggan di Kota Bekasi Masih Bertradisi Sunda | Ini Rencana Penataan
Di tengah melesatnya pembangunan dan modernisasi Kota Bekasi, Kampung Adat Kranggan yang terletak di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, terbukti konsisten merawat tradisi serta kearifan lokal adat Sunda. Apresiasi dan komitmen penguatan budaya tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam kunjungannya ke pemukiman adat tersebut.
Dalam peninjauannya, Kang Dedi Mulyadi menyoroti ketahanan nilai sosial dan budaya warga Kranggan yang diteruskan lintas generasi. Mulai dari arsitektur rumah adat panggung berbahan kayu, busana adat, hingga upacara adat seperti Babarit(sedekah bumi). Keberadaan Kranggan menegaskan bahwa identitas budaya Sunda tetap kokoh berdiri meski berada di kawasan megapolitan penyangga ibu kota.
“Masyarakat Kranggan membuktikan bahwa kemajuan perkotaan tidak harus menggusur kearifan lokal. Konsistensi merawat adat Sunda di sini adalah aset budaya luar biasa yang wajib kita jaga dan kembangkan bersama,” tegas KDM.

Gubernur Jawa Barat berdialog dengan salah satu warga kampung
Rencana Pengembangan Kawasan Adat
Sebagai bagian dari langkah konkret mendukung keberlanjutan Kampung Adat Kranggan, terdapat beberapa poin utama rencana pengembangan yang disiapkan:
1. Penguatan Potensi Wisata Edukasi Budaya: Menjadikan Kranggan sebagai pusat edukasi seni, sejarah, dan cagar budaya hidup (living heritage) di wilayah Jabodetabek.
2. Perlindungan Tata Ruang Kawasan: Menjaga kelestarian arsitektur serta lingkungan pemukiman adat dari ancaman alih fungsi lahan dan komersialisasi tak terkendali.
3. Pemberdayaan Generasi Muda: Mengajak Karang Taruna dan pemuda lokal aktif mengelola seni pertunjukan, kerajinan tradisional, serta agenda kebudayaan daerah secara berkelanjutan.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=0_pFn9cAxc0








