FIFA ASEAN CUP DIGELAR DI BANDUNG | INI HARAPAN KDM UNTUK WARGA JABAR
BANDUNG – Kota Bandung kembali mendapat kepercayaan besar di kancah sepak bola internasional. Setelah sukses menyelenggarakan Piala Dunia U-17, kini Bandung didapuk menjadi salah satu tuan rumah untuk perhelatan bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026. Acara peresmian trofi dan konferensi pers tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Walikota Bandung Muhammad Farhan serta jajaran tokoh dan legenda sepak bola nasional.

Erick Thohir: Kesempatan Dorong Ekonomi dan Pendidikan Sepak Bola
Dalam keterangannya, Erick Thohir menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung. Ia menyebutkan bahwa negara-negara Asia Tenggara akan mengirimkan tim dan pemain terbaiknya, termasuk Filipina, Vietnam, dan Thailand.
Menurut Erick, ajang ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. “Kita coba putar ekonomi melalui sepak bola. Ada yang jual baju, jual makanan, dan kita adakan festivalnya,” ujar Erick.
Sebagai bentuk apresiasi bagi penonton setia, Erick juga mengumumkan akan ada kejutan spesial dari panitia dan FIFA. “Nanti dilihat dari tiketnya, di babak halftime (jeda waktu), akan ada dua motor listrik dan empat sepeda listrik sebagai hadiah bagi penonton di Bandung,” tambahnya.
Pemilihan Bandung sebagai lokasi dinilai tepat karena fasilitas stadion yang sudah berstandar internasional dan dukungan kuat dari pemerintah daerah. “Bandung sudah punya fasilitas kelas internasional. Kalau tidak diisi kegiatannya, mubazir. Oleh karena itu event FIFA kita bawa ke sini lagi,” tegas Erick.
KDM: Sepak Bola Adalah Ruang Ekspresi dan Kebahagiaan
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, KDM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSSI atas kepercayaan yang diberikan. Menurut KDM, perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 akan memberikan dampak ganda yang luar biasa bagi masyarakat Jawa Barat.
“Pertama, tentu berefek pada ekonomi seperti penjualan tiket dan bagi para pedagang. Tapi yang kedua dan paling utama adalah efek bahagia. Olahraga adalah tempat orang untuk berbahagia dan mengekspresikan suaranya. Mudah-mudahan investasi sepak bola terus meningkat,” ungkap KDM.
KDM juga menegaskan bahwa terpilihnya Bandung membuktikan bahwa kota ini aman, masyarakatnya ramah dan terbuka, serta selalu menghadirkan antusiasme penonton yang luar biasa.
Pesan KDM untuk Jawa Barat yang Lebih Baik
Di sela-sela acara, KDM juga merespons berbagai aspirasi yang muncul, baik soal pembangunan maupun pelayanan publik. KDM menekankan bahwa di era media sosial, pemimpin harus tanggap berinteraksi langsung dengan warga.
“Masyarakat Jawa Barat sekarang sudah kritis. Interaksinya langsung dengan kepala daerah. Misalnya ada warga yang mengadu butuh uang untuk berobat karena tak ter-cover BPJS, saya langsung respons dan selesaikan. Kita berikan yang terbaik saja untuk masyarakat,” pungkas KDM, sembari juga menyampaikan bahwa penataan kawasan publik seperti Cihampelas terus berjalan sesuai rencana demi mewujudkan Jabar Istimewa.
Perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung ini diharapkan tak hanya menjadi ajang persaingan sengit antarnegara Asia Tenggara, melainkan juga sebuah perayaan olahraga yang membawa kemakmuran dan kegembiraan bagi masyarakat lokal.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7caoaxcqi24









