WARGA DESA BANYAK YANG TAK PUNYA MCK | PERTANYAAN KDM BIKIN NGAKAK
Kehadiran Kang Dedi Mulyadi (KDM), di kawasan pedesaan membawa angin segar bagi penataan infrastruktur dan peningkatan taraf hidup masyarakat kecil. Kunjungan peninjauan fasilitas publik dan program perbaikan rumah warga menjadi momentum bagi KDM untuk memastikan kebijakan pembangunan tepat sasaran, menyentuh langsung aspek ekonomi rakyat, serta menyelesaikan krisis sanitasi di tingkat desa.

KDM berdialog dengan warga desa
Pemberdayaan Pengrajin Lokal Melalui Penggunaan Bilik Bambu
Dalam peninjauan fasilitas rumah warga penerima bantuan renovasi, KDM secara khusus menyoroti penggunaan material bangunan. Ia memberikan arahan agar pembangunan rumah lebih mengutamakan penggunaan bilik bambu atau hinis, ketimbang material pabrikan seperti GRC maupun asbes yang berisiko memicu gangguan kesehatan pernapasan.
Langkah ini diambil dengan pertimbangan ekonomi kerakyatan. KDM menjabarkan hitungan kalkulasi yang menunjukkan bahwa penggunaan bilik bambu dalam proyek perbaikan rumah mampu menggerakkan perputaran uang dalam jumlah fantastis. Aliran dana tersebut dipastikan mengalir langsung ke kantong para pengrajin bambu di pelosok daerah, menjaga agar industri kecil masyarakat tetap hidup dan roda perekonomian lokal berputar. Hal ini dinilai jauh lebih bermanfaat dibandingkan membelanjakan anggaran untuk material pabrikan dari luar daerah.
Sorotan Tajam Terhadap Minimnya Data Fasilitas Sanitasi Warga
Perhatian KDM berlanjut pada isu kesehatan lingkungan, khususnya ketersediaan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Dalam interaksinya dengan warga dan perangkat desa, terungkap kebiasaan lingkungan di mana sebagian masyarakat masih terbiasa membuang hajat di kebun atau ke aliran sungai akibat ketiadaan toilet pribadi.
Mendapati realitas tersebut, KDM meminta data terperinci jumlah warga tanpa MCK kepada perangkat desa. Ketidakmampuan aparat desa dalam menyajikan data akurat memicu teguran tegas. KDM mendesak seluruh jajaran pemerintah desa untuk turun ke lapangan, melakukan pendataan valid, dan bersikap jujur atas kondisi riil kebutuhan dasar warganya. Ketegasan ini merupakan bentuk komitmennya agar program bantuan sanitasi dari pemerintah tidak salah sasaran.
Komitmen Mewujudkan Desa Percontohan Seratus Persen Fasilitas MCKS
Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, KDM merancang target besar untuk menjadikan desa yang dikunjunginya sebagai daerah percontohan di wilayah Jawa Barat. Ia menginstruksikan agar seluruh rumah tangga di kawasan tersebut mendapatkan bantuan dan wajib memiliki fasilitas toilet mandiri beserta bak penampungan (septic tank) yang sehat.
Penyediaan sarana MCK dinilai sangat esensial karena bersentuhan langsung dengan upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat pedesaan. KDM menggarisbawahi prinsip utama standar kesejahteraan rakyat, yakni pembangunan jalan raya mulus harus selalu diimbangi dengan akses rumah layak huni serta fasilitas sanitasi memadai bagi seluruh warga miskin tanpa terkecuali.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I_IjLE5HIyc









