289 KK DI DESA WADAS DULU HUNI KALI PJT | KINI SEGERA MILIKI RUMAH RUMAH SENDIRI
KARAWANG – Kabar gembira membawa kelegaan bagi ratusan Kepala Keluarga (KK) yang sebelumnya terpaksa menetap di bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran Kali Perum Jasa Tirta (PJT), Desa Wadas, Kabupaten Karawang. Penantian panjang mereka untuk memiliki hunian yang resmi dan layak akhirnya terjawab berkat bantuan langsung dan langkah taktis dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Dalam tinjauannya langsung ke lapangan, KDM berdialog dengan para warga eks bantaran Kali PJT. Mayoritas dari warga tersebut menceritakan kisah pilu karena tidak memiliki tanah sendiri dan terpaksa menempati lahan negara yang merupakan warisan garapan dari orang tua mereka secara turun-temurun.

Gubernur Jawa Barat berdialog dengan salah satu warga desa
Bantuan Dana Pembangunan Rumah dan Pengadaan Lahan
Melalui perbincangannya bersama Kepala Desa Wadas, KDM memastikan bahwa sebanyak 284 hingga 289 KK yang terdampak akan mendapatkan bantuan dana untuk membangun rumah baru. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada warga, yakni tahap pertama sebesar Rp 25 juta, dan akan disusul tahap kedua sebesar Rp 15 juta, sehingga total dana mencapai Rp 40 juta per keluarga saat lahan sudah tersedia.
Terkait ketersediaan lahan, KDM dan pihak desa berdiskusi untuk melakukan sistem pengadaan tanah bersama. Kepala Desa menyebutkan ada lahan darat di daerah Citaman yang ditaksir dengan harga Rp 200 ribu per meternya. Melalui skema ini, warga nantinya tidak perlu pusing membeli lahan, melainkan tinggal membangun rumah di atas kapling tanah yang telah disediakan oleh pengadaan tersebut.
Selain itu, KDM juga menyoroti potensi aset desa seluas 27 hektare yang saat ini dikuasai oleh pihak perusahaan kawasan industri (KJIE). Ia merencanakan untuk memanggil pihak perusahaan guna meminta kompensasi pembebasan lahan berupa tanah pengganti, yang nantinya dapat dialokasikan untuk warga yang belum memiliki tempat tinggal.
Penanganan Infrastruktur Sungai dan Ganti Rugi Dampak Pembongkaran
Kepedulian KDM tidak berhenti pada penyediaan hunian. Ia juga merespons cepat keluhan terkait infrastruktur pengairan sungai. KDM langsung menyetujui dan siap memberikan alokasi dana sebesar Rp 100 juta yang dibutuhkan untuk membangun bak pembagi air, yang sangat penting guna mencegah banjir serta mengatur aliran air ke area persawahan warga.
Di akhir kunjungannya, KDM kembali menunjukkan sisi empatinya ketika didatangi oleh seorang warga yang rumahnya ikut terdampak, retak, dan bolong akibat terkena alat berat (beko) pada saat proses pembongkaran bangli berlangsung. KDM langsung meminta nomor rekening warga tersebut melalui Kepala Desa dan berjanji akan memberikan dana ganti rugi perbaikan.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=B80GzqY9M4o









