INI PESAN KDM SAAT MELEPAS ALM. H. DANNY SETIAWAN MANTAN GUBERNUR JABAR
BANDUNG – Suasana duka menyelimuti warga Jawa Barat atas wafatnya salah satu putra terbaik sekaligus sesepuh tatar Sunda, Dr. H. Danny Setiawan, M.Si., yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Upacara pelepasan jenazah di kediaman almarhum dipimpin langsung secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi (KDM), pada Sabtu, 19 September 2026.
Dalam pidato pelepasannya yang dibawakan dalam bahasa Sunda yang kental akan nilai-nilai spiritual, KDM menyampaikan belasungkawa dan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum.
“Warga Jawa Barat dikantunkeun ku sesepuhna (ditinggalkan oleh sesepuhnya). Beliau adalah salah satu putra tatar Sunda terpilih yang pernah berbakti untuk bangsa dan negara hingga memimpin Jawa Barat. Beliau pemimpin yang adil, bijaksana, suka menolong yang butuh, menemani yang takut, dan menerangi kegelapan,” tutur KDM di hadapan keluarga dan para pelayat yang hadir.

KDM di rumah duka mantan Gubernur Jawa Barat
Jasa Besar Danny Setiawan bagi Karier Politik KDM
Selepas memimpin upacara pelepasan, KDM membagikan kenangan mendalamnya bersama almarhum kepada awak media. KDM mengakui bahwa Danny Setiawan adalah sosok mentor yang sangat berjasa dalam perjalanan karier politiknya, mulai dari saat ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati hingga mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta.
“Salah satu ide saya waktu jadi Wakil Bupati yang direspons dan berwujud adalah membuat sekolah berbasis kesundaan atau ekologi, yaitu SD Kahuripan Pajajaran. Sempat anggarannya digeser, tapi oleh beliau dibantu lagi hingga terwujud megah sampai sekarang. Beliau juga yang men-support dan mendorong saya saat pertama kali mencalonkan diri menjadi Bupati,” kenang KDM.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap visi almarhum yang sangat peduli pada ekonomi pedesaan melalui program ‘Raksa Desa’ di masa lalunya, KDM menyatakan akan melanjutkan semangat pembangunan pedesaan tersebut. Namun, pendekatannya kini diubah dari pinjaman dana bergulir menjadi pembangunan infrastruktur fisik secara langsung agar dampaknya lebih nyata dirasakan warga tanpa risiko kredit macet.
Kisah Teguran: Dari Tolak Pembuangan Sampah hingga Pakaian Hitam
Tak hanya kenangan manis, KDM juga membagikan momen-momen “nakal” masa lalunya saat kerap kali berdebat dan ditegur oleh Danny Setiawan.
Momen paling berkesan bagi KDM adalah saat Bandung mengalami kondisi darurat sampah. Saat itu, Danny Setiawan selaku Gubernur telah menetapkan Purwakarta sebagai lokasi pembuangan akhir. KDM yang kala itu berstatus Wakil Bupati Purwakarta secara terang-terangan menolak keputusan tersebut.
“Saya ditelepon, ‘Maneh mah, geus diputuskeun ku Muspida Provinsi kunaon nolak pembuangan sampah?’ (Kamu ini, sudah diputuskan Muspida Provinsi kenapa menolak?). Tapi dengan bijaknya beliau, akhirnya lokasi pembuangannya dipindah ke Sarimukti, Bandung Barat,” cerita KDM sambil tersenyum mengenang kebijakan mendiang.
Teguran lain yang tak terlupakan adalah soal gaya berpakaian KDM. Saat menghadiri pertemuan kepala daerah di Jatinangor, KDM tampil beda mengenakan pakaian serba hitam, sementara yang lain mengenakan seragam dinas. “Saya ditegur, ‘Atuh pakai baju (dinas) lah.’ Saya jawab, ‘Nu penting mah gawena (Yang penting kan kerjanya),'” tutup KDM mengenang kehangatan dan kedekatan personalnya dengan almarhum.
Mendiang Danny Setiawan rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Purwakarta. KDM mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya dan ditempatkan di surga.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=H1xkoP2ewl4









