Tabung Gas Bocor, Kompor Meledak | 2 Meninggal, 4 Dirawat | Ini Langkah KDM
Musibah akibat bocornya tabung gas LPG 3 kg yang memicu ledakan kompor melanda sebuah pemukiman warga di kawasan Kabupaten Bekasi. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan enam orang warga dalam satu ikatan keluarga menjadi korban. Dua orang di antaranya seorang suami dan anaknya yang berusia 7 tahun meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis, sementara empat anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan.
Musibah berawal ketika penghuni rumah menyadari adanya kebocoran gas tabung LPG 3 kg yang mengeluarkan suara nyaring. Untuk mengamankan situasi, tabung yang bocor sempat dilepas dan direndam ke dalam bak air. Namun, diduga akibat konsentrasi gas yang sudah terakumulasi di dalam ruangan tertutup serta adanya aktivitas pemasangan tabung baru atau penyalaan kompor kembali, ledakan api tak terhindarkan dan membakar area dapur hingga menjangkau ruangan sekitarnya.
Mendengar kabar musibah tersebut, Kang Dedi Mulyadi (KDM), meninjau langsung lokasi tempat kejadian musibah untuk melihat kondisi bangunan dapur yang terbakar serta bertatap muka dengan keluarga korban.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengambil langkah cepat untuk penanganan medis dan bantuan finansial:
Penyaluran Santunan Duka Cita: Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, diserahkan santunan duka cita total sebesar Rp50.000.000,- (masing-masing Rp25.000.000,- untuk dua korban meninggal dunia) yang bersumber dari dana infak dan zakat ASN Jawa Barat.
Penanganan dan Rujukan Medis Korban Luka: KDM menginstruksikan tim penanganan dan tim rujukan medis untuk mengawal pemindahan para korban luka bakar yang dirawat di rumah sakit setempat ke rumah sakit rujukan utama (seperti Dr. Hasan Sadikin Bandung) guna mendapatkan tindakan medis/bedah plastik yang memadai.
Bantuan Operasional Keluarga: Menanggung seluruh kebutuhan dan biaya operasional penunjang selama pendampingan pasien di rumah sakit, termasuk bantuan uang tunai sebesar Rp10.000.000,- untuk bekal logistik, transportasi, dan kebutuhan keluarga penunggu pasien.
Fasilitas Pengawalan Rujukan: Mengirimkan armada kendaraan serta tim ajudan pribadi untuk mengawal dan memastikan koordinasi antar-rumah sakit melalui sistem rujukan terpadu (SISRUTE) berjalan lancar tanpa kendala administratif.
Melalui penanganan ini, diharapkan para korban selamat yang tengah dalam perawatan kritis dapat segera mendapatkan tindakan medis intensif hingga pulih sepenuhnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan atas musibah yang terjadi.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=smBsy_3UZTk


