Terlambat Urus Dulu Yang Ketabrak Di Jalan | Ini Yang Disampaikan KDM di SOKSI Jabar
Kang Dedi Mulyadi (KDM), menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Sentral Organisasi Karyawan Swakarya Indonesia (SOKSI) Jawa Barat.
Di hadapan para kader dan jajaran pengurus, Dedi Mulyadi menyampaikan pidato kebangsaan yang menyoroti rekonstruksi pemikiran ideologi organisasi, penguatan politik emosional/kultural, ketahanan energi lokal, serta keadilan ekonomi bagi masyarakat kelas bawah.
Kedatangan Kang Dedi Mulyadi di lokasi acara sempat terhenti karena ia terlebih dahulu menolong korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya. KDM memastikan korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan operasional untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit secara tuntas.
KDM menegaskan bahwa tradisi menolong sesama di jalan merupakan bagian dari komitmen nilai kemanusiaan yang telah dibiasakannya sejak lama.
Dalam pengarahannya pada forum Musda SOKSI Jabar, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah poin strategis:
Politik Kultural dan Ikatan Emosional: KDM mengingatkan bahwa dalam mengelola organisasi politik, keterikatan tidak boleh hanya dibangun secara formalis. Politisi sejati harus merawat hubungan emosional, rajin turun ke lapangan, dan konsisten membantu persoalan nyata warga (pendidikan, rumah tidak layak huni, hingga santunan yatim) di luar momentum pemilu.
Keadilan Ekonomi bagi Pekerja Perkebunan: KDM menyoroti nasib para pemetik teh dan buruh perkebunan yang dinilai belum menikmati keadilan ekonomi secara optimal, meski berkontribusi besar terhadap sektor pariwisata dan ekosistem Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar tengah merancang program perbaikan hunian (rumah bedeng) bagi para pekerja perkebunan.
Kemandirian Energi Desa via Air Terjun: Menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai kemandirian energi dan pangan, KDM mendorong optimalisasi potensi air terjun dan mikrohidro lokal untuk membangkitkan listrik mandiri desa. Langkah ini ditujukan agar kekayaan alam sekitar dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat secara ramah lingkungan.
Proteksi Sumber Daya Alam dan Kepemilikan Saham Daerah: Guna mencegah kerusakan lingkungan dan penyesatan tata ruang yang kerap memicu bencana, KDM menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk menata ulang izin eksploitasi alam. Pada proyek-proyek strategis (seperti pertambangan), daerah (Pemda/BUMD) harus menjadi pemegang saham agar hasilnya dapat dirasakan bagi kemakmuran rakyat.
Klarifikasi Fiskal dan Penjaminan Layanan Kesehatan: Terkait isu penyesuaian anggaran/defisit fiskal daerah, KDM menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat optimasi alokasi pembangunan maksimal serta penundaan dana bagi hasil dari pusat. Meski demikian, kondisi keuangan daerah tetap terkendali dan Pemprov Jabar menjamin seluruh pembiayaan layanan kesehatan masyarakat miskin yang dirawat di rumah sakit terus berjalan.
Peningkatan Iklim Investasi dan Budaya Masyarakat: KDM mengajak pemerintah daerah (kabupaten/kota) serta masyarakat untuk memberantas tindakan pungli dan premanisme agar iklim investasi serta pariwisata dapat berkembang dengan baik demi membuka lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Melalui penegasan ini, Dedi Mulyadi mengajak seluruh kader SOKSI dan elemen politik untuk berfokus pada kerja-kerja nyata, menjaga kelangsungan ekosistem lingkungan, serta mendukung program strategis nasional demi terwujudnya kesejahteraan rakyat secara luas.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=jHyFPteUnD4



