INI PESAN ORASI ILMIAH KDM | DIES NATALIS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNDIP SEMARANG
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menghadirkan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai pembicara utama dalam Sidang Senat Terbuka memperingati Dies Natalis. Dalam orasi ilmiahnya yang sarat akan refleksi budaya dan sosial, KDM menekankan bahwa kebudayaan bukan sekadar kesenian masa lalu, melainkan fondasi utama, akar kehidupan, serta landasan ideologi pembangunan karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan era digital.

KDM Berorasi di Dies Natalis FIB Undip
Di hadapan civitas akademika, mahasiswa, dan para tamu undangan, KDM menyampaikan sejumlah pokok pikiran penting mengenai peradaban, kepemimpinan, dan tantangan zaman.
KDM memaparkan bahwa kebudayaan tidak boleh disempitkan hanya pada persoalan gamelan, karawitan, atau bentuk kesenian semata. Kebudayaan adalah siklus utuh kehidupan yang menjadi batang dan akar dari segala produktivitas ilmu pengetahuan, sains, hingga tata ruang peradaban manusia.
Dalam pandangan filosofisnya yang berpijak pada kearifan lokal Nusantara, KDM menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki empat entitas dasar dalam dirinya: tanah, air, udara, dan api (panas). Ketika keempat entitas ini disatukan dan disenyawakan dengan lingkungan sekitar, hal itu akan melahirkan identitas, ideologi, serta watak kasih sayang yang selaras dengan alam.
Menurut KDM, problematika utama bangsa Indonesia saat ini bukanlah terletak pada perdebatan wacana filosofis atau ideologi semata, melainkan pada kurangnya ketauladanan nyata yang diperlihatkan oleh para pemimpin. Di era politik digital yang transparan dan tanpa batas, seorang pemimpin dituntut untuk otentik, berani bertanggung jawab, serta responsif terhadap dinamika publik.
KDM juga mengingatkan pentingnya memperkuat kedaulatan bangsa agar tidak mudah terhegemoni oleh pengaruh luar. Melalui pemahaman sejarah, filosofi pewayangan, dan ketahanan budaya, bangsa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadikan kekayaan lokal sebagai kekuatan utama dalam menghadapi persaingan global.
Peringatan Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya UNDIP ini diharapkan mampu menjadi momentum refleksi bagi dunia akademis untuk terus mengkaji, merawat, dan membumikan nilai-nilai kebudayaan lokal sebagai pilar strategis dalam membangun masa depan peradaban Indonesia yang berkarakter.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=mLUFfSny7BM









