WARGA SEKITAR PERUSAHAAN KINI MENIKMATI MULUSNYA JALAN DAN BENINGNYA AIR
SUBANG – Kehadiran perusahaan besar pengekstraksi air minum di suatu daerah semestinya membawa kesejahteraan maksimal bagi warga di sekitarnya. Hal ini menjadi sorotan utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), saat meninjau langsung sumber air dan infrastruktur desa di sekitar pabrik air minum kemasan (Aqua) di wilayah Kabupaten Subang.
Dalam kunjungannya, KDM meninjau pemanfaatan air limpahan (overflow) dari sumber mata air pegunungan yang tidak terpakai oleh perusahaan. Ia merasa prihatin karena air jernih berkualitas tinggi tersebut terbuang percuma setiap harinya. “Ini air mahal, orang lain beli satu botol Rp 5.000. Di sini melimpah, sayang kalau kebuang,” ujar KDM saat melihat aliran air bersih yang melimpah. Ia bahkan berseloroh bahwa warga sekitar “sangat kaya” karena mandi dan mencuci menggunakan air mineral jernih berkualitas pabrik.

Gubernur Jawa Barat meninjau lingkungan sekitar perusahaan
Alihkan Pungutan Liar Belasan Miliar untuk Kesejahteraan Kuli Panggul
Kunjungan ini juga mengungkap sebuah masalah lama yang berhasil diselesaikan oleh KDM. Ia membongkar bahwa sebelumnya terdapat pungutan liar tanpa dasar hukum jelas sebesar kurang lebih Rp 15 miliar per tahun yang harus dibayarkan pihak perusahaan kepada pihak lain.
“Dulu kan bayar ke pihak lain tapi tidak ada dasar hukumnya, oleh saya dihentikan. Jadi sekarang uangnya tidak dibayarkan lagi,” tegas KDM. Ia menyarankan agar dana belasan miliar tersebut dialihkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan kuli panggul di pabrik tersebut yang upahnya masih minim. KDM mengusulkan agar dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi rumah sekitar 150 kuli panggul dengan gaya arsitektur Sunda, di mana masing-masing kuli panggul mendapatkan alokasi Rp 50 juta.
Pembenahan Infrastruktur Air Bersih untuk Warga
KDM juga memastikan bahwa program penyediaan air bersih yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk warga sekitar berjalan dengan baik. Kepala desa setempat melaporkan bahwa sekitar 600 rumah dari lima kampung telah menikmati pasokan air bersih. Warga hanya ditarik iuran sekitar Rp 10.000 – Rp 14.000 per bulan yang dialokasikan murni untuk pembayaran listrik pompa air dan kas lingkungan atau pemeliharaan.
Melihat debet air yang masih melimpah, KDM menginstruksikan perluasan jaringan pipa agar pasokan air lebih maksimal dan menjangkau wilayah lain yang membutuhkan. Ia meminta pihak perusahaan melalui dana CSR-nya untuk menambah sekitar 3 roll pipa berukuran 1,5 inci untuk meningkatkan debit air ke rumah-rumah warga. Ke depannya, KDM bahkan merencanakan untuk membangun fasilitas kran air bersih gratis di sepanjang jalan dari Jalancagak hingga Sumedang.
Solusi Penanganan Sampah dan Irigasi Pertanian
Di sela kunjungannya, KDM juga menerima keluhan warga terkait dua isu penting lainnya. Pertama, keluhan petani dari Bantarpanjang yang kesulitan mendapat air irigasi untuk persawahan di Desa Darmaga akibat kebocoran saluran dan penyalahgunaan air untuk kolam-kolam pribadi. KDM menyarankan agar pihak perusahaan mengalokasikan CSR-nya dalam bentuk dana untuk perbaikan saluran air, yang proses pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong oleh warga agar menumbuhkan rasa memiliki.
Kedua, KDM menerima aspirasi terkait ketiadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di wilayah tersebut setelah TPA Jalancagak ditutup. Sebagai solusinya, KDM mengusulkan agar CSR perusahaan membelikan mesin pengolah sampah berkapasitas 5-8 ton per hari yang dapat dipasang di desa tersebut, sehingga masalah penumpukan sampah dapat terselesaikan dan bahkan memiliki nilai ekonomis.
Melalui serangkaian langkah strategis dan dialog langsung dengan warga ini, KDM berharap keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan warga sekitar dapat terwujud secara nyata. Ia juga mendorong aparat desa setempat untuk menata kampung mereka agar lebih tertata rapi dan berpotensi menjadi desa wisata yang sejuk dan asri.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=t_G35W1suXE









