KELILING BALAI KOTA DEPOK INI PERUBAHAN YANG TERJADI SAAT INI
DEPOK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali melakukan peninjauan (sidak) ke sejumlah fasilitas publik dan pusat pemerintahan di daerah. Kali ini, KDM menyambangi Balai Kota Depok guna melihat langsung penataan lingkungan kerja aparatur pemerintahan setempat. Kunjungan santai ini diwarnai dengan apresiasi atas kemajuan kota, sekaligus evaluasi dan instruksi tegas terkait perwajahan birokrasi pemerintahan.

Gubernur Jawa Barat bersama dengan Bupati Walikota di Alun-alun kota Depok
Kritik Papan Nama Konvensional di Era Digital
Setibanya di Balai Kota Depok, KDM langsung mengapresiasi kebersihan area kantor yang dinilainya sudah sangat “kinclong”. Namun, perhatiannya tertuju pada keberadaan papan-papan nama (plang) petunjuk ruangan atau spanduk konvensional yang masih terpasang di area kantor pemerintahan.
Menurut KDM, di era digitalisasi saat ini, penggunaan papan nama petunjuk berlebihan sudah tidak lagi relevan. “Sekarang sudah era digital. Kalau dulu dibikin plang itu karena belum era digital, sehingga kantor PKK di mana, kantor wali kota di mana. Sekarang kan tinggal ada map,” ujar KDM memberikan arahan.
Ia meminta agar Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pemasangan spanduk instansi dievaluasi karena merupakan aturan usang. KDM mencontohkan bahwa nama seorang pemimpin daerah semestinya sudah dikenal luas oleh warga tanpa harus dipajang di spanduk-spanduk. “Semua orang sudah tahu namanya. Kalau masih dipasang nama, berarti orang tidak mengenalnya,” seloroh KDM.
Revitalisasi Lapangan Ala Gedung Sate dan Kolam Ikan
Saat meninjau lapangan upacara, KDM mengusulkan agar lapangan tersebut direvitalisasi menggunakan rumput asli berstandar lapangan sepak bola, seperti halnya yang diaplikasikan di Gedung Sate, Bandung. Ia meminta agar sistem penyiraman otomatis (sprinkler) dipasang di bawah tanah agar area apel dan ruang terbuka tersebut selalu hijau dan estetik.
Selain itu, KDM menyoroti aliran air atau sungai kecil di area balai kota. Meski terpantau bersih, KDM meminta agar area sungai tersebut dibersihkan secara maksimal hingga bagian dasarnya, lalu ditaburi benih ikan nila. Dengan demikian, area tersebut dapat menjadi ekosistem yang hidup dan bisa dimanfaatkan untuk rekreasi atau memancing saat jam istirahat.
Pujian untuk Anggaran Infrastruktur Depok yang Tembus 12 Persen
Dalam perbincangannya, KDM membandingkan porsi alokasi anggaran infrastruktur berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. KDM melontarkan pujian setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Depok yang berani mengalokasikan anggaran infrastruktur hingga 12 persen dari APBD. Angka ini jauh mengungguli daerah lain yang kerap diprotes warganya karena porsi jalan yang rusak, seperti Cianjur yang sebelumnya hanya berkisar 5 persen, atau Purwakarta di kisaran 4,15 persen.
“Pokoknya juara infrastruktur Depok. Enggak ada duanya, 12 persen jadi contoh luar biasa. Berarti Depok ini berada di tangan yang tepat,” puji KDM.
Sebagai bentuk dukungan penuh Pemprov Jabar ke depannya, KDM merencanakan program pemberian bantuan mobil molen (truk pengaduk beton) ukuran kecil di tiap kecamatan untuk daerah-daerah yang infrastrukturnya masih tertinggal. Nantinya, pemerintah kabupaten/kota tidak perlu lagi menyewa alat, melainkan hanya perlu menganggarkan pembelian material dasar seperti semen, pasir, dan batu split secara mandiri dan gotong royong.
Instruksi Kabel Bawah Tanah dan Kesejahteraan Pegawai
Di pengujung tinjauannya, mata jeli KDM masih menemukan beberapa detail yang perlu dibenahi. Ia mengkritik kabel-kabel utilitas (listrik, telepon, Wi-Fi) yang masih semrawut melintang di udara, serta adanya genteng bangunan yang copot dan dibiarkan. KDM langsung mencari Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) untuk segera memperbaiki atap tersebut dan menginstruksikan agar seluruh jaringan kabel dipindahkan ke bawah tanah (underground) agar tata letak kota terlihat modern.
Meski tegas dalam memberikan koreksi, KDM tak luput menyapa hangat petugas kebersihan (Office Boy /OB) di lingkungan balai kota. Ia tampak tersenyum puas saat mengetahui bahwa gaji para OB di Balai Kota Depok sudah layak, yakni mencapai Rp3,5 juta per bulan. “Gajinya tiga setengah juta? Mantap, keren. Emang Wali Kota Depok tuh mantap ya, hebat,” apresiasi KDM terhadap tingkat kesejahteraan pegawai di kota tersebut.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=9Ix11DX5Lq8








