Bapenda Jabar Pindahkan Layanan Samsat Bandung I Pajajaran ke Bale Asri Pusdai Demi Kenyamanan dan Keselamatan Wajib Pajak
BANDUNG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat terus melakukan inovasi dan pembenahan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mulai hari ini, layanan pajak kendaraan bermotor (Samsat) yang sebelumnya berlokasi di Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kota Bandung I Pajajaran secara resmi dipindahkan ke area Bale Asri Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jawa Barat.
Pemindahan lokasi layanan ini ditandai dengan pelaksanaan apel pagi perdana yang digelar di halaman Samsat Pusdai. Dalam sambutannya, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Supriatna, menegaskan bahwa langkah ini (mitembean/munggaran) didasari oleh niat baik untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Solusi Atas Keterbatasan Lahan Parkir di Pajajaran
Alasan utama relokasi ini adalah keterbatasan infrastruktur, khususnya lahan parkir, di lokasi lama Samsat Pajajaran. Kondisi tersebut memaksa para wajib pajak untuk memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, yang tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga mengancam keselamatan warga dan para petugas penyelenggara layanan.
“Di Samsat Pajajaran kita dihadapkan pada kesulitan tempat parkir. Ada risiko keselamatan. Alhamdulillah hari ini kita memulai di sini (Bale Asri Pusdai), mudah-mudahan niat baik kita ini berdampak juga terhadap peningkatan pendapatan daerah di Provinsi Jawa Barat,” jelas Asep Supriatna.
Instruksi Jaga Kualitas Layanan dan Harmoni Lingkungan
Menghadapi masa transisi di lokasi baru yang lebih representatif, jajaran petugas P3D Bandung I diinstruksikan untuk segera melakukan penyesuaian. Bapenda Jabar menegaskan bahwa perpindahan tempat tidak boleh sedikitpun menurunkan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan. Sebaliknya, kualitas layanan, alur antrean (pulau layanan), hingga kesiapan sistem integrasi dengan mitra terkait (Kepolisian dan Jasa Raharja) harus jauh lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan.
Lebih lanjut, karena Samsat kini berbagi area dengan kompleks Pusdai yang memiliki aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan yang padat, petugas diminta untuk proaktif mengatur sistem perparkiran secara rapi agar tercipta harmoni.
“Jangan sampai kita pindah di sini suasana menjadi semrawut. Kalau bisa jauh lebih rapi lagi. Sekali lagi, Pusdai ini tempat publik, maka layanan harus kita prioritaskan,” pungkas Asep.
Dengan relokasi ini, diharapkan masyarakat Kota Bandung dapat merasakan pengalaman mengurus pajak kendaraan yang jauh lebih aman, nyaman, dan efisien.








