INI PESAN KDM SAAT HADIRI HAORNAS | TEKANKAN OLAH RAGA JUNJUNG SPORTIVITAS
BANDUNG – Semarak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Jawa Barat terasa berbeda tahun ini dengan hadirnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Pada acara puncak peringatan tersebut, KDM memberikan pesan mendalam mengenai esensi olahraga yang tak sekadar aktivitas fisik, melainkan mencakup kebebasan pikiran, sportivitas, dan investasi masa depan.
Dalam pidato pembukanya, KDM menyapa seluruh pelaku olahraga di Jawa Barat, mulai dari atlet profesional, penggiat olahraga kemasyarakatan, hingga para atlet penyandang disabilitas dari NPCI dan Spesial Olimpik Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga di tatar Pasundan.
“Olahraga itu adalah investasi bagi diri kita masing-masing. Dengan berolahraga, badan sehat, kita berinvestasi panjang umur, tidak perlu biaya berobat, dan berinvestasi dalam kebahagiaan,” ujar KDM dengan antusias.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di acara Haornas 2026
Olahraga Dimulai dari Pikiran yang Merdeka
Lebih jauh, KDM menekankan bahwa inti dari kesehatan bermula dari pikiran. Ia mengingatkan bahwa sebaik apapun nutrisi dan aktivitas fisik, jika seseorang berada dalam kondisi depresi atau penuh tekanan, kesehatannya tidak akan optimal.
Menurut KDM, olahraga mengajarkan objektivitas, kejujuran, dan sportivitas. “Kalau meraih prestasi dengan kecurangan, itu bukan olahragawan, tapi pecundang,” tegasnya. Ia memberikan contoh ketangguhan mental atlet profesional seperti Lionel Messi yang mampu mengendalikan emosi meskipun mendapat perlakuan kasar di lapangan, mengubah tekanan menjadi energi positif.
KDM juga mengingatkan bahwa sportivitas berarti kebesaran hati untuk mengakui kemenangan lawan dan tunduk pada keputusan, bahkan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan. “Olahraga mengajarkan kesabaran. Seorang ksatria harus tetap menerima kenyataan meskipun ia dicurangi, karena itulah juara sejati,” imbuhnya.
Revolusi Fasilitas: Olahraga Harus Rekreatif dan Higenis
Selain aspek mental, KDM menyoroti pentingnya kualitas lingkungan dalam berolahraga. Ia mengkritik tren olahraga lari di pinggir jalan raya kota yang justru membuat masyarakat menghirup polusi udara beracun (timbal).
Untuk itu, KDM menyampaikan visinya yang sebelumnya pernah diutarakan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Pusat kegiatan olahraga atau stadion tidak mesti dibangun di tengah hiruk pikuk kota. Bisa jadi harus digeser ke perkebunan atau persawahan yang rimbun dan terbebas dari polusi. Olahraga harus mengarah pada kegiatan yang rekreatif dan higienis,” usul KDM.
Sebagai penutup, KDM mengingatkan bahwa kebahagiaan dan kesehatan adalah hak privasi masing-masing individu dengan takaran yang berbeda-beda. Ia membagikan filosofi hidupnya yang menyatu dengan alam, di mana matahari, hujan, dan udara tak perlu dihindari, melainkan dijadikan sahabat agar tubuh membentuk kekebalan (antibodi) alami secara mandiri.
“Selamat Hari Olahraga Nasional. Olahraga untuk sehat, sehat untuk bahagia, bahagia untuk panjang umur!” pungkas KDM, mengakhiri pidatonya yang disambut gemuruh tepuk tangan dan yel-yel para hadirin.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=dLFjTY3p7Yg









