DULU DIBAKAR OLEH PERUSUH | INI PENAMPAKANNYA SAAT DIRESMIKAN KETUA MPR
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mendampingi langsung Ketua MPR RI dalam peresmian wajah baru Wisma MPR RI di Kota Bandung. Gedung bersejarah yang juga berstatus cagar budaya (heritage) tipe A ini telah selesai dipugar setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah akibat insiden kebakaran saat demonstrasi massa beberapa waktu silam.
Dalam sambutannya, KDM secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua MPR RI dan jajaran atas peristiwa kelam yang pernah menimpa gedung tersebut. KDM mengenang kembali malam mencekam saat demonstrasi massa yang berujung anarkis tersebut terjadi.
“Saya menyampaikan permohonan maaf sebagai penanggung jawab pemerintahan di Provinsi Jawa Barat. Saat itu demonstrasi sampai jam 3 dini hari, dan saya tidak mampu menjaga gedung ini sepenuhnya,” ungkap KDM.
KDM bahkan menceritakan bahwa dirinya sempat terluka di bagian wajah akibat lemparan benda tumpul saat mencoba mengamankan situasi. Meski terluka, fokus utamanya saat itu adalah mencegah massa agar tidak merangsek lebih jauh dan membakar Gedung Sate. Setelah situasi mereda, KDM secara persuasif mengajak para demonstran yang tersisa untuk berdialog, makan bersama di Gasibu, dan memberikan ongkos agar mereka kembali ke rumah masing-masing dengan damai.

Peresmian Wisma MPR di Bandung
Tanggung Jawab Pemprov Jabar dan Transformasi Infrastruktur Bandung
KDM menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. Seluruh kerusakan yang terjadi pada fasilitas umum dan properti warga di sekitar area demonstrasi telah diganti rugi sepenuhnya. “Ada warung, rumah makan, hingga motor anggota polisi yang terbakar saat itu, semuanya sudah diganti tanpa keluhan. Semuanya sudah selesai,” tegas KDM.
KDM juga memaparkan visi besarnya untuk Kota Bandung, menjadikannya kota heritage yang nyaman bagi wisatawan. Ia memastikan bahwa dalam dua bulan ke depan, wajah Bandung akan semakin cantik. Kabel-kabel udara yang semrawut sedang dalam proses diturunkan ( underground ), bangunan liar di sepanjang jalan provinsi ditertibkan, dan drainase diperbaiki secara menyeluruh. KDM bahkan sedikit menyentil pihak Kementerian PU agar lebih memperhatikan kualitas jalan nasional di Bandung yang saat ini dirasa masih kalah mulus dibandingkan jalan provinsi yang baru dibangun.
Tinjau Wajah Baru Wisma MPR Bernuansa Kolonial Klasik
Setelah prosesi penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, KDM bersama Ketua MPR RI dan perwakilan pelaksana proyek berkeliling meninjau kondisi gedung yang telah direnovasi dengan anggaran sekitar Rp14 miliar tersebut.
Pihak perencana menjelaskan bahwa Wisma MPR kini terdiri dari dua bangunan, yakni bangunan baru dan bangunan heritage yang direstorasi secara hati-hati karena berstatus cagar budaya tipe A.
Saat meninjau bagian dalam, KDM dan Ketua MPR RI tampak terkesan dengan desain interior bergaya klasik kolonial, lengkap dengan perabotan kayu jati baru dan kursi-kursi bergaya vintage. “Ini kursinya bagus, saya mau niru bikin kursi seperti ini. Ini kayak nonton film G30S PKI nuansanya, zaman dulu Pak Nasution mungkin mimpi di sini,” canda KDM yang mengagumi nuansa historis gedung tersebut.
Peresmian Wisma MPR RI ini menjadi simbol kebangkitan infrastruktur dan pengingat akan pentingnya menjaga serta merawat fasilitas negara yang juga menjadi bagian dari sejarah dan daya tarik pariwisata Kota Bandung.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=377LsDg1628









