MESKI TERBATA BATA KDM SAMPAIKAN PESAN PENGANTAR KEPERGIAN TEH KANAYA
JAWA BARAT – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman seniman dan penyanyi asal Jawa Barat, Teh Kanaya. Kepergian sang seniman diiringi oleh rasa kehilangan yang besar dari banyak pihak, tak terkecuali dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.
Meski dengan suara terbata-bata menahan tangis, KDM menyampaikan sambutan perpisahan dan pesan menyentuh untuk melepas kepergian wanita yang telah banyak menyumbangkan karya dan menemani perjalanan kariernya tersebut.
Mengenang Sosok Teh Kanaya: Sang Ahli Kebaikan
Dalam sambutannya, KDM mengenang Teh Kanaya bukan sekadar sebagai seorang penyanyi, tetapi sebagai sosok ahli kebaikan yang mampu menyentuh ribuan hingga jutaan hati masyarakat melalui karya-karyanya. KDM menyebutkan bahwa suara dan lagu-lagu yang dibawakan almarhumah seringkali berhasil membuat banyak orang menitikkan air mata, sadar akan kehidupan, dan teringat pada orang tua mereka.

KDM tak kuasa menahan air mata saat memberikan pesan pengantar
“Teh Kanaya syariatnya mah seniman, jalmi nyebatna penyanyi (orang menyebutnya penyanyi)… tapi mungguhing Allah anjeunna jalmi ahli kasusining rasa (tapi di hadapan Allah ia adalah ahli kebaikan dan rasa),” ungkap KDM dengan penuh keyakinan bahwa almarhumah adalah ahli surga yang mulia hatinya.
KDM juga mengenang kesetiaan Teh Kanaya yang selalu mendampinginya menyuarakan karya-karya seni sejak awal karier politiknya. Mulai dari masa ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Anggota DPR RI, hingga kini di Jawa Barat. Perjalanan seni mereka bahkan tidak hanya sebatas di tatar Pasundan, tetapi menjangkau hingga ke ujung timur Indonesia, Papua.
Tunaikan Hak Teh Kanaya dan Bantuan untuk Sang Ibunda
Di sela-sela momen duka, KDM mengungkapkan sebuah rahasia kebaikan yang selama ini ia simpan. Selama almarhumah mendampinginya bekerja dari panggung ke panggung, KDM ternyata selalu menyimpan honor bagian Teh Kanaya dan tidak langsung memberikannya secara penuh, dengan niat menjadikannya tabungan masa depan untuk sang seniman.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa cintanya, KDM langsung menyerahkan tabungan hasil jerih payah almarhumah yang selama ini disimpannya kepada ibunda Teh Kanaya.
“Setiap honor nu dipasihkeun ku simkuring sok disimpen (selalu disimpan)… Ku kituna simkuring bade nyanggakeun rezeki nu anjeunna (Oleh karena itu saya hendak menyerahkan rezeki miliknya), jumlahnya Rp100 juta. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk Ibu,” tutur KDM sambil menyerahkan hak almarhumah kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bangun Masjid “Tajug Kanaya” Sebagai Amal Jariyah
Sebagai pengingat abadi dan wujud kasih sayang (gapura rasa kacinta), KDM juga mengumumkan niat mulianya untuk merenovasi masjid tempat jenazah Teh Kanaya disalatkan sebelum dimakamkan.
KDM meminta izin kepada para tokoh masyarakat dan Ketua DKM setempat untuk membangun ulang masjid tersebut dalam waktu 40 hari dan menamainya dengan “Tajug Kanaya”. Harapannya, masjid ini kelak akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tak terputus bagi almarhumah di alam kubur.
Tak hanya itu, KDM juga menyampaikan niatnya untuk memugar dan membangun rumah warga di sekitar area masjid yang dinilai kurang layak huni, serta memberikan santunan dan apresiasi langsung kepada seluruh pihak yang ikut membantu memandikan, menyalatkan, dan para penggali kubur yang mengurus jenazah almarhumah.
“Teh Kanaya jasadna dikubur, tapi amal kasaeanana moal tiasa dikubur (Jasad Teh Kanaya dikubur, tetapi amal kebaikannya tidak akan bisa dikubur). Suaranya di dalam lagu-lagu tak akan pernah hilang tergerus waktu,” tutup KDM dalam sambutan harunya.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=TX2ThBZQ_NQ









