GAYA SANTAI KDM PIMPIN RAPAT MOTIVASI PEMBANGUNAN JALAN | PUJI KUALITAS BANGUNAN ERA KOLONIAL
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memimpin rapat koordinasi dan evaluasi infrastruktur jalan secara santai namun persuasif bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat, Kepala UPTD, serta kepala daerah di Jawa Barat. Dalam agenda tersebut, Pemprov Jabar menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan jalan rusak, mempercantik estetika kota, hingga menjalin kerja sama strategis pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Majalengka dan sekitarnya.
Rapat yang dikemas dengan dialog persuasif dan penuh keakraban tersebut membahas pencapaian kemantapan jalan provinsi yang rata-rata telah mencapai di atas 90% di berbagai wilayah UPTD (seperti Wilayah UPTD 3 Bandung, Wilayah Indramayu-Majalengka-Cirebon, hingga Garut-Sumedang).
Pemprov Jabar menggelontorkan anggaran hingga Rp180 miliar untuk penanganan dan peningkatan jalan di wilayah Majalengka.
Ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Jabar (Dinas PU/UPTD) dengan Kodim 0617/Majalengka untuk pembukaan dan pembangunan ruas jalan Cikaracak – Sadarehe serta pembangunan jalan Tonjong – Jatiwangi. Pengerjaan ditargetkan rampung secara cepat dan berkualitas.
Selain itu, Gubernur KDM menekankan bahwa kualitas jalan provinsi tidak hanya diukur dari kehalusan aspal (hotmix), tetapi juga mencakup kelengkapan fasilitas pendukung seperti drainase terbuka, trotoar yang rapi, Penerangan Jalan Umum (PJU), bangku taman, tempat sampah, hingga pemasangan tiang bendera di setiap jembatan. Penataan kawasan perbatasan antar-kabupaten/kota dan kecamatan juga akan distandardisasi agar tampil estetik dan rapi.
Pemprov Jabar akan berkoordinasi ketat dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan/ESDM untuk mengawasi truk atau kendaraan berat berkapasitas 40–50 ton, termasuk kendaraan bernomor polisi luar daerah yang melintasi jalan provinsi agar tidak merusak infrastruktur yang baru dibangun.
Di sela-sela peninjauan lapangan, KDM turut berdiskusi mengenai penemuan struktur batuan yang diduga situs peradaban Sunda kuno di kawasan perbatasan. Beliau menyoroti tingginya kualitas pembangunan dan ketahanan infrastruktur masa lalu serta mendorong semangat juang para birokrat dan kontraktor untuk menghormati bangsa dengan cara menghadirkan infrastruktur yang kokoh, bermanfaat, dan tahan lama bagi rakyat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=BdgOrOE6w-Q









