MOBIL OVERLOAD MENDOMINASI RUAS JALAN YANG SEDANG DIREKONSTRUKSI | INI LANGKAH KDM
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperketat pengawasan terhadap kualitas infrastruktur publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas saat mendapati maraknya kendaraan angkutan berat dengan muatan berlebih (overload / ODOL) yang melintasi dan mendominasi ruas jalan yang sedang dalam proses rekonstruksi.
Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa aktivitas kendaraan berat milik perusahaan penyedia material (seperti beton) yang melintasi jalan kampung dan jalur konstruksi yang tidak sesuai dengan kapasitas tonase semestinya.

Aksi penertiban ini mencakup pemeriksaan langsung terhadap dokumen kendaraan, Buku KIR, serta peneguran tegas kepada para pengemudi dan pihak operasional perusahaan tambang/beton terkait. Gubernur menilai bahwa pembangunan dan perbaikan jalan yang didanai langsung dari uang pajak masyarakat akan sia-sia jika terus-menerus dirusak oleh kendaraan berkapasitas muatan berlebih yang tidak mematuhi aturan kelas jalan.
Pemerintah akan memperketat pengawasan langsung di mulut-mulut tambang serta pabrik beton (seperti wilayah Cimalaka dan sekitarnya) agar kendaraan pengangkut tidak melanggar batas tonase dan jalur yang ditentukan.
Menindak tegas operasional kendaraan berat yang tidak memiliki dokumen uji berkala (KIR) yang sah atau beroperasi di luar jalur kelas jalan kampung/kecamatan.
Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap anggaran infrastruktur daerah agar hasil rekonstruksi jalan dapat bertahan lama, memberikan kenyamanan berkendara, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, perusahaan penyedia material, serta pengusaha angkutan barang untuk senantiasa menaati regulasi pembatasan tonase demi menjaga ketahanan fasilitas umum dan keselamatan bersama di wilayah Jawa Barat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ZULtqGUU0aA









