SAMPAI KE DESA GIRIMUKTI, GARUT | KDM TEMUI WARGA YANG MILIKI RUMAH BARU | GOTONG ROYONG ASN JABAR
GARUT – Kepedulian nyata dan gerak cepat kembali diperlihatkan oleh Dedi Mulyadi (KDM) dalam memperhatikan nasib warga di pelosok Jawa Barat. KDM rela menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor selama delapan jam untuk blusukan meninjau langsung kondisi warga di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, yang disebut-sebut sebagai desa terjauh di kecamatan tersebut.
Tinjau Rumah Baru Mak Randa Hasil Swadaya ASN
Tiba di lokasi, KDM langsung melihat kondisi rumah baru yang dibangun untuk seorang emak-emak janda (mak randa) yang suaminya telah meninggal dunia. Rumah bilik yang menelan biaya sekitar Rp55 juta tersebut merupakan hasil sumbangan swadaya para aparatur sipil negara (ASN). Sebelum adanya bantuan ini, emak tersebut hidup dengan kondisi memprihatinkan karena sama sekali tidak memiliki hunian dan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Saat mengecek kelayakan bangunan, KDM tak segan memberikan masukan teknis langsung kepada para tukang bangunan di lokasi. Ia menginstruksikan agar dinding biliknya dibuat dua lapis dan dipasangi kerangka bambu tambahan agar lebih kokoh dan rapi, mencontoh standar rumah bilik yang ada di Lembur Pakuan.

KDM berdialog dengan pemilik rumah
Jalan Rusak Parah, KDM Langsung Telepon Bupati Garut
Di balik kebahagiaan warga yang menerima bantuan rumah, KDM merasa sangat prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan kabupaten menuju desa tersebut yang berbatu dan rusak parah. Saking buruknya medan perjalanan, KDM sempat melontarkan candaan bahwa ia nyaris ingin marah karena kelaparan di tengah jalan.
Merespons keluhan warga, KDM mengambil tindakan cepat dengan menghubungi langsung Bupati Garut via sambungan telepon di hadapan perangkat desa dan warga setempat. KDM menanyakan langsung komitmen Pemkab Garut untuk segera menganggarkan perbaikan jalan tersebut pada tahun depan.
Berdasarkan perhitungan cepat di lokasi, jalan rusak sepanjang 13 kilometer tersebut idealnya dibangun menggunakan cor beton dengan lebar 4 meter agar awet dan tidak mudah rusak. Biaya pengecoran ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp26 miliar (asumsi Rp2 miliar per kilometer). Untuk merealisasikan hal itu, KDM menawarkan solusi gotong royong pendanaan (sharing budget) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Garut.
“Atos kieu (sudah begini), setengahnya masing-masing saja Pak Bupati. 13 miliar dari saya (Provinsi), 13 miliar dari Bupati ya? Saya 13 miliar pasti, mudah-mudahan bupati 13 miliar pasti. Kasihan jalannya terlalu dalam dan menyiksa,” tegas KDM kepada Bupati Garut di ujung telepon, yang kemudian disanggupi oleh pihak pemerintah kabupaten.
Tegaskan Larangan Truk Overload Pengangkut Kayu
Sebagai penutup kunjungannya, KDM memberikan edukasi dan penekanan penting kepada masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa jalan beton yang nanti akan dibangun bernilai fantastis itu harus dijaga bersama dengan cara memasang portal. Portal ini bertujuan melarang truk-truk besar (tronton) pengangkut kayu yang overload alias melebihi batas kapasitas muatan melewati jalur desa, mengingat beban merekalah yang menjadi biang keladi hancurnya jalan dan ambruknya jembatan.
“Masyarakat itu ke pemerintah suka galak (protes keras), tapi giliran ke orang yang menebang kayu dan mengangkutnya pakai truk lewat desa malah dibiarkan,” sentil KDM, memberikan pemahaman agar warga juga berani bersikap proaktif melindungi infrastruktur desa dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=4momkNqAlqg









