DIKUNJUNGI OLEH SISWA LABSCHOOL | KDM MINTA KAMPUNG ADAT BANCEUY PERTAHANKAN TRADISI
Kang Dedi Mulyadi (KDM), menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi, kebersihan lingkungan, serta arsitektur berbasis kearifan lokal di kawasan desa adat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan kunjungan lapangan (trip observasi) ratusan siswa Labschool Jakarta di Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang.
Dalam dialog terbuka bersama para siswa, tenaga pengajar, serta pimpinan desa adat, KDM menyampaikan sejumlah pandangan strategis terkait tata kelola kampung adat, penataan ekonomi pedesaan, hingga penguatan karakter generasi muda.

KDM di kampung Adat Banceuy Subang
Penataan Lingkungan dan Identitas Kampung Adat
Dalam peninjauan awal di area pemukiman, KDM menyoroti pentingnya tata kelola sampah agar tidak mencoreng citra kampung adat. KDM menegaskan perbedaan dasar antara kampung seni dan kampung adat.
• Kampung Seni: Berfokus pada pertunjukan dan ekspresi kesenian.
• Kampung Adat: Mengatur norma, tata krama, arsitektur, serta hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
KDM mendorong pemerintah desa setempat untuk menerbitkan peraturan adat yang tegas terkait pengelolaan kebersihan, penetapan tata letak pemukiman, serta perlindungan kawasan hutan dan sumber air.
Pelestarian Arsitektur Sunda dan Kearifan Ekologis
Menjelaskan falsafah bangunan tradisional Sunda, KDM memaparkan kearifan lokal yang terkandung dalam tata ruang rumah adat.
• Orientasi Bangunan: Dibuat menghadap utara-selatan untuk mengoptimalkan sirkulasi pencahayaan matahari dari timur dan barat.
• Struktur Tahan Bencana: Menggunakan atap injuk atau genteng palentong serta pondasi tatapakan kayu-bambu tanpa paku. Konstruksi panggung ini dirancang ramah lingkungan, ringan, dan tanggap terhadap bahaya gempa bumi.
• Pembagian Ruang Berperadaban: Terdiri dari tepas (teras terbuka untuk menerima tamu dengan tradisi mencuci kaki), tengah imah (ruang privasi keluarga), dan dapur luas sebagai pusat ketahanan pangan.
KDM juga merencanakan penataan kawasan Kampung Adat Banceuy secara bertahap agar mempertahankan bahan-bahan alami dan mempertahankan struktur ekologisnya.
Dampak Ekonomi Wisata Edukasi Pedesaan
KDM mengapresiasi jajaran sekolah dan warga yang menjadikan desa sebagai ruang belajar terbuka bagi para siswa kota. Kehadiran sekitar 1.000 siswa yang menginap dan beraktivitas dinilai memberikan perputaran ekonomi langsung hingga ratusan juta rupiah bagi masyarakat local.
Integrasi pariwisata berbasis budaya dan alam ini diharapkan mampu menjadikan desa sebagai tempat peristirahatan yang tenang, jujur, serta menyegarkan bagi masyarakat perkotaan.
Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan Fisik Generasi Muda
Guna mendukung daya tarik wisata pedesaan dan daerah pegunungan (seperti Ciater, Lembang, dan Puncak), KDM berkomitmen mendorong perbaikan akses jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta pembatasan armada berat di jalur wisata.
Di akhir arahannya, KDM berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kegiatan di alam terbuka untuk melatih ketahanan fisik, kejujuran, serta rasa hormat terhadap kebudayaan lokal.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=fvnjczqvN9c









