BELAJAR MATEMATIKA GASING DIMULAI | ANAK PINTAR DARI NTT BIKIN BENGONG GURU
JAWA BARAT – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menghapus stigma menyeramkan pada pelajaran matematika, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi memulai program pendidikan dan pelatihan metodologi pembelajaran matematika GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) untuk para guru. Program ini dicanangkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), sebagai terobosan untuk melahirkan generasi anak-anak Jawa Barat yang jenius dalam berhitung.
Pembukaan pelatihan yang berlangsung dalam suasana santai dan jauh dari kesan protokoler formal ini turut dihadiri oleh Profesor Yohanes Surya, penggagas metode GASING, beserta jajaran pelatih dari berbagai wilayah di Indonesia seperti NTT, Ambon, Buton, Manado, hingga Nabire. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan pihak sponsor swasta.

KDM memberikan sambutan
Adu Cepat Hitung: Anak-anak NTT vs Guru SMK
Ada momen menarik saat pembukaan acara. Prof. Yohanes Surya membawa dua orang anak didik binaannya yang berasal dari Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (NTT), bernama Gabriela dan Alma. Mereka ditantang untuk beradu cepat menjawab soal-soal matematika tingkat tinggi, mulai dari perkalian, pembagian, hingga perpangkatan, melawan para guru matematika SMK yang hadir.
Tak disangka, kecepatan menghitung kedua anak tersebut sukses membuat para peserta dan KDM takjub. Mereka mampu menjawab soal rumit seperti akar pangkat, pecahan persentase, dan pembagian bilangan ratusan (seperti 207 / 4 dan 306 / 8) tanpa menggunakan kalkulator dan dalam hitungan detik, bahkan lebih cepat dari guru matematika SMK yang menjadi relawan maju ke depan.
“Ini bukan persoalan gurunya tidak lebih pintar. Ini adalah masalah bahwa gurunya tidak mempelajari metodologi yang mereka ajarkan. Ibarat main bola, bukan kitanya yang lemah, tapi pelatihan tekniknya kita kalah sama orang lain,” ujar KDM merespons hasil adu hitung tersebut. “Sistem yang kita lakukan sekarang harus dikoreksi. Oleh karena itu, hari ini saya mencoba ingin merubah anak-anak Jawa Barat dimulai dari guru-gurunya dulu yang merubah pola pendidikan matematikanya.”
Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru Matematika Terbaik
Sebagai bentuk komitmen dan motivasi bagi para tenaga pendidik, Gubernur KDM memberikan tantangan sekaligus janji istimewa. KDM mengumumkan bahwa guru-guru matematika yang mengikuti pelatihan metodologi GASING ini akan dievaluasi kinerjanya.
“Setiap angkatan pelatihan akan dipilih lima guru terbaik. Mereka akan mendapat beasiswa kuliah S2 secara gratis dari Gubernur. Dan bagi yang sudah S2, akan mendapat beasiswa S3 gratis,” tegas KDM, yang disambut riuh tepuk tangan para hadirin.
Namun, KDM memberikan satu catatan penting bagi para penerima beasiswa tersebut. “Syaratnya dengan catatan tetap mengajar (setelah lulus). Jangan sampai sudah S2 tapi tidak mengajar, rugi saya nanti,” seloroh KDM.
Dengan digulirkannya program ini secara bertahap yang akan menyasar berbagai wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat, Pemprov Jabar optimis ke depan pelajaran matematika tidak lagi menjadi momok menakutkan, melainkan mata pelajaran yang dicintai oleh siswa dan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing tinggi.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=pGNwqilCxzY









