INI GAYA SIMPEL KDM | RESMIKAN KANTOR BJB CABANG PANGANDARAN
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menghadiri peresmian Kantor Bank BJB Cabang Pangandaran dengan penampilan khasnya yang simpel. Kehadirannya menyita perhatian publik saat berinteraksi langsung dengan para jajaran direksi, komisioner, hingga staf pelayanan Bank BJB. Dalam peninjauan tersebut, KDM tidak hanya melihat fasilitas layanan nasabah, tetapi juga mendalami skema pengelolaan aset kantor serta kinerja penyaluran kredit di daerah tersebut.

KDM berdialog dengan Bupati Pangandaran, Komisioner dan Direksi Bank bjb
Transparansi Pengelolaan Aset dan Dana Yayasan
Di sela-sela peninjauan ruang pelayanan dan fasilitas BJB Prioritas, KDM menanyakan status kepemilikan gedung kantor baru BJB Cabang Pangandaran. Gedung tersebut diketahui dibangun dan dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai BJB dengan nilai investasi aset tanah dan bangunan. Bangunan tersebut kemudian disewakan kembali kepada pihak Bank BJB untuk operasional kantor cabang.
Gubernur mengkritisi skema penyewaan serta mempertanyakan pengelolaan dana yayasan yang mencapai nilai triliunan rupiah. KDM menekankan pentingnya transparansi agar keuntungan operasional BJB difokuskan untuk menyumbang dividen ke kas daerah pemegang saham, bukan mengendap di tingkat yayasan. Pihak pengelola yayasan menjelaskan bahwa dana yang dikelola difungsikan untuk kesejahteraan pegawai, bantuan kesehatan pensiunan, serta sarana pendidikan.
Evaluasi Kredit Macet dan Sektor UMKM
Selain masalah pengelolaan aset gedung, KDM mengevaluasi potensi ekonomi dan penyaluran kredit di Kabupaten Pangandaran. Dari pemaparan pimpinan cabang, perputaran aset BJB Pangandaran mencatatkan angka yang terbilang besar dengan penyaluran kredit yang secara umum berjalan lancar. Namun, terdapat catatan terkait kredit macet di sektor kemitraan UMKM, seperti budidaya porang dan udang.
KDM menyoroti bahwa kredit macet sering kali timbul dari program pembentukan kelompok tani instan yang tidak berbasis pada petani alamiah. Ia menginstruksikan manajemen BJB untuk memperketat analisis kelayakan usaha dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Pimpinan cabang juga diminta untuk aktif menyelesaikan persoalan pinjaman bermasalah tanpa melimpahkan tanggung jawab ke masa lalu.
Komitmen Pelayanan Unggul dan Integritas Pegawai
KDM juga menyapa langsung para pegawai frontline dan tim BJB Prioritas. Ia mengingatkan seluruh jajaran pegawai untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dengan senyuman prima kepada para nasabah. Ia berpesan agar seluruh jajaran Bank BJB menghindari segala bentuk penyimpangan atau keterlibatan dalam praktik penyaluran kredit yang tidak wajar guna menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat Jawa Barat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=hldem5XIAxk








