Dedi Mulyadi Bantah Tudingan Dalang Pembabatan Gunung Galuga, Minta Warga Cek Fakta ke Pemkab dan Pemkot Bogor
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah tudingan yang menyebut dirinya berada di balik pembabatan kawasan Gunung Galuga di Kabupaten Bogor. Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan penebangan maupun pembabatan di kawasan tersebut dan meminta masyarakat mengedepankan data serta fakta sebelum menyampaikan tuduhan.
Pernyataan itu disampaikan Dedi menanggapi kritik seorang warga yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pembabatan Gunung Galuga. Menurut Dedi, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Saya tidak tahu itu siapa yang menebang atau membabat. Jadi kalau dikaitkan dengan saya menyuruh melakukan pembabatan atau penebangan, ya saya tidak mengerti,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, kawasan Gunung Galuga selama ini merupakan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang melayani Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat lahan milik TNI Angkatan Darat yang direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.
“Gunung Galuga merupakan tempat pembuangan sampah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar wilayah tersebut ada salah satu area milik TNI Angkatan Darat yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga sampah, yang kegiatannya dikelola oleh Danantara,” jelasnya.
Karena itu, Dedi meminta masyarakat yang ingin mengetahui secara rinci mengenai aktivitas di kawasan tersebut agar mengonfirmasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.
“Ibu, tanya saja kepada Pak Bupati dan Pak Wali Kota Bogor agar lebih jelas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung bahwa pengkritiknya merupakan simpatisan dari sosok yang memiliki ambisi politik. Meski demikian, ia menegaskan setiap warga negara memiliki hak untuk memberikan dukungan politik kepada siapa pun.
“Saya paham, itu hak Ibu mendukung siapa pun. Saya sendiri belum memikirkan apa pun saat ini,” ujarnya.
Dedi mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Sebaliknya, ia mengapresiasi masyarakat yang aktif mengawasi jalannya pemerintahan, selama kritik tersebut disampaikan berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya ikhlas. Kritik saya sesuka hati Ibu. Yang penting Ibu punya data dan fakta yang memadai,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Dedi mendoakan agar pengkritiknya selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Ia berharap perbedaan pandangan tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menyampaikan kritik secara objektif dan konstruktif demi kepentingan bersama.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7664390013068578055



