Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal transparansi investasi dan perlindungan lingkungan di Jawa Barat. Merespons polemik pembangunan pusat data (Data Center) Artificial Intelligence (AI) oleh BDX di Purwakarta, KDM secara proaktif melibatkan para ahli independen, termasuk peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk memberikan pandangan akademis dan menguji dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara terukur.
Dalam pertemuan tersebut, KDM menegaskan bahwa diskusi seputar dampak lingkungan harus dijawab menggunakan pendekatan sains, bukan asumsi politik liar yang beredar di media sosial. “Di kita ini kadang tidak bisa membedakan cara berpikir akademis dan cara berpikir politik. Saya ingin yang menjelaskan masalah ini memiliki latar belakang berpikir di bidangnya,” tegas KDM membuka diskusi.