INI HARAPAN KDM DI HARI JADI KABUPATEN BEKASI
BEKASI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong perubahan mendasar pada budaya birokrasi, industri, pertanian, hingga ruang publik di Kabupaten Bekasi yang kini genap berusia 76 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), saat memberikan sambutan dan arahan pada Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.
Dalam pengarahannya, Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membangun identitas serta kewibawaan karakter ibu kota daerah yang kuat. Langkah ini penting agar Kabupaten Bekasi tidak semata-mata diidentikkan sebagai kawasan industri, melainkan memiliki tata ruang publik yang tertata rapi, seperti hadirnya pasar bersih, kompleks pertokoan berdesain khas Bekasi, alun-alun, serta Masjid Agung yang menjadi pilar kebanggaan warga.
“Sudah semestinya kita meletakkan dasar yang kuat untuk membangun brand ibu kota Kabupaten Bekasi. Ada kultur yang dibangun agar mencerminkan karakter dan kewibawaan pemerintah daerah serta lingkungan masyarakat harapan kita bersama,” ujar Gubernur.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Pembentukan Kelas Menengah Industri
Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti fenomena Kabupaten Bekasi sebagai salah satu wilayah dengan upah minimum tertinggi di Jawa Barat. Tingginya upah mendorong derasnya arus urbanisasi, yang berdampak pada keterbatasan lahan pemukiman, penyusutan kawasan resapan air dan area persawahan, serta potensi timbulnya dinamika sosial dan depresi di tengah masyarakat.
Guna mengatasi persoalan ketimpangan akses kerja, Pemprov Jabar bersama Pemkab Bekasi berkomitmen untuk mencetak tenaga kerja terampil lokal. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan jaringan pendidikan, pemetaan daya tampung sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK, serta pemberian beasiswa pendidikan D3 dan S1.
Pemprov Jabar juga merencanakan pembentukan pusat pelatihan dan sekolah manajer industri. Program ini dirancang untuk mendidik anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat naik kelas menjadi kaum usahawan dan manajer di kawasan industri wilayahnya sendiri, sehingga warga lokal tidak sekadar menjadi penonton.
Penguatan Infrastruktur Konektivitas dan Konservasi Lingkungan
Dalam sektor tata ruang dan ekologi, Pemprov Jabar menekankan pentingnya perlindungan terhadap kawasan pedesaan dan ekosistem hijau di Kabupaten Bekasi. Pemprov Jabar berencana membangun lima desa percontohan berkonsep arsitektur panggung khas tradisi yang tetap memertahankan keasrian alam dan kebersihan udara.
Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas terus dipacu, di antaranya:
– Jalur Utama Selatan dan Pesisir: Menghubungkan kawasan Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta hingga Cianjur, serta pengembangan konektivitas pesisir utara dari Tarumajaya.
– Jalur Puncak 2: Pembangunan infrastruktur jalan Puncak 2 yang akan terintegrasi langsung ke wilayah Bekasi.
– Ekonomi Sirkular Lokal: Mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi dan wisata lokal berbasis perkampungan agar perputaran ekonomi warga Bekasi tetap berkembang di daerahnya.
– Penegakan Hukum Lingkungan dan Pendekatan Humanis
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan pencemaran sungai maupun pengrusakan lingkungan. Meski demikian, Pemprov Jabar menekankan bahwa penataan ruang milik jalan dan bantaran sungai harus senantiasa mengedepankan pendekatan humanis. Bagi warga terdampak penataan, pemerintah akan memfasilitasi bantuan kompensasi sosial serta tempat tinggal yang layak.
Di samping itu, Kepala Daerah diimbau untuk menggunakan diskresi dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat miskin, khususnya pembenahan rumah tidak layak huni secara langsung tanpa terhambat oleh prosedur birokrasi yang panjang.
Melalui sinergi penataan kawasan, penguatan kualitas SDM, serta penegakan hukum lingkungan hidup, Pemprov Jabar optimistis Kabupaten Bekasi dapat terus melangkah maju menjadi daerah yang mandiri, sejahtera, dan berkarakter.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=em9Hht05YEk



