Gubernur Dedi Mulyadi Murka Sungai Ciwidey Menghitam Diduga Tercemar Limbah, Pelaku Diancam Diproses Hukum
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti dugaan pencemaran lingkungan yang menyebabkan aliran Sungai Ciwidey di kawasan Leuwi Kuray menghitam. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerjunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel air dan mengidentifikasi pihak yang diduga membuang limbah ke sungai.
Dalam pernyataannya, Dedi meminta pelaku bertanggung jawab atas dugaan pencemaran tersebut. Menurutnya, siapa pun yang terbukti membuang limbah hingga merusak lingkungan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ayo, siapa yang buang limbah sampai menghitam begitu di Leuwi Kuray, Sungai Ciwidey? Ngaku atau tidak ngaku, pasti kita proses,” tegas Dedi.
Ia menjelaskan, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berada di lokasi untuk melakukan pengambilan sampel sebagai langkah awal penyelidikan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi sumber pencemaran.
“Tim kita sudah berada di lokasi sekarang, sudah mengambil sampelnya. Nanti juga akan teridentifikasi siapa yang membuang limbahnya,” ujarnya.
Dedi menegaskan bahwa sungai dan ekosistem harus dijaga karena menjadi sumber kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.
Menurutnya, limbah industri harus diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai sebelum dibuang ke lingkungan.
“Jangan rusak sungai, jangan rusak ekosistem. Jangan mau untungnya sendiri. Limbah harus dikelola dengan IPAL yang baik, jangan main buang begitu saja,” katanya.
Sebagai penutup, Dedi mengajak seluruh masyarakat maupun pelaku industri di Jawa Barat untuk memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap tidak ada lagi praktik pembuangan limbah sembarangan yang dapat merusak kualitas sungai dan mengancam kehidupan masyarakat.
“Semoga semua warga Jawa Barat dan seluruh industri di Jawa Barat memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak merusaknya,” pungkasnya.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7663274152891043090


