SMKN 1 Cibadak Resmi Mulai MPLS, Kepala Bapenda Jabar Tekankan Sekolah Jadi Penggerak Kemakmuran Masyarakat
SUKABUMI – Kepala Bapenda Jabar, Asep Supriatna, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa MPLS harus menjadi sarana yang menyenangkan bagi peserta didik baru sekaligus menolak segala bentuk perpeloncoan.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, MPLS SMKN 1 Cibadak dengan resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Asep saat membuka kegiatan.
Selain membuka MPLS, Asep juga menyampaikan pandangannya mengenai makna kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemakmuran tidak semata-mata diukur dari besarnya penghasilan, tetapi dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara mandiri.
Ia menggambarkan masyarakat yang sejahtera sebagai masyarakat yang memiliki sumber pangan sendiri, mulai dari beras, ikan, ayam, hingga sayuran, sehingga kebutuhan pokok dapat dipenuhi dengan mudah.
“Yang disebut sejahtera itu ketika butuh apa-apa ada. Gajinya boleh satu juta, gajinya boleh dua juta, tetapi ketika membutuhkan beras ada, membutuhkan ikan ada, membutuhkan ayam ada, dan membutuhkan sayuran juga ada,” katanya.
Asep berharap SMKN 1 Cibadak tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu menjadi pemicu tumbuhnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan sekolah kejuruan memiliki potensi besar untuk mencetak sumber daya manusia yang produktif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai inovasi dan keterampilan yang diajarkan kepada siswa.
“Mudah-mudahan SMKN 1 Cibadak bisa menjadi pemicu tumbuhnya kemakmuran masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia mengajak para peserta didik mengikuti MPLS dengan semangat serta meminta para siswa senior menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi adik kelas mereka.
Asep menegaskan bahwa MPLS merupakan proses pengenalan lingkungan sekolah, bukan ajang perpeloncoan.
“MPLS adalah wahana pengenalan siswa baru terhadap lingkungan sekolah. Jauhkan dari hal-hal yang sifatnya perpeloncoan,” tegasnya.
Menurut Asep, lingkungan sekolah yang dikenalkan kepada siswa baru tidak hanya terbatas pada fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, maupun area sekolah.
Lebih dari itu, peserta didik juga perlu mengenal lingkungan nonfisik, seperti para guru, tenaga kependidikan, budaya sekolah, nilai-nilai yang dijunjung, hingga kehidupan sosial di lingkungan pendidikan.
Ia mengibaratkan sekolah sebagai lingkungan yang tampak diam, tetapi sesungguhnya hidup melalui interaksi seluruh warga sekolah.
Karena itu, Asep mengajak seluruh siswa baru untuk mencintai sekolah mereka dengan sepenuh hati agar memperoleh pengalaman belajar yang baik.
“Kalau ingin dicintai oleh sekolah ini, maka cintailah sekolah ini dengan sepenuh hati,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Asep kembali mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik baru yang memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan berharap mereka dapat menjalani proses adaptasi dengan penuh semangat.
sumber: https://www.instagram.com/p/DazXMVizwWi/



