KDM KEMBALI EMOSI | SEKOLAH SUDAH DITATA TAPI MASIH BERANTAKAN
BANDUNG – Tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), secara tegas menolak usulan pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau iuran bulanan bagi siswa SMA/SMK negeri di Jawa Barat. KDM menegaskan komitmen bahwa akses pendidikan menengah atas harus tetap gratis demi masa depan generasi penerus bangsa.
Menurut KDM, di tengah keterbatasan anggaran maupun penundaan dana bagi hasil dari pemerintah pusat, pemerintah daerah seharusnya melakukan efisiensi dan memotong anggaran operasional atau tunjangan jabatan pejabat yang dirasa tidak krusial, alih-alih membebankan biaya sekolah kembali kepada masyarakat.
Selain memperjuangkan biaya sekolah gratis, KDM menekankan pentingnya kedisiplinan dan pembentukan karakter kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah sejak dini. Saat meninjau salah satu sekolah menengah di Jawa Barat, ia menyoroti sistem manajemen kebersihan dan ketertiban sekolah yang dinilai masih berantakan meskipun fasilitas fisiknya telah dibantu untuk ditata. KDM mengkritik kendurnya pengawasan gerbang sekolah, parkir kendaraan yang tidak teratur, serta kurangnya kesadaran menjaga kebersihan di area belajar-mengajar.
Untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa, khususnya dalam momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), KDM mengajak siswa baru untuk melakukan aksi nyata. Dibanding sekadar formalitas pengenalan, para siswa didorong aktif mengenali lingkungan sekolah melalui aksi nyata memungut sampah, menata kelas, hingga membersihkan kolam sekolah yang terbengkalai. KDM juga memberikan bantuan dana secara langsung untuk pengadaan ember dan tempat sampah guna mendukung program kebersihan sekolah tersebut.
Melalui gerakan kedisiplinan dan aksi kebersihan mandiri ini, KDM berharap sekolah mampu menjadi cermin peradaban yang melahirkan generasi cerdas intelektual, emosional, dan spiritual yang siap membangun masa depan Jawa Barat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nQ_PcmCLBlE



