INI YANG DISAMPAIKAN KDM PADA PENGUKUHAN DPP APINDO JABAR
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menghadiri sekaligus memberikan sambutan penting dalam acara Pengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Barat. Dalam forum yang dihadiri para pelaku usaha, tokoh politik, serta perwakilan serikat buruh tersebut, Gubernur menguraikan visi strategis terkait tata kelola industri, infrastruktur, kelestarian lingkungan, hingga pentingnya kemandirian ekonomi.
KDM menegaskan bahwa pertumbuhan industrialisasi yang sehat di Jawa Barat sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni konektivitas infrastruktur jalan dan pelabuhan, ketersediaan air, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Terkait infrastruktur transportasi, ia menyoroti maraknya kendaraan logistik yang melebihi muatan (overload), yang tidak hanya memperpendek umur jalan dan jembatan tetapi juga memicu kemacetan yang membebani masyarakat. Sebagai salah satu jalan keluar jangka panjang, integrasi angkutan berbasis kereta api perlu terus didorong.
Selain membenahi sistem transportasi logistik dan mendorong operasional Pelabuhan Patimban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus melakukan pembenahan lingkungan dari hulu ke hilir demi menjamin pasokan air bagi kawasan industri di hilir. Gubernur mencontohkan langkah tegas Pemprov Jabar dalam mengembalikan fungsi konservasi lahan eks-sayuran menjadi kebun teh di wilayah hulu seperti Ciater. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah pendangkalan Sungai Citarum, menahan air tanah, serta meminimalisasi risiko banjir dan longsor di daerah penyangga ketahanan pangan dan industri seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
“Kita tidak bisa hanya memikirkan keuntungan material jangka pendek tanpa memikirkan masa depan anak cucu. Industri harus membawa kemakmuran bagi masyarakat setempat. Caranya, perusahaan harus taat asas; pastikan pajaknya dibayarkan di daerah operasi, NPWP tercatat di sini, dan prioritaskan penyerapan serta pelatihan tenaga kerja lokal agar warga sekitar tidak hanya menjadi penonton,” ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Gubernur memaparkan program distribusi ekonomi untuk menyeimbangkan ketimpangan antara wilayah utara Jawa Barat yang padat industri dengan wilayah selatan. Pemprov Jabar terus menggenjot pembangunan jalan terkoneksi di wilayah selatan guna menghidupkan sektor pariwisata berbasis kerakyatan (homestay adat), sehingga perputaran ekonomi dari wilayah perkotaan dapat mengalir ke pedesaan secara merata.
Di akhir arahannya, Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen pengusaha, pemerintah, dan masyarakat untuk merubah mindset agar memiliki mentalitas petarung (entrepreneurship) yang tangguh dan konsisten terhadap pendirian. Ia berharap Apindo Jawa Barat di bawah kepengurusan yang baru mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang visioner dan memiliki ideologi kuat demi mewujudkan Provinsi Jawa Barat yang paripurna dan mandiri secara ekonomi.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HB67WHECYlc



