Dedi Mulyadi: Sekolah Swasta Mitra Pemprov Jabar Bertambah Jadi 1.128, Hadirkan Sekolah Hybrid untuk Atlet hingga Nelayan
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan jumlah sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.128 sekolah swasta telah bergabung sebagai mitra pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat memberikan informasi terbaru mengenai pelaksanaan SPMB sekaligus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan dukungan kepada Vita, korban dugaan kekerasan yang saat ini masih menjalani pemulihan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua warga dari berbagai kalangan dan berbagai profesi yang memberikan dukungan dan doa terhadap kesembuhan Saudari Vita,” ujar Dedi.
Ia berharap kondisi Vita segera pulih sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
“Kita harapkan semoga lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” katanya.
Dedi menjelaskan, daftar sekolah yang dapat dipilih calon peserta didik dalam SPMB kini telah tersedia di sistem, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, jumlah sekolah swasta mitra terus mengalami peningkatan.
“Awalnya 750 sekolah, kemudian bertambah menjadi 1.015 sekolah, dan sekarang bertambah lagi menjadi 1.128 sekolah,” ungkapnya.
Ia menepis anggapan bahwa banyak sekolah swasta menolak bekerja sama dengan pemerintah. Sebaliknya, kata Dedi, justru semakin banyak sekolah yang berminat menjadi mitra Pemprov Jabar.
“Kalau ada yang menyatakan banyak yang menolak, justru terbalik. Malah sangat banyak yang ingin bekerja sama,” tegasnya.
Selain memperluas kemitraan dengan sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan konsep sekolah hybrid yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah terbuka.
Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti kegiatan belajar secara reguler setiap hari.
Menurut Dedi, sekolah hybrid diperuntukkan bagi siswa yang berprofesi sebagai atlet, pedagang, petani, nelayan, maupun mereka yang memiliki aktivitas lain sehingga tidak memungkinkan hadir di kelas setiap hari.
“Sistem belajarnya hari Sabtu dan Minggu serta bisa dilakukan secara online,” jelasnya.
Dengan pola pembelajaran yang lebih fleksibel, pemerintah berharap semakin banyak warga Jawa Barat yang tetap dapat mengakses pendidikan formal tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama mereka.
Dedi menegaskan, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Prinsipnya yang penting seluruh warga Jawa Barat bisa sekolah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Dedi kembali menyampaikan doa agar Vita segera pulih dari trauma dan penderitaan yang dialaminya.
“Semoga seluruh prahara yang dialami Saudari Vita segera berlalu dan masa bahagia segera datang,” tutupnya.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7655479724449221896



