CANDI BARU DITEMUKAN LAGI DI KARAWANG
Penemuan runtuhan candi baru di wilayah Karawang, Jawa Barat, menjadi babak baru dalam pengungkapan sejarah peradaban nusantara, saat ini sedang dalam proses ekskavasi intensif melalui program praktikum lapangan kolaboratif. Kegiatan ilmiah ini melibatkan mahasiswa serta dosen dari Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), dengan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Barat Kementerian Kebudayaan.
Struktur bangunan kuno ini tersusun dari batuan bata merah asli yang terkubur di bawah lapisan tanah dan ladang. Berdasarkan analisis awal arkeologis, situs tersebut diperkirakan berasal dari era abad keempat hingga keenam, yang kuat kaitannya dengan masa pemerintahan Kerajaan Tarumanegara. Karakteristik lokasi situs yang berada dekat dengan aliran Sungai Citarum mempertegas pola pemukiman dan pusat aktivitas masyarakat prasejarah yang cenderung memanfaatkan jalur air.
Dalam peninjauan langsung ke lokasi ekskavasi, Kang Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya merekonstruksi cara pandang masyarakat modern terhadap fungsi candi. Menurutnya, sebuah candi tidak melulu identik dengan kegiatan ritual keagamaan yang kaku. Pada masa lalu, nilai spiritualitas, sosialitas, dan kesenian menyatu dalam satu kesatuan. Situs semacam ini dinilai memiliki fungsi multidimensi, mulai dari tempat bermeditasi, pusat pendidikan, ruang sastra, hingga tempat berkumpulnya masyarakat saat bulan purnama untuk bermusyawarah.
Tim arkeolog di lapangan berhasil menemukan struktur tangga pada salah satu sisi candi. Temuan arah hadap bangunan dan keberadaan tangga ini membuka indikasi kuat adanya aktivitas interaktif di atas struktur bangunan kuno tersebut, berbeda dengan beberapa struktur stupa tertutup yang hanya dirancang untuk dikelilingi dari luar. Selain itu, ditemukan pula kandungan sekam atau merang padi yang bercampur di dalam material bata kuno, memberikan bukti otentik bahwa kawasan sekitar situs telah menjadi area pertanian pangan yang maju sejak masa berfungsinya candi tersebut.
Di sela-sela peninjauan, apresiasi khusus diberikan kepada para mahasiswa arkeologi UI yang memilih jalan akademik yang menuntut ketelitian tinggi demi melestarikan masa lalu bangsa. Dukungan logistik dan apresiasi material secara transparan juga diberikan kepada warga lokal yang dilibatkan sebagai tenaga berbantuan untuk memastikan proses penggalian berjalan dengan sangat hati-hati tanpa merusak susunan asli batuan bawah tanah.
Menindaklanjuti temuan berharga ini, rencana strategis berskala besar disiapkan untuk menata jalur akses dari jalan provinsi menuju kawasan kompleks Candi Jiwa dan sekitarnya. Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan estetika lingkungan di sekitar situs. Potensi lanskap alam Karawang yang dikelilingi hamparan sawah dan aliran sungai yang tidak pernah kering akan dioptimalkan melalui konsep pengunduran batas bangunan kumuh secara persuasif. Upaya penataan ini dirancang agar kawasan purbakala tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya dan edukasi yang representatif sekaligus menjadi fondasi pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=gMW1xtD8oEQ



