Dedi Mulyadi Kembali Buka Data Penjualan Sapi, Tegaskan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Berasal dari Dana Pribadi
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali memberikan penjelasan terkait sumber dana bonus sebesar Rp1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul masih adanya pertanyaan dan keraguan dari sebagian pihak mengenai asal-usul dana yang digunakan untuk memberikan bonus kepada klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.
Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa dana bonus Rp1 miliar berasal dari rekening tabungan pribadinya. Ia menjelaskan bahwa tabungan tersebut diisi dari berbagai sumber penghasilan yang dimilikinya, termasuk hasil penjualan sapi dari peternakan miliknya.
“Masih ada yang bertanya urusan bonus Persib, kemudian ada yang bertanya siapa yang membeli sapinya. Saya jelaskan bahwa dana Rp1 miliar yang diberikan untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya, dan tabungan itu salah satunya berasal dari hasil penjualan sapi,” ujar Dedi.
Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul, Dedi bahkan menyebut sejumlah nama pembeli sapi yang pernah bertransaksi di peternakannya. Menurutnya, jumlah pembeli cukup banyak dengan jumlah pembelian yang bervariasi.
Ia menyebut di antaranya terdapat pembeli bernama Teguh, Arief, Fayana, Darmawati, Setiawan, Sadiah, Rialdi, Deddy, Rudy, Linda, Fitri, Anggi, Asep Sanjaya, hingga Aldi. Beberapa pembeli disebut membeli satu ekor sapi, sementara yang lain membeli dua hingga empat ekor.
Menurut Dedi, daftar pembeli tersebut hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan transaksi yang telah dilakukan. Ia mengaku memiliki data lengkap terkait penjualan sapi yang dapat digunakan sebagai bukti apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Ada tanda terima, lokasi pengiriman, bukti pengiriman sapi, hingga foto penerima sapi juga lengkap,” katanya.
Dedi menegaskan bahwa seluruh dokumentasi tersebut sengaja disimpan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa mendatang, termasuk apabila ada pihak yang mempertanyakan atau meminta klarifikasi terkait transaksi penjualan sapi yang dilakukannya.
Meski terus menjadi sorotan dan mendapat berbagai kritik, Dedi mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebaliknya, ia menganggap kritik dan pengawasan dari masyarakat sebagai bagian dari proses yang membuat dirinya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik saya, mengingatkan saya, dan mencari kesalahan saya. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil semua tindakan,” ujarnya.
Menurut Dedi, setiap peristiwa yang dialami seseorang selalu memiliki nilai dan pelajaran yang dapat diambil. Karena itu, ia memilih menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
“Setiap apa yang kita alami pasti ada manfaatnya,” tutup Dedi.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7648802728486980871



