SUSURI JALAN PROVINSI – TASIKMALAYA | KDM TEMUKAN RUMAH KUMUH DI SEMPADAN JALAN
Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik jalan provinsi di wilayah Tasikmalaya. Dalam kegiatan tersebut, KDM menyoroti kondisi kebersihan jalan serta menemukan keberadaan hunian kumuh yang berdiri di lahan milik pemerintah atau sempadan jalan.
Saat menyusuri jalur tersebut, KDM sempat berhenti untuk menegur petugas kebersihan UPTD setempat karena menemukan tumpukan sampah plastik yang berserakan. Beliau menekankan pentingnya menjaga estetika dan kebersihan jalan provinsi agar tidak kalah dengan wilayah lain. Sebagai bentuk motivasi, KDM mengumumkan sayembara antar-UPTD dengan hadiah total Rp100 juta bagi unit yang mampu menjaga wilayahnya paling bersih dan indah.
“Lombakan kebersihan dan keindahan antar-UPTD Dinas PU. Yang terbaik akan diberi hadiah, dan yang terburuk akan diumumkan secara terbuka. Tasikmalaya harus kembali ke jati dirinya sebagai Kota Resik (Bersih),” ujar KDM.
Selain masalah sampah, perhatian KDM tertuju pada bangunan-bangunan liar dan hunian kumuh di pinggir jalan. Beliau menemukan seorang warga lansia, Abah Maman, yang tinggal di sebuah gubuk kecil yang sangat tidak layak di atas saluran air (drainase) lahan milik PU Provinsi. Kondisi hunian tersebut sangat memprihatinkan, tanpa fasilitas sanitas yang memadai, bahkan digunakan untuk aktivitas memasak dan tidur di ruang yang sangat sempit.
Menanggapi temuan ini, KDM mengambil tindakan cepat dengan memberikan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta kepada warga yang terdampak agar mereka dapat mencari tempat tinggal yang lebih layak dan memulai usaha kecil secara mandiri. Beliau juga menginstruksikan pihak UPTD dan Satpol PP Provinsi untuk menertibkan bangunan liar di atas saluran air karena menghambat aliran drainase dan mempercepat kerusakan jalan.
“Pinggir jalan provinsi tidak boleh ada bangunan kumuh. Semuanya harus bersih dan tertata. Saluran air tidak boleh tersumbat agar jalan tidak cepat rusak akibat luapan air hujan,” tegasnya.
KDM juga meminta agar papan reklame atau iklan yang tidak tertata di median jalan segera dibersihkan dan diganti dengan penanaman pohon penghijauan seperti pohon asam untuk menjaga keasrian lingkungan. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen KDM dalam memperbaiki tata ruang dan kesejahteraan warga di Jawa Barat melalui pendekatan langsung di lapangan.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=D8ud1CKnnNI



