Soroti Pemberitaan Mengenai LPG, Dedi Mulyadi Minta Media Lebih Objektif

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pentingnya objektivitas dalam pemberitaan media, khususnya terkait isu energi seperti LPG. Ia menilai, tidak jarang pernyataan yang disampaikan narasumber diambil dari sudut pandang tertentu yang kurang utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Dalam keterangannya, Dedi mencontohkan pemberitaan terkait harga kenaikan gas LPG yang menurutnya tidak sepenuhnya mencerminkan pernyataan yang ia sampaikan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan terkait LPG merupakan kewenangan pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah berperan mendorong alternatif energi di masyarakat.

“Kalau LPG itu dari sisi kebijakan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Di daerah, kita mendorong masyarakat untuk juga memanfaatkan energi lain sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing,” ujarnya.

Dedi menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki berbagai pilihan sumber energi alternatif, terutama di wilayah pedesaan. Di antaranya penggunaan kayu bakar, pemanfaatan kotoran ternak seperti sapi menjadi biogas, hingga pengolahan sampah menjadi sumber energi.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki potensi inovasi yang besar dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi, sehingga tidak hanya bergantung pada satu sumber energi saja.

Ia juga secara khusus menyampaikan harapannya kepada insan pers agar tetap mengedepankan prinsip jurnalistik yang objektif dan berimbang dalam menyajikan informasi kepada publik.

“Ayo kita tulis berita yang objektif agar masyarakat mendapat informasi yang tepat. Jurnalisme harus menarik, tapi tetap harus objektif,” tegasnya.

sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7630986694531075346