KAKI REMUK TERTABRAK TRUK | LUNASI UTANG DENGAN KULI POTONG PADI

Di tengah hiruk-pikuk musim panen, terselip kisah ketangguhan seorang pekerja harian lepas atau kuli potong padi yang pantang menyerah meski pernah didera musibah besar. Seorang warga Jabar yang bekerja sebagai kuli tani menceritakan perjuangannya menghadapi masa sulit setelah mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan kakinya remuk.

Dalam sebuah pertemuan di area persawahan, pekerja tersebut mengisahkan bahwa kecelakaan maut yang melibatkan truk telah menghancurkan kakinya beberapa tahun lalu. Meskipun sempat menjalani perawatan intensif dan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja, biaya pengobatan yang sangat besar memaksa keluarganya untuk meminjam uang kepada kerabat dan tetangga.

Namun, alih-alih menyerah pada keadaan atau meminta-minta bantuan, ia bersama suaminya memilih untuk bekerja keras sebagai buruh tani. Dengan ketelatenan mengumpulkan upah dari hasil ngerambet (menyiangi rumput) dan memanen padi, ia berhasil melunasi sebagian besar hutang pengobatannya. Ketangguhan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.

Kegiatan panen di lokasi tersebut juga mengungkap sisi lain kehidupan petani, di mana harga gabah di tingkat petani seringkali harus terpotong berbagai biaya operasional, mulai dari biaya rontok, karung, hingga transportasi. Hal ini menegaskan bahwa menjadi petani mandiri memerlukan perhitungan yang matang agar tetap mendapatkan keuntungan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan aksi solidaritas berupa pemberian bantuan modal usaha sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kejujuran pekerja tersebut dalam menyambung hidup. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk tetap semangat dalam bekerja dan tidak mudah berputus asa meski dihadapkan pada ujian hidup yang berat.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=dRu0eDyL2l0