KDM Ajak Gen Z Prioritaskan Bangun Rumah Ketimbang Pesta Mewah: “Jadi Raja Selamanya, Bukan Semalam”

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pesan menohok bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan pasangan yang berencana menikah, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan. KDM menyarankan agar dana yang dialokasikan untuk pesta pernikahan dialihkan sebagai uang muka (down payment) perumahan.

Pernyataan tersebut disampaikan KDM dalam acara sosialisasi program perumahan yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Ketua DPR RI Haji Cucun, serta sejumlah pejabat daerah di Kabupaten Bandung.

Ubah Pola Pikir Pernikahan

Dalam sambutannya yang bergaya santai namun sarat makna, KDM menyoroti fenomena sosial di mana banyak pasangan memaksakan diri menggelar pesta mewah meski harus berhutang. Menurutnya, gengsi sesaat hanya akan memberikan beban finansial jangka panjang bagi pasangan baru.

“Pesta itu hanya menjadikan Anda raja semalam. Tapi kalau punya rumah, Anda jadi raja selamanya. Lebih baik akad nikah pagi hari di KUA, lalu siang harinya sudah pulang ke rumah sendiri, meskipun masih nyicil,” tegas KDM di hadapan hadirin.

Peluncuran Aplikasi “Imah Aing”

Sebagai langkah nyata mendukung kemudahan akses hunian bagi warga Jawa Barat, KDM mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera meluncurkan aplikasi bernama “Imah Aing” pada minggu depan. Aplikasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses langsung program bantuan perumahan tanpa melalui perantara atau birokrasi yang rumit.

KDM menegaskan bahwa melalui aplikasi tersebut, transparansi usulan perumahan, baik untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) maupun subsidi hunian baru, akan lebih terjamin sehingga tidak ada lagi keluhan warga yang luput dari perhatian pemerintah.

Kewajiban Apartemen di Kawasan Industri

Selain program rumah tapak, KDM juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Jawa Barat untuk segera menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai kewajiban penyediaan hunian vertikal atau apartemen bagi karyawan di kawasan industri.

Langkah ini diambil mengingat ketersediaan lahan yang semakin sempit serta untuk menekan angka kemacetan. “Setiap kawasan industri wajib menyiapkan apartemen untuk karyawannya. Ini demi efisiensi; pekerja tidak perlu terjebak macet karena hunian mereka sudah ada dalam satu komplek kawasan industri,” jelasnya.

Dukungan Program Kementerian PKP

Menteri PKP, Maruarar Sirait, turut memberikan apresiasi atas langkah progresif Jawa Barat dalam mendukung program perumahan nasional. KDM pun berterima kasih atas sinergi pusat dan daerah, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah yang ditawarkan kementerian.

Menutup sambutannya, KDM sempat melontarkan ide unik untuk membangun komplek perumahan khusus janda dan duda di masa depan sebagai bagian dari penataan kawasan permukiman yang beragam di Jawa Barat.

Acara tersebut diakhiri dengan dialog hangat bersama warga, di mana KDM juga membagikan hadiah bagi warga yang mampu menjawab pertanyaan seputar program kementerian dengan tepat.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=pGz4RGkgnq4