Anak di Bawah Umur di Cimahi Diduga Jadi Korban Pelecehan, Dedi Mulyadi Turun Tangan Beri Pendampingan
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Cimahi dan memicu perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Seorang ibu melaporkan bahwa anak perempuannya yang masih di bawah umur diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang pria.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan tersebut dan segera mengambil langkah penanganan.
“Pagi ini saya mendapat pengaduan dari seorang ibu di Kota Cimahi. Saya memahami trauma psikologis yang dialami oleh anak perempuannya yang masih di bawah umur,” ujar Dedi.
Menurutnya, korban diduga mengalami tindakan kekerasan berupa upaya paksa, pencabulan, atau pelecehan. Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung mengerahkan tim untuk memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga.
Tim yang diturunkan terdiri dari unsur pemerintah provinsi, termasuk Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta didampingi oleh kuasa hukum. Mereka dijadwalkan mendatangi rumah korban untuk membantu proses pelaporan ke pihak kepolisian.
“Tim hari ini akan datang ke rumah korban untuk mendampingi pelaporan ke Polres, sekaligus memberikan pengawalan dan pendampingan,” jelasnya.
Selain aspek hukum, pemerintah juga akan memberikan layanan pemulihan psikologis kepada korban. Hal ini dinilai penting mengingat dampak trauma yang dialami anak.
Dedi juga menyoroti adanya penyebaran identitas korban di ruang publik, termasuk penampilan wajah anak yang masih di bawah umur. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan dan dapat memperburuk kondisi korban.
“Anak di bawah umur tidak boleh ditampilkan wajahnya. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas serta memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak.
Dedi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga anak-anak dari potensi kekerasan, serta tidak menyebarluaskan identitas korban di ruang publik.
“Semoga kita semua bisa menjaga anak-anak kita dan terhindar dari berbagai permasalahan yang berat,” pungkasnya.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7628395402403876104



