PIMPIN APEL – KDM CANDAIN LINMAS BERUSIA 91 TAHUN | BERI PENJELASAN PADA WARTAWAN YANG MENCECARNYA
GARUT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah sekaligus memastikan hak pendidikan anak-anak di Jawa Barat terpenuhi secara merata. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), saat memimpin Apel Kesiapsiagaan bersama jajaran BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur TNI dan Polri di Kabupaten Garut.
Dalam suasana apel yang khidmat namun penuh keakraban, perhatian Gubernur tertuju pada sosok Aki Iwan (91), seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) asal Kecamatan Cilawu, Garut, yang masih aktif bertugas meski telah berusia hampir seabad. Aki Iwan mengungkapkan bahwa dirinya hanya menerima honorarium sebesar Rp50.000 per tahun dari tingkat desa.
Merespons dedikasi luar biasa tersebut, Pemprov Jabar langsung mengambil langkah konkret. Gubernur mengumumkan pengangkatan Aki Iwan sebagai petugas kebersihan Jalan Provinsi di wilayah Cilawu dengan upah yang layak, yakni sebesar Rp130.000 per hari. Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya yang tanpa pamrih selama puluhan tahun, Pemprov Jabar turut memberikan bantuan renovasi rumah senilai Rp50.000.000.
“Mari kita terus tingkatkan layanan dan berikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Kita ingin melihat Jawa Barat menjadi provinsi yang gemah ripah rapih,” ujar Gubernur dalam amanatnya.
Komitmen Bersama Sekolah Swasta dan Pergeseran Anggaran PPDB
Usai pelaksanaan apel, Gubernur Jawa Barat memberikan penjelasan kepada media terkait optimalisasi penerimaan peserta didik baru dan kerja sama dengan sekolah swasta. Menjawab isu miring mengenai adanya penolakan dari pihak swasta, Gubernur menegaskan bahwa komitmen bersama telah ditandatangani.
Sistem zonasi dan pendaftaran kini telah terintegrasi dalam aplikasi resmi, di mana sekolah swasta yang telah berkomitmen akan muncul sebagai pilihan bagi sekitar 70.000 hingga 80.000 anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi anak di Jawa Barat yang putus sekolah.
Terkait pembiayaan, Pemprov Jabar memastikan bahwa anggaran telah dialokasikan secara matang melalui skema pergeseran anggaran di Dinas Pendidikan Jawa Barat, dengan memaksimalkan pos-pos anggaran non-prioritas terdahulu untuk dialihkan langsung ke sektor pembiayaan pendidikan rakyat.
Gubernur juga mengingatkan pihak sekolah swasta yang menerima dana Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) wajib menaati aturan untuk menyerahkan ijazah kepada para lulusan dan dilarang keras melakukan penahanan.
Edukasi Pola Pikir Orang Tua Terhadap Pendidikan
Di sela-sela kegiatannya, Gubernur juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan salah satu orang tua siswa SMA 11 Garut yang mengeluhkan adanya tunggakan sekolah dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam dialog tersebut, Gubernur memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya skala prioritas keluarga.
Pemprov Jabar mengimbau para orang tua untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga, dengan mendahulukan masa depan pendidikan anak dibandingkan dengan pengeluaran konsumtif harian seperti jajan, rokok, ataupun gawai. Dengan sinergi antara program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesadaran penuh dari orang tua, diharapkan ketahanan pendidikan keluarga di Jawa Barat dapat semakin kokoh.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=6pIDgMAPNa0



