BADAN JALAN BERSERTIFIKAT? | PASIRKOJA TERUS DITATA | SOPIR ANGKOT MAKAN DI GEDUNG PAKUAN
Langkah nyata penataan kota dan kepedulian sosial terus digalakkan di wilayah Jawa Barat. Kang Dedi Mulyadi, memimpin langsung pengecekan proyek penataan jalur provinsi di kawasan Pasirkoja, Kota Bandung, sekaligus memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kawasan Pasirkoja yang sebelumnya terkesan kurang terawat dan kumuh kini sedang mengalami transformasi besar. Sebanyak 174 bangunan liar di sepanjang kanan dan kiri jalan telah ditertibkan untuk memberikan ruang bagi pembangunan fasilitas publik yang lebih layak. Pemerintah setempat tengah mempercepat pembersihan puing-puing bangunan guna memulai proyek pembangunan trotoar yang lebih luas serta sistem drainase yang representatif. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut berubah menjadi area yang indah, rapi, dan bebas banjir.
Di samping fokus pada infrastruktur, penataan ini juga menghadapi tantangan administrasi pertanahan. Pihak dinas terkait bersama Badan Pertanahan Nasional sedang melakukan verifikasi terhadap sejumlah lahan di badan jalan yang diklaim memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengikuti fatwa dan aturan hukum yang berlaku. Jika sertifikat tersebut dinyatakan sah oleh BPN, pemerintah siap menempuh mekanisme pembebasan lahan yang sesuai. Sebaliknya, area yang murni merupakan aset jalan akan sepenuhnya dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik dan taman kota.
Selain berfokus pada penataan fisik kota, misi kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Saat melintasi jalur angkutan kota, rombongan berkesempatan berinteraksi langsung dengan salah satu sopir angkot rute Antapani-Ciroyom asal Sumedang yang tengah berjuang mencari nafkah didampingi istrinya.
Melihat kegigihan pasangan suami istri tersebut dalam menyekolahkan ketiga anak mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi, apresiasi nyata pun diberikan. Sopir angkot beserta keluarganya diundang langsung untuk berkunjung dan makan bersama di Gedung Pakuan. Tidak hanya itu, bantuan finansial untuk biaya sekolah anak, uang belanja kebutuhan pokok rumah tangga, modal setoran angkot, hingga fasilitas pembuatan SIM secara gratis juga diberikan untuk meringankan beban ekonomi keluarga tersebut.
Melalui penataan infrastruktur yang tegas dan pendekatan sosial yang humanis, diharapkan Kota Bandung, khususnya wilayah selatan, dapat tumbuh menjadi kawasan yang lebih tertib, bersih, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=1VXeNAu-2kA



