Infrastruktur Jabar Bergerak, Jalan Sagaranten-Tegalbuleud Diperkuat untuk Mobilitas dan Distribusi Hasil Pertanian
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu yang tengah dikerjakan adalah rekonstruksi ruas Jalan Sagaranten–Tegalbuleud dengan panjang penanganan sekitar 7 kilometer.
Proyek tersebut dilaksanakan dengan anggaran sekitar Rp35 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu 195 hari kalender.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan di ruas Sagaranten–Tegalbuleud kerap menjadi tantangan bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-harinya pada akses jalan tersebut. Kerusakan jalan menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama, meningkatkan biaya perjalanan, serta menghambat aktivitas ekonomi warga.
“Kerusakan jalan membuat waktu tempuh semakin panjang. Kendaraan bekerja lebih keras, biaya perjalanan bertambah, dan laju perekonomian masyarakat pun ikut terhambat,” demikian disampaikan dalam informasi pembangunan yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kini, harapan masyarakat mulai diwujudkan melalui pekerjaan rekonstruksi jalan yang sedang berlangsung.
Perbaikan Dimulai dari Fondasi
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas jalan yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.
Lapisan aspal lama yang telah rusak dibongkar terlebih dahulu. Setelah itu, tanah yang dinilai tidak stabil diperkuat sebelum dilakukan pembangunan fondasi baru sebagai penopang konstruksi jalan.
“Tahap demi tahap terus berjalan. Lapisan aspal lama yang rusak mulai dibongkar, tanah yang tidak stabil diperkuat, dan fondasi baru dipersiapkan untuk menghadirkan jalan yang lebih kokoh dan lebih aman bagi masyarakat,” demikian keterangan proyek tersebut.
Pemerintah berharap rekonstruksi ini tidak hanya menghasilkan jalan yang lebih baik secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pengguna jalan.
Dorong Ekonomi dan Buka Peluang Baru
Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembangunan jalan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Akses jalan yang lebih baik diyakini akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses pendidikan, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan sekitar.
“Membangun jalan bukan sekadar membangun infrastruktur. Ini adalah upaya menyambung kembali urat nadi ekonomi, memperpendek jarak, mempercepat mobilitas, dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam narasi pembangunan tersebut.
Pemerintah menilai jalan memiliki peran strategis karena tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan kesempatan kerja, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik.
“Jalan yang baik bukan hanya menghubungkan dua tempat. Ia menghubungkan harapan, pekerjaan, pendidikan, dan masa depan,” demikian pesan yang disampaikan.
Pembangunan ruas Jalan Sagaranten–Tegalbuleud menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur daerah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
Program tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Jawa Barat yang mengedepankan peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7653364055612067080



